komuter

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘ibsn’

IBSN : nyate

In ibsn on November 21, 2011 at 10:17 am

hari minggu 20-11-2011 kami memutuskan untuk nyate. rencananya sudah lama. pencetusnya abang aji. mungkin karena melihat tetangga pada nyate setelah dapat daging kurban. berhubung kegiatan nyate juga sangat menyenangkan karena dipastikan tidak menghabiskan waktu keluar rumah dan banyak waktu di rumah maka kami memutuskan nyate di teras. bahan satenya adalah ayam dan sisa daging kambing yang didapat dari kurban.

karena abang aji yang mencetuskan keinginan nyate, maka kami memberdayakannya untuk bekerja maksimal dalam nyate. bagi kami ini, media pembelajaran juga agar dalam melakukan sesuatu harus dikerjakan hingga tuntas dan baik. kami memang selalu berusaha untuk mendidik anak dengan cara langsung praktik dengan contoh terdekat yaitu kami sekeluarga.

mari :

IBSN : aktif menulis….. apakah sekarang saatnya??

In ibsn on November 1, 2011 at 7:59 pm

menulis sekarang bagi saya sekarang ini mirip dengan peribahasa “besar pasak daripada tiang”. selalu ada saja keinginan untuk menulis. dan hebatnya lagi saya selalu mendapat ide-ide dalam menulis. sayangnya ide tersebut datang di kala saya dalam kondisi dan situasi tidak memiliki akses atas media rekam seperti kertas atau gadget.

kemudian yang paling menyesakkan dada adalah ketika diluangkan waktu untuk berada di depan komputer, maka ide-ide atau kumpulan kosakata berwujud rangkaian kalimat yang berdasar atas kejadian yang saya imajinasikan dari pengalaman hidup sebelumnya menghilang tak berjejak.

sudah lama kondisi seperti ini saya alami. padahal berada di depan komputer, mengetikan sesuatu yang kemudian menjadi bermakna karena dikomentari oleh teman adalah satu kegiatan menyenangkan. saya selalu ketagihan karenanya (selain bersepeda).

tak diduga tak dinyana, muncul teman lama yang ternyata disebutkan sebagai kyai yaitu kyai Heri Cahyo. saya tidak pernah berinteraksi lagi secara intens dengan beliau karena beliaunya jarang muncul di blog. padahal dulu walau sudah punya FB, saya tidak tertarik ber FB dan masih sering nulis di blog. lama kelamaan mood saya untuk menulis menjadi hilang. mungkin karena teman-teman semacam pak Her Cahyo sudah tidak pernah atau jarang nongol lagi di komen blog saya.

kalau diceritakan cukup panjang juga perkenalan saya dan genk IBSN nya pak Heri Cahyo. saya paling bangga jika sudah menuliskan postingan dengan menggunakan tag atau kategori IBSN. sekarang kebanggan macam apa yang bisa saya tampilkan di blog, sepertinya sudah tidak ada. dan pak Heri Cahyo sepertinya sudah lama menyadari hal ini.

tiba-tiba saya lupa tanggal dan harinya tapi terjadi minggu kemarin ketika pak Heri Cahyo mengajak saya untuk ikutan genk nya lagi tapi kali ini bukan blog melainkan di FB.

PNBB alias proyek nulis buku bareng. genk barunya pak Heri Cahyo. saya banyak terpikir untuk ikutan atau tidak. karena otak ini sudah mentok dalam hal tulis menulis, apalagi kalau barengan.

mudah-mudahan keikutsertaan saya di genk ini bisa mencairkan dan menghilangkan blokade dalam otak saya untuk bisa menulis lagi dengan lebih aktif.

yuu teman-teman !! mulai menulis lagi.

selesai. kemudian apa?????

In b2w, sepeda, sharing on September 7, 2011 at 1:16 pm

ramadhan telah selesai. pun lebaran yang dinanti telah terlewati. kemudian apa??

banyak hal yang selesai dan saya anggap telah selesai hingga hari ini. peranggapan ini didasari oleh keinginan untuk memulai lagi segala sesuatunya dari nol. dari jiwa yang putih bersih. dari satu sudut pandang yang menyatakan bahwa semua baik. dan kebaikan itu harus dipertahankan dengan menempuhi satu jalan yang benar. jalan yang benar itu ternyata bukanlah jalan yang lurus, tapi berkelok-kelok, tandjakan turunan, menyempit melebar, variasi godaan, bahkan tidak sepanjang jalan mulus. tapi ada juga gelombang dan lubang yang terlihat hingga menjebak.

usaha menempuhi jalan yang benar itu terkadang menyenangkan tapi lebih banyak melelahkan. lelah karena harus selalu waspada. ingat dengan rambu-rambu yang ada. tidak boleh serobot. harus sabar terhadap godaan. tidak boleh menyalip dalam antrian. muatan tidak boleh melebihi kapasitas (saipul jamil: 1syawal 1432H) dan larangan serta perintah agama lainnya yang harus diketahui kemudian dipatuhi.

jalan yang menyenangkan itupun bukan berarti akan menjadi jalan yang benar. jika terlena akan pemandangan yang indah. kemudian tidak melihat ke arah depan maka kemungkinan besar akan menabrak sesuatu atau ditabrak. atau bertemu turunan yang cukup panjang dan tidak perlu gowes. padahal sudah menjadi hukum alam, ada siang ada malam. ada turunan ada tandjakan. jika terlena pada satu turunan, maka bersiaplah akan adanya tandjakan.

akhirulkalam minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir batin (disudahi karena banyak kerjaan)

#indonesiajujur : saat menandjak

In b2w, ibsn, sepeda, sharing on Juni 11, 2011 at 5:53 pm

bahwa wisata ke puncak bogor adalah menyenangkan, pasti benar!!! sepanjang jalan dapat melihat pemandangan yang hijau-hijau dengan jalan yang berkelak-kelok. sejak kecil dibawa wisata ke puncak, hingga sekarang sudah membawa anak ke puncak, tetap saja tidak ada bosannya.

tapi tahukah anda bahwa wisata ke puncak tidak melulu pakai kendaraan bermotor. jika jeli, sepanjang jalan ke atas, terutama hingga rindu alam atau yang biasa disebut RA, akan banyak ditemui pengendara sepeda yang berwisata menandjak.

tidak terbayang dalam benak saya untuk melakukan penandjakan di puncak menggunakan sepeda. kalau berjalan kaki pernah terpikir, karena jalan yang dilalui sangat indah untuk dinikmati. tapi bagaimana jika sambil gowess sepeda??

setahun belakangan ini saya dapat pencerahan. kembali bersepeda setelah sebelumnya malu karena merasa sudah tua. ternyata pengendara sepeda seusia saya juga banyak. dengan sepeda saya b2w.

kurang lebih enam bulan setelah beraktifitas dengan sepeda, dapat tawaran untuk ngumpul bareng satu komunitas. karena kurang faham lokasi, saya ikut saja. baru ketahuan bahwa lokasi yang dituju berada di ketinggian yang mengharuskan menandjak. sejak saat itu saya jadi sering ikut jalan-jalan melalui kontur jalan yang menandjak.

hal menarik saat menandjak jika dikaitkan dengan kejujuran adalah : tolong jangan jujur!!.

bayangkan bersepeda melewati tandjakan sudah pasti melelahkan. apalagi jika sudah tahu bahwa jalan yang ditandjaki masih jauh. pasti berpengaruh pada psikologi, ujung-ujungnya nyali jadi ciut. anehnya lagi, walau sudah tahu bahwa jalan menandjak masih jauh, tapi masih saja bertanya pada teman sesama gowess, yang lagi ngos-ngossan.

saat bertanya pada teman, “masih jauh?”, usahakan jawab “sedikit lagi”. walaupun masih jauh, karena pada dasarnya sudah sama-sama tahu jarak dan lokasi.

saat melihat teman yang sudah mulai menurun gowesannya, ucapkanlah “tandjakannya abis, di depan sudah datar”. walau tandjakan masih berlangsung hingga kaki langit.

bagi saya, jujur adalah wajib. dengan disesuaikan pada situasi dan kondisi kapan harus jujur.

pertanyaannya sekarang adalah : kapan harus jujur??

seharusnya jawabannya adalah : setiap saat.

apapun, kapanpun, bagaimanapun, siapapun, dimanapun sudah seharusnya kita mengucapkan dan melakukan kejujuran.

saya dengan keterbatasan sebagai manusia lemah tak berdaya, menyuarakan dukungan terhadap Ny. Siami yang berusaha jujur dalam menyikapi keinginan pihak sekolah dan para wali murid yang ingin menyontek pada anaknya.

mari nandjak dengan jujur (bisa ga’?)

.

.

.

yuks dukung kejujuran :

http://www.bincangedukasi.com/indonesiajujur-suarakan-dukunganmu-akan-kejujuran.html

> Ny. Siami, Si Jujur yang Malah Ajur > http://bit.ly/l3Is4t
> Orang Tua AL Minta Maaf, Diteriaki Wali Murid “Tak Punya Hati Nurani” > http://bit.ly/iJvGCj
> Diusir, Ny. Siami Akhirnya Kosongkan Rumah > http://bit.ly/jvQX2O

tersadarkan

In ibsn, sharing on Juni 10, 2011 at 10:14 am

terbaca satu postingan di satu blog milik anak muda yang terpaut usia jauh dengan usia saya (yang lumayan sudah banyak). saya ingat awal-awal kenal dengannya sekitar dua atau tiga tahun lalu. anak muda ini masih sekolah (SMU/SMA) saat itu, tapi semangat menulisnya sangat menginspirasi saya karena menurut saya kosa kata dan kalimat yang digunakan sangat optimal sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

hari ini saya jualan dan dan tanpa sengaja, kembali mengunjungi blognya yang di desain dengan sangat sederhana namun betul-betul/sangat-sangat menunjukkan identitas dirinya. antara saya dan dirinya memiliki kesamaan yaitu sama-sama simpel (menurut saya). hal ini terlihat dari theme blognya yang sederhana tanpa banyak plug in atau add on atau apalah itu. tapi yang membedakan adalah, anak muda ini dengan jelas dan gamblangnya menunjukkan dirinya dengan apa yang disukai yaitu kecintaannya pada alam terutama kehijauan dedaunan. sementara saya…. simpel ya simpel, selesai.

dan isi postingan. kesamaan antara saya dan dirinya adalah sama-sama menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sendiri dan tidak terlalu banyak bercerita mengenai sesuatu yang benar-benar jauh dari kehidupan yang dialami ketika menulis. perbedaannya adalah kalau saya menulis hanya agar orang lain atau saya sendiri saat membacanya tahu bahwa saya telah melalui kehidupan itu titik. dengan simpel bahkan saking simpelnya saya gunakan gambar dengan sedikit kata. berbeda dengan anak muda ini, justru gambar hanyalah pelengkap (jika ada). lebih banyak menggunakan kata yang kemudian rangkaian katanya menjadikan satu gambaran di kepala pembacanya hingga jelas tersampaikan isi dari keinginannya dalam tulisan.

kebanyakan setelah membaca tulisannya saya jadi malu sendiri. kok bisa sih. seorang anak yang berusia setengah dari usia saya mengalami kemajuan yang begitu pesat dan terlihat jelas progress reportnya yang menaik mulai awal menulis hingga sekarang ini. sementara saya fluktuatif.

selain bersepeda

In blogor on Januari 20, 2011 at 11:40 am

berkesempitan

In bahasa, biker, jalan on Juli 24, 2010 at 5:03 pm

waduh… lama tidak hadir di sini, kangen beud…

langsung saja, kegiatan sekarang :

1. kerja pindah bagian. sekarang di bagian SIMAK BMN –> sistim informasi manajemen akuntansi barang milik negara. kegiatannya mendata semua barang yang dimiliki negara dan digunakan oleh kantor untuk dilaporkan ke instansi yang terkait.

