Sepeda tanpa standar

abang aji selalu meletakkan sepedanya dengan cara digeletakkan begitu saja, padahal sudah dipasang standar agar sepeda bisa diletakkan berdiri. karena jika digeletakkan begitu saja bisa merusak cat sepeda, terlebih lagi makan tempat. mungkin karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama maka abang aji dengan yakinnya menggeletakkan begitu saja, walau diberitahu bagaimanapun tetap saja digeletakkan lagi. sudah banyak jurus yang dilakukan agar abang aji mau menggunakan standar sepedanya, tapi tetap saja tidak mempan.

perilaku abang aji ini sepertinya mendapat pembenaran setelah saya membeli sepeda baru bergenre mtb. beberapa minggu yang lalu saya membeli sepeda, dan anehnya tidak ada standarnya. penjualnya bilang memang tidak ada karena sepeda yang saya beli adalah mtb. Apa bedanya sepeda mtb dengan sepeda lainnya?

setelah di rumah, dilihat-lihat ternyata sepeda ini menyediakan bracket untuk standar. jadi jika saya beli standar bisa dipasang di situ. Karena kesibukkan maka standar belum terbeli. sabtu 5 Maret 2011, kebetulan teman-teman dari gowel mengajak jalan ke satu spot yang disebut km0. Kebetulan pula hari itu saya available, maka berangkatlah hari itu bersama rombongan. selama bersama teman-teman saya perhatikan tidak ada satupun dari sepeda mereka yang memakai standar. ada satu yang pakai standar dan menjadi bahan ceng-cengan alias diketawain.

Ini membingungkan. bukannya bagus pakai standar? atau sayanya yang ketinggalan jaman. singkat cerita sampailah kami di lokasi. dan memang begitulah adanya, di sana tersedia bambu yang dibuat layaknya jemuran baju tapi lebih pendek. dan seperti juga jemuran, bambu ini digunakan sebagai standar sepeda dengan cara menggantungkan sepeda tepat di bawah sadelnya. Seperti ini penampakannya :

 

 

Diterbitkan oleh komuter

seorang komuter yang wara-wiri antara rumah @Parung dan kantor @Cinere. mobilitas dibantu oleh dua tunggangan setia secara bergantian : smash 2004 dan xtrada2011. sekarang ganti dengan Mio Z karena smash ditabrak ma' ma' sen kiri belok kanan.

35 tanggapan untuk “Sepeda tanpa standar

  1. Bagus juga mas kalau sepeda enggak ada standarnya, lebih minimalis gitu. 🙂
    Kalau enggak ada bamboo itu ya disandarin ke tembok, pohon, atau mobil orang. Eh!

  2. kalo saya sepedanya sudah standar bawaan secara sepedanya peruntukannya untuk santai,, kalo junior lagi senang2nya dengan gembok sepedanya karena di sekolah kalo ga digembok, itu sepeda jalan2 mulu dabawa teman2, kakak kelas 😀

  3. Lucu banget sih sepedanya digantung kaya gitu. Seperti mau dijual saja. Kalau aku juga merasa aneh kalau sepeda tidak ada standarnya. sayang kan kalau hanya digeletakkan begitu saja

  4. Wah saya malah baru tahu kalo sekarang sepeda2 udah gak pake standar lagi. Ktahuan sudah berapa lama tak bersepeda.
    Kalau model gantungan begitu, bagus sih, jadi roda tidak terbebani berat sepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: