1 Februari 2008

Jumat ini rencana berkunjung ke rumah orang tua di Depok setelah pulang kerja. Siang sekitar jam 10-an teman-teman pada ribut cari mobil dan tumpangan untuk pulang padahal jam pulang hari ini-khan pukul setengah empat, Ada apa gerangan?????

Usut punya usut (tanya ama teman) ternyata disuruh stel televisi dan saksikan sendiri, betapa banyak rumah dan gedung yang berdiri megah di antara air yang melimpah di seluruh penjuru Jakarta (bukannya ada air di antara gedung/rumah). Jrenggg …….. alamat harus pulang ke rumah, siapa tau banjir.

Pulang dalam kondisi hujan dengan prediksi dan pemikiran yang matang, tanpa halangan berarti saya segera tiba di 3 kilometer sebelum mencapai rumah dengan selamat dan sukses. Kenapa tidak langsung sukses sampai di rumah. Ternyata banjir sepanjang +/- 2 kilometer membentang mengelilingi jalan menuju rumah. Sudah keliling mulai dari Galur sampai sumur Batu, semua banjir. terpaksa trobos banjir dengan mesin yang menyala dan RPM yang terjaga menjelang sekian meter mencapai ujung banjir, seekor motor menyalib dan jalan di depan saya tanpa mau beranjak menunggingi motor saya, padahal dari awal masuk air, saya sudah jaga jarak dengan kendaraan di depan agar jika mereka berhenti saya masih bisa terus panteng gas. Dan terjadilah apa yang saya takutkan, motor tersebut membelok dengan tiba-tiba, karena kaget saya kendurkan gas motor dan blubbbb ……. motor tewas dengan suksessss.

Terpaksa dorong dengan kondisi jalan yang ternyata naik turun dan melewati ujung banjir ketemu bengkel motor, tanpa berlama-lama ganti busi langsung grennnggg lagi.

Sebenarnya yang saya ingin bicarakan di sini adalah otak pengguna kendaraan terutama motor, apakah mereka tidak pernah berpikir untuk memerhatikan juga motor-motor lain di sekitar mereka. Dengan kondisi banjir seperti itu mereka mendahului kemudian menunggingi motor di belakangnya, itu-khan sama saja cari disumpahin orang. kalo ingin cepat yahh setelah mendahului langsung meninggali, bukan malah menunggingi. maaf kalau saya memarahi dan menyumpahi serta bukannya ingin menggurui, tappiii ….