2. kebagian mengelola server jaringan juga. berhasil memblok akses untuk situs porno. banyak yang marah karena tidak bisa lagi akses situs pavoritnya, tapi bodo amat. sekarang sudah tidak pegang jaringan lagi.

3. kelas bahasa Jepang sudah dibuka. sibuk bikin lesson plan. mengajarnya gampang, bikin lesson plannya yang pusing………..

4. setiap hari pulang pergi kerja menggunakan sepeda. bike to work <– kerrrreeennnnn –> jalur tempuh : Parung - pengasinan - sawangan - parung bingung – limo/meruyung – cinere – pondok labu. jarak tempuh : -/+ 20 km

5. kuliah s2 –> sangat melelahkan……

oke dehhhhhhh, see you….

IBSN : sedia jas hujan sebelum hujan

In ibsn, jakarta, pengendara on April 13, 2010 at 10:16 am

Bagaimana jika kendaraan yang sudah menemani selama lima tahun lebih tiba-tiba menjadi terlihat baru kembali. bukan karena memiliki jiwa artistik yang tinggi, namun hanya keadaan yang mengharuskan sedikit kreatif agar tunggangan yang selama ini menemani menjadi enak dilihat.

Tidak bisa dipungkiri, usia sangat berpengaruh terhadap tampilan tunggangan. Karena setiap hari dipakai wara-wiri keliling Jakarta bahkan hingga Cianjur saat bulan madu yang kesekian bersama kekasih hati, maka sudah pasti dari segala segi apapun, tampilan tunggangan pasti akan merosot.

Untuk mesin, untunglah selalu terawat dengan baik karena rutin servis setiap satu bulan sekali. Tidak pernah terpikir untuk mengecek odometer perbulannya. Pokoknya minggu pertama awal bulan sudah harus masuk bengkel resmi untuk servis rutin.

Kembali lagi pada tampilan. Jalan-jalan di Jakarta yang sangat-sangat tidak mulus telah membuat kesing bodi menjadi hancur-hancuran, terutama setiap kali selesai servis rutin, ada saja kesing bodi yang tidak terbaut dengan baik. Sehingga ketika melewati sedikit guncangan, kesing bodi tersebut menjadi patah karena tidak kuat menahan getaran dan guncangan.

Setela dua kali ganti kesing bodi belakang kiri dan kanan, kali ini tidak lagi ganti, tapi langsung saja chopp bagian yang patah, kemudian disamakan kiri kanan. Setelah itu dengan sedikit keberuntungan patahan tadi dapat tertutupi dengan ditambahkan bagasi samping berbentuk bulat. Entah akan sampai kapan bagasi samping bulat itu bisa bertahan disana, karena saat ini penggunaan bagasi samping seperti ini sudah ketinggalan zaman.

Setelah beli dan pasang, sekarang mikir-mikir, kira-kira akan diisi dengan apa ya ?? karena ternyata walau terlihat cukup besar tapi volumenya kecil sekali. Hanya cukup untuk satu pasang jas hujan. Tapi sudahlah, daripada tidak ada tempat untuk membawa jas hujan.

Jas hujan dan motor seharusnya menjadi satu kesatuan seperti halnya penggunaan helm. Pemanasan global telah merubah iklim cuaca terutama di Jakarta ini. Banyak yang bilang, sebenarnya sekarang musim apa sih, sebentar panas sebentar hujan. Tidak ada prediksi yang tepat jika berbicara tentang hujan. Oleh karena itu membawa jas hujan kapanpun bepergian dengan menggunakan motor, jas hujan menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibawa.

Adalah sangat menyebalkan di saat sedang berkendara, hujan turun dengan tiba-tiba. Lebih menyebalkan lagi, sedang lucu-lucunya hujan yang mengguyur, tiba-tiba jalan menjadi macet. Ternyata banyak pengemudi kendaraan roda dua yang sangat-sangat ‘BOTOL’ alias bodoh dan tolol. Karena mereka tidak membawa jas hujan dan dengan seenaknya berteduh sementara motornya diparkir saja hingga meluber menghabiskan semua lajur dan jalur jalan.

Ini sekedar saran kepada pihak yang berwenang seperti institusi kepolisian, agar saat hujan berlangsung tilanglah para pengendara motor yang seenaknya meninggalkan motor dan berteduh. Sementara pengguna jalan lain harus sabar terutama para pengguna motor yang memakai jas hujan akhirnya menjadi percuma menggunakan jas hujan, karena setelah pakai jas hujan tidak bisa jalan juga. Jalan tertutup oleh mereka yang berteduh dengan sembrono.

——————————————————————————————————————————————————————————————————

update :

eh dapat KaBe dari seseorang ……………

Berbagi (di) jalan

In ibsn, sharing on Maret 31, 2010 at 7:49 am

“ini om, grup BB yang di Bekasi” kata seorang keponakan sambil menunjukkan BBnya. Komuter hanya melihat sebentar. Tidak mengerti. Komuter tidak pernah pakai BB. Selain mahal, juga tidak memiliki kepentingan. Cukup pakai nokia jaman baheula. Yang penting bisa sms bisa telpon.

Percakapan di atas terjadi saat keponakan datang berkunjung untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya mertua yang biasa disapa ‘mbah uti’.

Mbah uti meninggal di usia yang ke 63 tahun. Macam-macam penyakit yang mendera tubuh rentanya. Bahkan dokter tidak bisa memberikan diagnosa atas penyakit saat kami meminta penjelasan. Mungkin dokter mengerti bahwa secara medis, mbah uti hanya tinggal menunggu waktu, namun tidak bisa berterus terang kepada kami para ahli waris.

Tepat tanggal 18 maret 2010. Mbah uti menghembuskan nafas terakhir. Lepas sehari tepat di tanggal pernikahan komuter dan putri kesayangannya 17 maret 2010. Sepuluh tahun yang lalu di tanggal tersebut, komuter dan kekasih hati bersanding di pelaminan sebagai raja dan ratu sehari.

Perjalanan mengantar jenazah dari mesjid setelah dishalatkan menuju pemakaman adalah perjalanan panjang yang singkat. Iring-iringan kendaraan dapat melaju tanpa harus terhambat oleh rambu lalu lintas. Pun demikian, ada saja pengguna jalan lain yang tidak memberi jalan. Sehingga iring-iringan terpaksa berhenti di suatu tempat karena tidak dapat lewat. Seperti di suatu tikungan seseorang berhenti tepat ditikungan. Walaupun menyebabkan kemaceten terutama menahan iring-iringan pengantar jenazah, supir mobil tersebut bergeming tidak menjalankan kendaraannya. Terpaksa iring-iringan berjalan di jalur kanan yang berlawanan arah. Itupun tersendat-sendat karena sempitnya jalan dan kendaraan dari arah berlawanan.

Perjalanan mengantar jenazah adalah perjalanan penuh dilemma. Di satu sisi, jenazah harus diantar tanpa berhenti. Apapun kondisi jalan, mobil pengantar jenazah tidak boleh berhenti. Di sisi lain, para pengguna jalan lainpun butuh jalan. Terjadilah konflik kepentingan. Entah bagaimana memecahkan masalah ini. Setiap orang merasa paling berhak menggunakan jalan.

