selesai. kemudian apa?????

ramadhan telah selesai. pun lebaran yang dinanti telah terlewati. kemudian apa??

banyak hal yang selesai dan saya anggap telah selesai hingga hari ini. peranggapan ini didasari oleh keinginan untuk memulai lagi segala sesuatunya dari nol. dari jiwa yang putih bersih. dari satu sudut pandang yang menyatakan bahwa semua baik. dan kebaikan itu harus dipertahankan dengan menempuhi satu jalan yang benar. jalan yang benar itu ternyata bukanlah jalan yang lurus, tapi berkelok-kelok, tandjakan turunan, menyempit melebar, variasi godaan, bahkan tidak sepanjang jalan mulus. tapi ada juga gelombang dan lubang yang terlihat hingga menjebak.

usaha menempuhi jalan yang benar itu terkadang menyenangkan tapi lebih banyak melelahkan. lelah karena harus selalu waspada. ingat dengan rambu-rambu yang ada. tidak boleh serobot. harus sabar terhadap godaan. tidak boleh menyalip dalam antrian. muatan tidak boleh melebihi kapasitas (saipul jamil: 1syawal 1432H) dan larangan serta perintah agama lainnya yang harus diketahui kemudian dipatuhi.

jalan yang menyenangkan itupun bukan berarti akan menjadi jalan yang benar. jika terlena akan pemandangan yang indah. kemudian tidak melihat ke arah depan maka kemungkinan besar akan menabrak sesuatu atau ditabrak. atau bertemu turunan yang cukup panjang dan tidak perlu gowes. padahal sudah menjadi hukum alam, ada siang ada malam. ada turunan ada tandjakan. jika terlena pada satu turunan, maka bersiaplah akan adanya tandjakan.

akhirulkalam minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir batin (disudahi karena banyak kerjaan)