hobby lama

hal yang terlihat remeh, namun berpengaruh besar. banyak artikel yang menyebutkan bahwa sangat baik bagi seseorang untuk mempunyai hobby. komuter mengalaminya. namun baik atau tidak ditentukan juga oleh perilaku pemilik hobby. kalau sudah ekstrim atau keterlaluan dalam menekuninya, sudah tidak baik lagi.

ada yang hobby mancing. sehari-hari yang dilakukan adalah mancing. jarang di rumah, sering di danau atau tempat pemancingan. mungkin baik baginya punya hobby mancing, daripada keluar rumah tapi tidak ketahuan aktifitasnya. namun jika jarang di rumah, bahkan hampir tidak ada waktu di rumah. bukan pula sikap yang baik dalam menekuni hobby.

saat kecil dulu ada dua hobby yang ditekuni komuter, yaitu renang dan bersepeda. komuter kenal renang di kali ciliwung dekat rumah. komuter lahir di sebuah perkampungan kumuh seberang sungai stasiun Tanah Abang – Jakarta Pusat. biasa disebut petamburan atau pinggir kali. di dekat situ ada SDN 07 pagi Kota Bambu. tempat komuter melepas masa kanak-kanak.

pertama kali berenang di sungai tersebut hampir masuk ke lubang buaya. betul… zaman komuter kecil di sana masih banyak binatang melatanya. buaya, kadal, biawak dan lain-lain. gara-gara kejadian itu, komuter jadi jatuh cinta dengan aktifitas renang. dengan modal uang 2.00 perak, setiap hari selasa komuter pergi renang di kolam renang Koni, Jl tanah abang 2. waktu itu kemana-mana jalan kaki + 2 km dari rumah. padahal untuk ukuran jaman sekarang, cuma ke depan gang saja harus naik ojek. memang teknologi memanjakan penggunanya.

hobby bersepeda dimulai menjelang akhir sekolah dasar. makin menjadi-jadi saat masuk SMPN 130 Jakarta Barat. kebetulan rumah sudah pindah ke daerah Rawa Belong, Jakarta Barat. masuk dari gang Salam. kalau tidak salah persis di samping SMP Kebun Jeruk.

jarak dari rumah ke sekolah sekitar + 10 km. tiap hari, pulang pergi bersepeda. dengan rute yang berubah-ubah. sampai rumah, pergi lagi bersepeda lagi. pokoknya kemana-mana naik sepeda.

kegiatan bersepeda terhenti saat masuk SMEAN Tanjung Pinang Kepulauan Riau yang sekarang berganti nama menjadi SMKN 1 Tanjung Pinang. pergaulan di sana pada waktu itu, bersepeda tidak populer. namun untuk renang masih terus dilakukan walau tidak rutin apalagi, kiri kanan laut. besar kota cuma 5 km persegi. kemanapun berjalan, mentoknya laut.

lepas sekolah, bertarung bertahan hidup. sulit menekuni hobby di saat-saat seperti ini. boro-boro mengisi hidup dengan hobby, bisa bertahan hidup saja sudah Alhamdulillah.

bagaimana hobby anda ??