Komuter pernah berkendara menggunakan roda dua berboncengan dengan kakak perempuan dan keponakan perempuan. Kondisi jalan yang kami lewati relatif sepi, karena walau termasuk jalan utama, jalan yang sedang kami lalui terletak di pinggir kota kecil. Tepatnya kota Depok arah menuju Pondok Rajeg.

Jalan yang besar dan sepi seharusnya menjadi dambaan setiap orang yang sedang mengantar jenazah. Tapi ketamakan manusia akan kekuasaan tak pernah terpuaskan. Kami berpapasan dengan para pengantar jenazah dari arah berlawanan. Lebar jalan + 4 meter terbagi dua seharusnya cukup bagi iring-iringan jenazah. Tapi tidak bagi para anak muda pengantar jenazah. Komuter yang berkendara di pinggir jalan di arah berlawanan disabet menggunakan kayu berbendera kuning. Entah apa yang ada dalam benak mereka. Tapi yang pasti komuter tidak terima dan menghentikan mereka. Sempat terjadi cekcok yang untungnya tidak berujung pada pengeroyokan. Komuter dikelilingi mereka dengan wajah beringas. Argument mereka adalah kami harus menghormati orang yang meninggal dan tidak menghambat perjalanan mereka. Yang jadi pertanyaan adalah ‘apanya yang menghambat?’ padahal seyogyanya mereka bisa menghormati hak orang yang masih hidup. Dengan lebar jalan 4 meter, dalam kondisi sepi, apakah tepat menganggap pengendara lain terutama yang berlawanan arah, menghambat perjalanan mereka.

Komuter berharap, apapun kondisinya, marilah saling menghargai hak para pengguna jalan lainnya. Lihatlah apakah kita menghambat perjalanan orang lain atau orang lain menghambat perjalanan kita. Jangan mentang-mentang memiliki mobil, kemudian bisa berhenti seenaknya atau mentang-mentang berjalan beriringan berramai-ramai, maka pengguna jalan lain dianggap sebagai penghalang.

IBSN : mengantuk

In ibsn, jalan, pengendara on Maret 8, 2010 at 12:38 pm

Seminggu lebih menghadapi saat-saat melelahkan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. minggu-minggu itu belum lewat dan entah akan dijalani sampai kapan, tapi tahap demi tahap telah terjalani.

yang masih akan dijalani adalah kehidupan ganda. pagi sampai siang kerja seperti biasa. sore pulang kerja ke rumah sakit jenguk mertua (mbah uti). malam sampai pagi berduaan saja dengan anak semata wayang si abang aji.

biasanya semua-semua diurus oleh istri tercinta. tapi seminggu lebih belakangan ini, mami lebih banyak mengurus mbah uti di RSPAD. akhirnya kegiatan mengurus abang aji menjadi tanggung jawab komuter sebagai papi teladan secara keseluruhan.

konsekwensi dari hari-hari yang berat dan melelahkan itu adalah; tubuh jadi kurang bugar. cenderung mengantuk. padahal kalau dihitung-hitung, jam tidur tidak berkurang. mungkin bukan sekedar kuantitas tidur yang menentukan, tapi juga kualitas. abang aji masih sering ngompol. kena deh malam-malam bangun gantiin celana.

cerita di atas hanya sekedar pembenaran saja. yang ingin dibahas di sini adalah mengantuk saat berkendara.

mengantuk saat berkendara ternyata jauh lebih berbahaya dibanding hal-hal berbahaya lainnya. karena pengendara cenderung mengabaikan rasa kantuknya dan kebanyakan berpikir, hanya kantuk, yang penting tidak tidur saat berkendara. dan tidak tahu tingkatan kantuk ketika sudah membahayakan.

