saatnya waktu sendiri-sendiri

Baru kenal dengan kata “me time” belum lama atau sekitar satu tahunan. Biasanya diposting oleh perempuan. Entah itu perempuan bekerja di luar rumah atau bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apakah saya yang tidak pernah baca atau tidak pernah lihat, tapi hingga sekarang belum pernah tahu ada pria yang up date status “me time”.
Lain halnya di dunia nyata. Mengambil contoh dari teman-teman sekantor atau sekomunitas, kebanyakan dari teman pria yang cerita bahwa kegiatan sabtu minggu biasanya mancing. atau nongkrong bareng temen sesuai hobi. Menurut saya itu sama saja me time.
terus muncul lagi kuot “saatnya waktu sendiri-sendiri”. mungkin ini sama dengan me time, hanya dari versi bahasa Indonesia terjemahan bebas.
kenapa mesti sendiri-sendiri??
Dalam satu keluarga inti (ayah ibu anak) masing-masing memiliki interest yang berbeda, sudah pasti. tapi haruskah dengan cara “me time”? atau “saatnya waktu sendiri-sendiri”?
jiwa petualang saya seringkali timbul acap setelah browsing internet dan menyaksikan lokasi-lokasi wisata nan indah asri. keinginan get lost muncul dengan kuat bahkan hampir setiap pulang kantor ambil jalan yang berbeda setiap harinya walau hanya berbeda satu gang saja. harapannya bisa melihat hal-hal baru.
Kadang menjelang pulang kantor terdadak lapar yang segar-segar. Akhirnya diputuskan nanti di tengah perjalanan akan mampir nge’bakso’ atau mie ayam. Tapi keinginan itu selalunya tidak pernah terlaksana. padahal sepanjang perjalanan pulang sudah mendeteksi lokasi tukang mie ayam atau tukang bakso. tiap kali melewati rombong bakso atau mie ayam, keinginan untuk mampir surut dengan sendirinya. rasanya ada yang terhilang dan rasa aneh menikmati jajan bakso sendiri.
Ingin nge’camp’ di hari libur terus saja tidak bisa. tidak tahu kenapa tidak pernah bisa abai dengan kehadiran keluarga. selalu ingin bersama. kemana-mana bersama. “Me time” juga bersama-sama.
“Saatnya waktu sendiri-sendiri” juga dilakukan bersama-sama. kalau beneran sendiri, rasanya …… gimana gituh.
me time yuks :V ::kedipkedip::

Diterbitkan oleh komuter

seorang komuter yang wara-wiri antara rumah @Parung dan kantor @Cinere. mobilitas dibantu oleh dua tunggangan setia secara bergantian : smash 2004 dan xtrada2011. sekarang ganti dengan Mio Z karena smash ditabrak ma' ma' sen kiri belok kanan.

2 tanggapan untuk “saatnya waktu sendiri-sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: