Jejak perjalanan ke Malaysia dan Singapura

25 ~ 27 November 2014

Selasa, 25 November 2014
05:45

(waktu Indonesia bagian barat)

Angkot 117

Komplek Inkopad ~ Bojong Gede
  • Memulai perjalanan dengan Bismillah.
  • Perjalanan dari rumah menuju stasiun.
06:55

Commuter Line

Bojong Gede ~ Gondangdia
Perjalanan dari stasiun ke stasiun.

07:50

Bajaj

Gondangdia ~ Gambir
  • Turun dari peron, kami bertemu dengan penjual jajanan pasar. kok tiba-tiba timbul keinginan untuk jajan? akhirnya kami menyempatkan diri untuk membeli jajanan pasar sebanyak dua bungkus.
  • perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan bajaj menuju pool damri yang berada di stasiun Gambir.
08:15

Damri

Gambir ~ Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Perjalanan dari pool damri ke Bandara.

09:30 Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
  • Tiba di terminal 3 bandara Soekarno Hatta. waktu untuk boarding masih lama, tapi kami tidak ingin mengambil resiko, maka kami bersegera ambil boarding pass di gerai Airasia.
  • Bersegera masuk untuk boarding ternyata zona boarding internasional belum dibuka. bahkan saking semangatnya,kami sempat tersasar ke zona domestik.
  • tidak terpikir sebelumnya dengan situasi seperti ini akhirnya kami ambil inisiatif untuk makan jajanan pasar yang belum selesai dimakan dan dimakan di belakang gerai makanan, sebenarnya agak aneh juga karena kami makan di tempat yang tidak semestinya, namun karena ketidaktahuan kami terpaksa berdiam sejenak di sana sampai dengan kami menemukan bahwa ada tempat yang lebih representatif untuk menunggu dibukanya boarding gate sambil ngemil jajanan pasar.
  • Untuk lebih nyamannya, kami menyempatkan diri kembali turun untuk menukarkan uang RM dan S$ di bank mandiri.
  • Pindah tempat ke ruang tunggu sambil menonton TV.
  • Menyaksikan pertandingan sepak takraw antara Malaysia melawan Vietnam.

10:40 Zona Boarding Internasional
  • Masuk zona Boarding.
    • Seperti biasa, backpack dan tas pinggang dicek menggunakan mesin scanner.
    • Air minum yang sengaja dibawa sebagai persiapan ketika akan berada di Malaysia nanti, harus dihabiskan karena dilarang membawa cairan. Sabun mandipun dipertanyakan, namun akhirnya diperbolehkan masuk.
11:10

Bus Airasia

Landasan pesawat

Masuk bis yang disediakan oleh maskapai Airasia dan diantar ke pesawat Airasia. Sudah lama tidak pernah masuk pesawat tanpa belalai. Kali ini kami masuk pesawat Airasia dengan diantar bis maskapai dan harus naik dengan menggunakan tangga seperti jaman baheula. Pengalaman lama yang diperbaharui.
11:30

Pesawat Airasia

Soekarno Hatta ~ KLIA2
  • Take off dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
    • Pesawat ini benar-benar sebuah airbus. Karena memang lebih mirip bis yang mengudara dibanding beberapa pesawat yang pernah dinaiki. Ada juga makanan yang dijajakan oleh pramugari.
    • Lokasi duduk kami adalah 19ABC. Seperti yang sudah seharusnya, abang aji duduk dekat jendela. Kami tahu bahwa dia sangat excited untuk naik pesawat, tapi sepertinya yang terjadi tidak sesuai dengan ekpektasinya. Beberapa menit setelah pesawat cruising dia tertidur. Padahal sebelum naik pesawat ada banyak hal dalam benaknya tentang pengalaman menggunakan pesawat dari teman-temannya.
14:30

(waktu Malaysia)

Pesawat Airasia

KLIA2
  • Mendarat di KLIA2 Malaysia dengan selamat.
    • Ada rasa tidak percaya dengan perjalanan ini, Alhamdulillah kami panjatkan terima kasih kami karena telah diberikan kesempatan mengalami perjalanan ini dengan selamat.
    • Bandara ini lumayan luas. Karena senang telah sampai dengan selamat, kami tertinggal rombongan penumpang pesawat yang telah bergegas pergi ke tujuan masing-masing. Kami tersesat sesaat hingga beruntung ditunjukkan jalan oleh seorang crew pesawat yang kebetulan melintas.


15:00

KLIA2

  • Keluar dari imigrasi kebingungan mau kemana lagi. Akhirnya memilih untuk makan, menghabiskan makanan yang dibawa dari rumah.
    • Kebetulan berada di depan konter bis tempat berkumpulnya bis-bis yang akan membawa penumpang keluar dari KLIA2, kami membeli tiket bis menuju Puduraya di konter yang terletak di pintu keluar/arrival
      gate.
    • Harga tiket RM 10 untuk dewasa, RM 5 untuk anak-anak

16:05

Bus Star Shutle

KLIA2 ~ Puduraya
  • Setelah menunggu selama + 15 menit, bis yang ditunggu datang dan setelah menunggu penumpang selama + 10 menit bis beranjak dari bandara menuju Puduraya.
    • Kami beruntung memilih bis ini, karena kami menginap di jalan Alor Bukit Bintang yang berlokasi tidak jauh dari Puduraya.
    • Bisa pesan pada supir bis untuk diturunkan sesuai lokasi yang diinginkan. Banyak penumpang yang memberikan nama dan alamat penginapannya pada supir, dan benar-benar diperhatikan oleh supir.


17:05

Puduraya

  • Kami diturunkan di Puduraya tepat di depan Mydin dan berjalan kaki ke arah jalan Pudu untuk mencari konter bus yang akan membawa kami ke Singapura besok.
    • Konter yang diinginkan tidak dapat ditemui, bahkan kebingungan yang kami dapat. Akhirnya ditengah hujan rintik kami putuskan untuk segera menuju penginapan di jalan Alor.
    • Tanpa disengaja, kami menemukan My Hotel tempat dimana kami akan dijemput oleh bus menuju Singapura besok. Mampir di My Hotel, untuk konfirmasi karena keesokan harinya akan berangkat menggunakan bus ke Singapura dengan pick up point depan My Hotel.
    • Setelah konfirmasi, segera ke penginapan di jalan alor sejauh kurang lebih lima menit berjalan kaki.

17:45 Hotel Budget Inn
jalan Alor,Bukit Bintang
  • Sekali lagi kami beruntung karena sebelum berangkat kami sudah membuat ancer-ancer lokasi penginapan menggunakan google maps. Dan berdasar maps, penginapan kami tidak terlalu jauh dari My Hotel dan itu benar.
    • Ketika menemukan Budget Inn, kami sudah cukup senang, karena bisa segera mandi dan berganti pakaian. Ternyata Budget Inn yang kami reserved berbeda. Letaknya tiga menit dari Budget Inn yang kami temui. Setelah diberitahu lokasi sebenarnya penginapan yang kami inginkan, kami bergegas ke sana, diiringi rintik hujan tentunya.
    • Check in Budget Inn.
    • Kamar 314.
    • Menghabiskan jajanan pasar yang dibeli di Gondangdia.
    • Mandi, bersalin rupa.


18:05

Bus goKL

Bukit bintang ~ KLCC
  • Setelah bersalin rupa, kami bergegas menuju ke front office untuk meminta petunjuk jalan ke KLCC.
    • Petugas front
      office adalah orang Myanmar. Walau tidak begitu lancar bahasa melayu dan bahasa Inggris, tapi kami dapat memahami petunjuknya. Dan petunjuk yang diberikan sangat jelas bagi kami, sehingga ketika dijalani kami langsung dapat menemui bus GoKL yang kami inginkan.
    • Menuju KLCC.
18:30 Mal Suria KLCC
19.45 LRT KLCC ~ Masjid Jamek
  • Tidak lama kami berada di KLCC karena kami bermaksud menikmati suasana disana pada saat sunset, namun yang terjadi adalah sudah terlanjur malam. Berhubung belum makan malam, kami memutuskan untuk mencari makan.
    • Sebelum melaksanakan perjalanan ini kami sempat mencetak jurnal perjalanan seseorang yang dipublish di internet. Jurnal perjalanan yang kami dapatkan menyatakan bahwa ada tempat yang enak untuk makan di area Masjid Jamek, kesanalah kami bermaksud.
    • Dari stasiun LRT di KLCC kami belajar membeli tiket LRT menggunakan vending machine atas bantuan penduduk setempat tentunya.
    • Menikmati commuter line versi malaysia.
    • Turun di stasiun LRT Masjid Jamek.
    • Menyempatkan diri shalat Isya berjamaah di Masjid Jamek.

20:00

Masjid Jamek night market

  • Menyeberang dari Masjid jamek, berjalan menyusuri pasar malam.
    • Makan malam bertiga di kedai makan, menghabiskan + Rp. 45.000,-

21:00 LRT dan
Monorail (star)
Masjid Jameek ~ Hang Tuah ~ Bukit Bintang
  • Atas saran penduduk setempat, kami naik LRT dari Masjid Jamek dan berganti dengan monorail di Hang Tuah untuk sampai di Bukit Bintang.
    • Ternyata monorail di waktu malam sangat ramai. Terutama yang akan berkunjung ke Bukit Bintang.
    • Naik turun berdesakan tapi amazingly masih dapat tempat duduk.

21:30 Bukit Bintang, Jalan Alor
  • Keluar stasiun, bertanya pada penduduk setempat arah jalan Alor. Ternyata berada di seberang jalan saja dari stasiun monorail.
    • Menyusuri sepanjang jalan Alor yang ramai pengunjung karena memang merupakan tujuan wisata kuliner bagi para pelancong terutama di malam hari.
21:45

Hotel Budget Inn Jalan Alor

Rencananya ingin menikmati suasana jalan Alor di malam hari, apa daya sudah sangat lelah, ditambah lagi mamie tidak tahan dengan bau durian yang ternyata sedang musimnya saat itu. Akhirnya dengan sangat terpaksa kami masuk kamar dan menikmati kamar dengan sukses dan menyenangkan.
Rabu, 26 November 2014
05:00

Hotel Budget Inn Jalan Alor

Bangun pagi-pagi sekali agar tidak kesiangan karena kami berencana berangkat ke Singapura dengan bus pada pukul 07:30 am waktu setempat.
05:30

Hotel Budget Inn Jalan Alor

  • Keluar kamar dan turun ke resepsionis untuk check out.
    • Berhubung masih pagi dan perjalanan ke pick up point hanya + 3 menit berjalan kaki, kami putuskan untuk sarapan pagi di lobi hotel.
    • Karena peraturan hotel menyediakan sarapan pada pukul 07:30, maka kami sarapan dengan membeli di resepsionis.
    • Sarapan sambil kongkow-kongkow di lobi hotel, lumayan untuk mengetahui kehidupan jalan Alor tanpa perlu keluar ke jalan, karena kami di lobi dengan tembok terbuat dari kaca, jadi tetap berada di dalam dengan pemandangan luas keluar dan saat itu pintu keluar masuk masih dikunci oleh petugas resepionis.
06:15 Jalan Alor ~ Jalan Pudu
  • Setelah yakin sudah cukup aman untuk keluar dari hotel, kami keluar hotel dan menyusuri sepanjang jalan Alor yang ternyata masih banyak pengunjungnya ataukah sisa-sisa kehidupan semalam?
    • Mampir di sebuah mini market dan membeli roti.

06:20

Jalan Pudu

  • Tidak terlalu lama kami berjalan tibalah kami di my hotel jalan Pudu dengan kondisi hotel yang masih gelap gulita. Sebenarnya kami sudah bisa melihat adanya aktifitas di lobi hotel, namun kami berasumsi bahwa sebagai bukan tamu hotel, kami akan menunggu saja hingga hotel terlihat siap menerima kunjungan dari bukan tamu hotel.
    • Berhubung belum minum teh dan terbiasa sehari-hari minum teh dipagi hari, juga karena sebelumnya hanya abang aji dan mamie saja yang makan, maka mampir kami ke seven eleven di samping my hotel untuk membeli teh tarik.
    • Kemudian kami meletakkan diri duduk menunggu di halte depan seven eleven menghabiskan teh tarik sambil makan roti dan menyaksikan geliat pagi jalan raya Malaysia.
06:30

My Hotel, Jalan Pudu

Kami masuk my hotel dan menunggu bis di lobi hotel.

