mengisi

selesai lebaran, kembali pada aktifitas sehari-hari. terakhir posting mengenai berbahayanya atau tidak sehatnya bersepeda di jalan-jalan ibukota Jakarta. bukannya mengatakan bahwa bersepeda tidak bagus, namun akan lebih baik jika memilih tempat untuk bersepeda seperti di Monas atau Senayan.

setelah bersepeda, komuter kembali pada roda dua kesayangan, tumpuan hidup dan harapan. sang roda dua sudah berumur enam tahun pada tahun ini, dan sudah perpanjang stnk satu kali tepat pada ulang tahunnya yang ke 5.

terakhir tanggal 25 September 2009 kemarin, komuter bawa ke berres alias bengkel resmi untuk Suzuki. sang roda dua di servis besar. selama ini hanya servis rutin saja sebulan sekali. untungnya, mekanik bilang sang roda dua baik-baik saja alias tidak ada yang perlu diganti. hal ini pasti karena selalu servis rutin setiap bulan.

untuk diketahui, setiap hari senin ~ jumat selalu komuter gunakan untuk berangkat dan pulang kerja. dengan jarak tempuh + 80 .. 90 km/hari. belum termasuk, pada sore hari saat di rumah, ada saja keperluan yang mengharuskan penggunaan sang roda dua. sabtu ~ minggu pun ada saja keperluan yang membuat sang roda dua berpacu di jalan hingga menempuh jarak yang sama seperti hari kerja setiap minggunya.

komuter tidak menyangka bahwa mesin sang roda dua begitu sehatnya. padahal penggunaan sehariannya cukup berat. yang tidak terawat dari sang roda dua adalah bodinya. bukannya malas mencuci, tapi masa sih harus dicuci tiap hari ? selain tidak sempat, juga waktunya sangat sempit. komuter juga khan butuh istirahat.

setelah servis besar, komuter penasaran dengan hasil servis yang menyatakan bahwa mesin motor sangat sehat. maka hari sabtu, 26 september 2009 tepat pukul 09.00 wib, pergi ke Puncak berboncengan. dari komplek Inkopad – Parung bergerak ke arah stasiun Bojong gede, lanjut Pemda Cibinong. mentok Jalan Raya Bogor belok kanan arah Bogor. masuk Sentul melewati terowongan tol jagorawi tembus gerbang sirkuit Sentul, belok kanan. komuter lupa lagi jalurnya, tapi yang pasti tembus-tembus di Gadog.

untuk yang kendaraannya kurang laik jalan atau ragu-ragu lebih baik lewat jalur biasa, yaitu melalui terminal baranang siang, tajur terus ke atas. karena melalui sentul, kemiringan jalan sangat curam. untung roda dua milik komuter sudah servis besar, dengan mudah melahap curamnya jalan. melihat motor yang lain, termehek-mehek hingga motor 4 tak mengeluarkan asap dari knalpotpun, tetap tidak bisa nanjak.

pulang dari puncak, penggunaan bahan bakar ternyata lumayan irit. wow…. padahal roda dua sengaja diservis besar karena ingin jual untuk ganti yang baru. sekarang kalau dijual malah timbulnya jadi sayang.

jual ga’ yah ??