Berkendara di waktu malam, mungkin sudah ada persiapan. biasanya dengan supir cadangan. saat kantuk mulai menyerang segera bergantian. bagaimana jika berkendara saat waktunya matahari harus bersinar. kodrat manusia melakukan aktifitasnya.

menguap untuk menarik lebih banyak oksigen ke otak, adalah tanda awal dari kantuk. Kemudian mata mulai terasa berat dan sepat seperti rasa salak yang tidak manis. pada tahap ini kesadaran akan rasa kantuk terbentuk. tetapi dengan menambah sedikit kecepatan untuk meningkatkan konsentrasi berkendara, kesadaran akan rasa kantuk diabaikan.

mata yang sepat, leher yang pegal, kepala yang terayun pertanda serangan tidur mikro menyerang. tidur mikro adalah periode tidur sekejap yang biasanya tidak disadari. dalam kecepatan berkendara, waktu sekejap saja sudah dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa orang yang mengalami tidur mikro sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya tertidur, padahal rekaman video membuktikan sebaliknya.

kejadian yang menimpa komuter kemarin ketika pulang dari rumah sakit. konsentrasi berkendara jadi hilang. cenderung bengong dan tidak fokus. hampir saja bertabrakan dengan kendaraan lain yang nyelonong sembarangan.

ini beberapa tips berkendara saat kantuk menyerang (hasil browsing):

  1. Tidur. (paling ampuh) karena obat kantuk yang paling mujarab adalah tidur.
  2. Berhenti berkendara. cobalah untuk minum minuman yang mengandung kafein. (Untuk yang mempunyai pantangan terhadap kafein jangan mencoba cara ini).
  3. Biasanya minuman berkafein membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mulai masuk ke dalam aliran darah dan efeknya mulai terasa. Gunakan waktu tersebut untuk istirahat atau tidur.
  4. Tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan.
  5. Berkendaralah di saat kondisi biasanya kita terjaga dan tidurlah di saat dimana biasanya kita tidur (tengah malam sampai fajar tiba)
  6. Hindari berkendara di saat-saat biasanya kita mengantuk, yaitu setelah makan siang. Usahakan untuk memberikan istirahat sebentar.
  7. Hindari makan terlalu banyak makanan berkabohidrat, gantikan dengan makanan berprotein tinggi.
  8. Jangan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk seperti obat batuk, obat alergi, obat flu dll.
  9. Akan lebih baik, bila saat berkendara anda ditemani oleh penumpang yang selalu terjaga sehingga bisa saling berkomunikasi. Menyalakan radio atau tape tidak dapat menggantikannya, sekalipun dengan volume keras. Karena tidak ada interaksi, berbeda dengan saat berkomunikasi dengan penumpang.
  10. Istirahat setelah berkendara selama 2 jam atau sekitar 120 km. Kemudian lakukan peregangan tubuh terutama bagian leher dan bahu. Dan usahakan untuk berkendara tidak lebih dari 8 jam / hari.

ternyata sebuah perusahaan yang berbasiskan riset telah menemukan sebuah alat pintar yang berbentuk topi. Di dalam topi ini terdapat sebuah alat/sensor yang dapat memindai otak si pengguna topi ini terutama pemindaian otak yang berhubungan dengan masalah mengantuk atau lelah. Bila alat pemindai ini mengindikasikan si pengendara sedang mengantuk maka topi ini akan otomatis mengirim sinyal peringatan ke layar yang ada di mobil agar si pengendara segera berhenti. Atau bisa juga mengirim sinyal langsung ke ponsel si pengendara.

Topi Pintar yang satu ini dibuat khusus untuk para sopir yang bekerja di pertambangan dan telah terbukti bahwa tingkat kecelakaan langsung menurun setelah para sopir menggunakan topi pintar ini.

Penemunya, Australian-based research organization CRC Mining mengharapkan bahwa mereka bisa segera menjual topi ini secara umum dalam waktu dekat.

(upload gambarnya tidak berhasil)

bagaimana ? tertarik….. tapi untuk pengendara roda dua mungkin sedikit modifikasi ya, alias topinya diganti dengan helm.

demikian yang bisa komuter bagi kali ini. semoga postingan ini bisa mengobati rasa kangen terhadap blog yang sudah sempat terabaikan beberapa minggu ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.