07:27

Bus Star qitsna

Jalan Pudu

Bis yang kami tunggupun datang. Sebagai catatan, kami tidak mengetahui kedatangan bus yang menjemput kami karena bus tersebut berhenti di seberang jalan, sementara pemikiran kami, bus akan berhenti di depan hotel dan kondektur bus menjemput kami di lobi hotel. Ternyata tidak terjadi, kami diberitahu pihak hotel bahwa bis sudah datang dan menunggu di seberang jalan.
07:30

Bus Star qitsna

Jalan Pudu ~ Puduraya
Hal lain yang baru kami ketahui berikutnya adalah, bus memasuki komplek terminal Puduraya untuk mengambil penumpang lainnya. Padahal bisa saja kami menunggu bus di terminal tersebut tanpa perlu dijemput di My Hotel, karena cuma berjarak dekat dan menghabiskan fee
+ RM3.
07:35

Bus Star qitsna

Puduraya ~ TBS
Akhirnya jelas sudah, bahwa bus tidak langsung menghantar kami ke Singapura melainkan mampir-mampir ke beberapa halte untuk mengangkut penumpang. Terakhir bus beranjak menuju Terminal Bersepadu Selatan untuk mengambil penumpang lainnya.
09:00

Bus Star qitsna

TBS ~ Johor Bahru
Bis baru benar-benar beranjak menuju singapura setelah pusing-pusing keluar masuk terminal dan isi gasoline.

12:00

Bus Star qitsna

Rest area

  • Seperti juga bis-bis yang bertrayek luar kota di Indonesia seperti bis Jakarta ~ Bandung, bus yang akan menghantar kami ke Singapura inipun sempat berhenti di sebuah rest area yang kalau tidak salah berada di daerah Rembau.
    • Pipis dan beli-beli makanan ringan untuk kegiatan di perjalanan.

13:45

Bus Star qitsna

Terminal Johor Bahru

  • Bus masuk terminal Johor Bahru, beberapa penumpang turun dan tersisa lima penumpang termasuk kami bertiga.
    • Dengan mengemukakan beberapa alasan, pihak bis memindahkan kami ke bis lainnya, kami sadar bahwa bus yang kami tumpangi cukup besar namun hanya terdapat lima penumpang dan sekali lagi seperti juga di Indonesia, kami dipindahkan ke bus lainnya untuk sampai di Singapura.
14:07 Bus Johor Baru Express

Terminal Johor Bahru ~ Singapura

Kali ini kami ikut bus yang melayani trayek terminal Johor Bahru ~ Singapura. Harga tiketnya + Rm 3.5 (kalau tidak salah). Hebatnya adalah, tepat dibelakang supir ada jadwal keberangkatan bus dan bus benar-benar berangkat tepat waktu sesuai dengan yang tertera di jadwal keberangkatan.
14:20 Bus Johor Baru Express

JB Larkin

  • Masuk imigrasi untuk cap passport keluar Malaysia.
    • Masuk bus dari coach/perusahaan bus yang sama tapi beda dengan bus yang dinaiki dari terminal. Hal ini karena bus menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan, jadi bus tidak menunggu penumpang melainkan mengangkut penumpang lainnya dari bus sebelumnya yang sudah siap berangkat.
    • Menyeberangi perbatasan.
14:30

(waktu Singapura)

Bus Johor Baru Express

Woodland

  • Masuk imigrasi untuk cap passport masuk Singapura.
    • Cerita deg-degan di imigrasi Singapura adalah sempat tertahan di imigrasi karena passport tidak bisa di scan. Setelah diwawancarai oleh pihak imigrasi akhirnya kami diperbolehkan masuk.
15:00 Bus Johor Baru Express Terminal bis ban san street

seberang MRT jalan Bugis

  • Tiba dengan selamat dengan disambut hujan pertanda berkah.
    • Karena ini pertama kali perjalanan mandiri, kami sempat kebingungan untuk dapat keluar dari terminal tersebut. Belum lagi hujan rintik menambah romantis suasana kebingungan kami.
    • Setelah bertanya kesana kemari dengan keyword yang salah dan dijawab dengan jawaban yang tidak menjawab pertanyaan, akhirnya keluar juga keyword “MRT” dan ditunjukkan ke seberang jalan MRT Bugis.
15:10

Halte bus Bugis

  • Sebelum sampai di stasiun MRT, setelah melewati Raffles Hospital, kami menemukan halte bus. Kebetulan ada penduduk lokal, kami sempatkan untuk bertanya arah penginapan kami dan dia menjawab dengan ramah pertanyaan kami, bahkan berniat membantu menunjukkan lokasi hotel yang kami tuju. Ternyata ketika bis datang, kami tidak bisa ikut karena kami tidak punya uang kecil/uang pas. Jadi terpaksa tidak jadi naik bis.
    • Fyi : bus di Singapura tidak mengenal kondektur, tidak mengenal kembalian uang. Semua harus dibayar pada saat naik dengan uang pas.
15:25 MRT Bugis ~ China Town ~ Clark Quay
  • Ini bukanlah pengalaman pertama kami menggunakan vending machine untuk membeli tiket, namun tetap saja kesulitan dalam membeli tiket. Tiba-tiba ada seorang wanita yang fasih berbahasa Indonesia membantu kami. Belum berhasil juga sih, tapi niat dan semangat membantunya cukup menambah percaya diri kami meningkat. Akhirnya dengan bantuan petugas setempat, kami bisa juga membeli tiket di vending machine dan masuk peron dengan senang hati.
    • Naik MRT jurusan China Town.
    • Berganti MRT menuju Clark Quay tanpa keluar peron.

15:45

Clark Quay Central

  • Setelah keluar peron, ternyata kami tidak bisa langsung begitu saja keluar stasiun. Kami terpaksa berkeliling dulu menyusuri lorong yang kiri kanannya diisi oleh toko-toko hingga seperti labirin saja tidak keluar-keluar.
    • Karena lapar, akhirnya makan dulu di warung makan yang pemiliknya mengaku orang Indonesia. S$ 19 untuk bertiga.

16:15 Clark Quay ~ Boat Quay
  • Alhamdulillah keluar juga kami dari labirin toko-toko di bawah tanah.
    • Sebenarnya secara ancer-ancer kami tahu letak penginapan yang kami tuju, tapi tetap saja kami butuh kepastian dengan cara bertanya pada seseorang/siapapun yang kami curigai mengerti dengan tata kota setempat. Dan sesuai dengan asumsi kami, akhirnya kami dapat petunjuk yang tidak meleset dari ancer-ancer awal dan beranjaklah kami menuju penginapan di bawah guyuran hujan lebat.

16:30

Boat Quay

  • Di depan penginapan, kami sempat bingung karena penginapan ini hanya berupa pintu masuk saja dan papan nama di atasnya tanpa ada tanda-tanda lain bahwa ini adalah sebuah penginapan. Tapi dengan yakinnya kami pencel bel yang ada di sana dan terdengar suara sayup memerintahkan kami untuk masuk.
    • Check in 5footway Inn.
    • Pengelola penginapan di Singapura ternyata sangat taat aturan. Berbeda dengan di Malaysia, karena ketika booking, kami hanya pesan untuk dua orang. Di malaysia kami boleh masuk kamar, di Singapura kami harus upgrade menjadi tiga orang atau downgrade di dorm, namun tetap dengan denda yang ketika dihitung sama saja harganya. Akhirnya kami upgrade.
    • Masuk kamar no. 6.
    • Tidak lupa kami juga membayar deposit sebesar Rp. 200.000,- karena S$ sudah habis, maka kami deposit dengan IDR.
17:30

Boat Quay ~ Clark Quay ~ Merlion Park ~ Kampong Ayer

  • Setelah bersalin dan membersihkan diri, kami keluar penginapan untuk withdraw karena kehabisan S$ di Clark Quay Central.
    • sightseeing kehidupan malam seputaran Boat Quay dan merlion park.
    • Menuju Lau pa sat untuk mencari makan malam.

    Notis : jangan lupa untuk selalu membawa botol minum sendiri yang diisi air minum dari penginapan.

    Penting : Lau pa sat bukanlah lokasi yang tepat bagi mereka yang Muslim, karena makanan di sana tidak dalam kategori halal. Kalaupun dianggap halal, tetap saja bercampur dengan makanan non halal lainnya. #pengalaman

20:30

5footway Inn

  • Tiba di penginapan dengan pegal-pegal tapi puas.
    • Menikmati penginapan, dengan sightseeing dari teras dengan pemandangan langsung tepi sungai hingga esplanade, Merlion Park dan sekitarnya.
    • Minum teh tarik dari mesin pembuat beragam minuman sepuasnya.
    • Memanfaatkan wifi penginapan.
    • Menggunakan komputer penginapan untuk browsing internet.
    • Tidur.

Kamis, 27 November 2014
05:30

5footway Inn

  • Bangun pagi.
    • Mandi.
    • Sarapan di teras.
    • Menikmati pemandangan dari teras penginapan.

06:00 Boat Quay ~ Merlion Park
  • Kembali menyusuri tepi sungai/river
    side dari penginapan menuju Merlion Park, kali ini menyusuri tepi sungai berbeda alias dari seberang penginapan.
    • Menyeberangi sungai melalui Elgin Bridge.
    • Menikmati wisata sejarah.

08:00

5footway Inn

Kembali ke penginapan dan persiapan untuk check out.
08:30 5footway Inn
Check out.
08:10 MRT Clark Quay ~ China Town ~ Bugis
  • Menuju ke stasiun Bugis untuk membeli makan siang, karena disarankan oleh petugas MRT untuk membeli halal food di seberang Rafles hospital.
    • Membeli makan siang di kedai yang menjual makanan Indonesia, berlokasi dekat dengan Kampung Glam. Tapi tidak sempat berkunjung ke Kampung Glam karena keterbatasan waktu dan hanya sempat melihat kubah mesjid Sultan dari kejauhan.

09:00 MRT Bugis ~ Tanah merah ~ Changi
Bergegas menuju bandara Changi, karena tidak ingin mengalami keterlambatan.
09:30

Changi

  • Masuk bandara.
    • Check in.
    • Makan siang dengan makanan yang dibeli di dekat MRT bugis.
10:45

Changi

  • Masuk imigrasi.
    • Belanja-belanji di duty shop untuk oleh-oleh.

12:30 Troley

Changi

  • Perjalanan panjang menuju platform A16.
    • Mampir di mesin pijat gratis.

13:30 Troley

Changi

Tiba di platform A16, masih ditutup.
13:45

Platform A16

  • Sudah cepat-cepat berjalan, ternyata platform A16 baru dibuka setelah kami menunggu + 10 menit.
    • Pemeriksaan bagasi.
    • Minum air yang tidak boleh dibawa masuk.
    • Kongkow-kongkow menunggu boarding ke pesawat.
14:15 Platform A16
Boarding.
14:30 Lion Air Changi ~ Soekarno hatta
Take Off.
15:00

(waktu Indonesia bagian barat)

Lion Air Soekarno Hatta
Landed.
15:15 Soekarno Hatta
Makan junkfood di aw.
16:00 Damri Soekarno Hatta ~ Beos
  • Menuju stasiun kota untuk meneruskan perjalanan ke rumah.
    • Macet parah.
17:30 Damri

Beos

  • Tiba di stasiun kota.
    • Beli tiket kereta menuju Bojong Gede.
18:15 Commuter Line Beos ~ Bojong Gede
Tiba di stasiun dengan iringan rintik hujan.
19:30 Angkot 117 Bojong Gede ~ Inkopad
Menuju home sweet home.
20:30

Inkopad

Tiba di rumah dengan sumringah.