komuter

jurnal komuter : laporan cuti (VOID)

In jurnal, sharing on November 13, 2009 at 8:01 pm

Cuti dua minggu komuter kemana aja & ngapain ??

Di rumah saja, rehab rumah hingga layak huni. Lokasi rumah di komplek inkopad sasakpanjang tajurhalang bogor.

Layak huni. Selama ini karena jarang ditempati, rumah menjadi rusak. Setiap kali ke sana (bulanan), selalu saja mengepel dari depan ke belakang atau sebaliknya. Karena yang namanya hujan, air pasti masuk. gara-gara setiap ada kebocoran tidak pernah terdeteksi atau malas mendeteksi, akhirnya meluas menjadi bocor yang benar-benar seperti tidak memiliki atap.

Satu-satunya cara memperbaiki adalah dengan cuti panjang + persiapan uang yang banyak. Dari sepuluh tahun menabung, baru sekarang inilah kesempatan itu terwujudkan.

Dengan asumsi yang bermasalah adalah atap, maka komuter berinisiatif untuk membuat atap baru. Atap yang lama tetap, namun di atasnya dibuatkan atap baru. Atap di atas atap.

Kenapa sih tidak memperbaiki yang sudah ada? Komuter melihat (menghitung/mengira-ngira) bahwa jika hanya memperbaiki yang sudah ada, biaya yang dikeluarkan akan sama dengan membuat atap baru. Dan lagi bentuk atap lama memiliki lekuk dan terdapat parit antara loteng dengan atap. Parit inilah biang keladi suksesnya air hujan masuk ke rumah secara berrombongan (bedol desa).

Setelah baca-baca di internet dengan gogling tentunya, komuter mendapat gambaran bahwa :

  • atap yang terbuat dari asbes tidak baik untuk kesehatan. Maka komuter memutuskan untuk mencari bahan atap lainnya (dapatnya atap beton).
  • Ada juga yang menyatakan bahwa jika banyak lekukan akan menyulitkan dalam perawatan. Maka komuter mendesain atap yang hanya lurus saja. Dari belakang tertinggi hingga ke depan.
  • Sempat melirik bahan membuat rangka yang dari aluminium atau sejenisnya. Setelah ditotal, ternyata lumayan mahal. Dan waktunya juga mepet, hingga belum sempat survei ke lokasi toko yang menawarkan jasa pemasangan atap rangka baja ringan ini.

sedikit bermasalah dengan tukang yang malas-malasan kerjanya. padahal borongan selama 10 hari dan dikerjakan selama 11 hari. Dengan harga 10 hari tentunya. Coba kalau kerja giat, maka dalam waktu 8 hari bisa selesai dan uang yang diterima full tentunya.

Atap, komuter dapatkan dari hasil keliling komplek. Atap tersebut adalah atap asli rumah komplek. Para pemilik, entah mengapa merasa tidak srek dengan atap tersebut, dan menggantinya dengan asbes. Saat tanya ke toko bangunan, harga atap tersebut sekitaran Rp. 3.000,- perbuah. Namun yang bekas hanya dihargai setengahnya. Lumayan menekan biaya.

Walau belum sempurna seperti yang diharapkan, rumah sudah layak huni. Dan yang terpenting lagi adalah, sekarang rumah memiliki void. Setelah sebelumnya dengan susah payah mengumpulkan uang untuk membangun kamar mandi dan wc hinggga mirip milik hotel berbintang (cumi = cuma mirip), komuter mengharapkan agar void diadakan tepat di atasnya, agar saat berrendam di bathtube, bisa sambil melihat bintang-bintang di langit. Namun keinginan itu tidak di ACC oleh penguasa rumah sejati, namanya juga komuter cuma ikutan tinggal di sana. Alhasil void diadakan tepat di atas ruang makan keluarga.

Tidak seperti yang diinginkan sebelumnya, void ini tetap diberi atap, karena kalau tidak beratap, pastinya ruang makan akan penuh dengan air hujan. Lumayanlah, punya rumah dengan kamar mandi dan wc bagus, ditambah lagi memiliki void.

Yang kurang apa lagi yah ??????

salam kenal….. (kembalinya sang pengendara)

In pengendara on November 12, 2009 at 8:36 am

baru selesai cuti selama 2 minggu……..

apa khabar teman-temin ??

mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa mengunjungi semua para sahabat yang dengan setia menunggu kedatangan sang pengendara (GR mode on).

mungkin belum minggu ini, karena ada kelas yang sudah ditinggalkan selama dua minggu ini, padahal para murid setia menanti (GR mode on).

oke, demikian perkenalan singkat ini. terima kasih sudah berkujung, salam

terlewatkan…… (GR mode on)

In jurnal, motor on Oktober 28, 2009 at 1:21 pm

pukul 19.51 di parkir mesjid UIN Ciputat. selesai parkir motor, perhatian tertuju pada seorang gadis yang sedang bersusah payah pegang-pegang motornya. komuter tahu gadis yang pastinya mahasiswi ini sedang kesulitan mengeluarkan motornya. padahal tadi komuter lihat tukang parkir yang berwenang datang menggeser motor lain di sebelah motor gadis itu. tapi kenapa gadis itu tetap saja kebingungan.

dengan semangat membantu, komuter bertanya “mau keluar atau masuk?” gadis itu menjawab mau keluar. komuter membantu mengeluarkan motornya dari tempat parkir. saat sedang dikeluarkan, gadis itu mengajak bicara. komuter tidak tertarik untuk mengobrol, karena perut lapar dan sedang dalam rangka menunaikan tugas, yaitu menjemput sang mantan pacar.

apalagi di situ banyak berkeliaran teman kerjanya, kalau mereka atau salah satu dari mereka melihat komuter sedang berbincang dengan gadis muda yang tidak diketahui identitasnya dengan jelas, komuter khawatir akan ada gosip yang menyebar.

kenapa sih, kesempatan selalu datang tidak pada waktunya. coba gadis ini atau kejadian ini terjadi sepuluh tahun yang lalu, saat komuter masih muda belia gagah perkasa. pasti komuter yang ngajak ngobrol duluan. kalau sekarang mah…. maaf yah