komuter

mencoba

In sharing on September 11, 2013 at 8:51 am

minggu yang mendebarkan. dimulai dari hari senin. setelah menunaikan tugas jaga kantor, pukul 08.00 bersegera meninggalkan kantor dan kembali ke rumah. tidak ada yang istimewa di rumah kecuali bertemu dengan mereka yang selalu menjadi motivator dalam menjalani kehidupan. malam seperti biasa, kami tidur beramai-ramai di ruang depan. entah mengapa sudah hampir dua bulan ini kami selalu tidur bersama di ruang depan, sebuah ruangan yang bisa disebut aula jika ini adalah gedung.

sebenarnya sudah dua atau tiga tahun ini abang aji tidur di kamarnya sendiri. itu atas keinginannya sendiri. tapi belakangan ini kami lebih sering tidur bersama di ruang depan. tanpa kami ketahui kenapa. namun memang ada rasa dan keasikan tersendiri jika tidur beramai-ramai. mamieh sempat mengeluh juga dengan kelakuan baru ini. tapi sebenarnya juga senang-senang saja. tidur ramai-ramai di depan tivi itu memang sesuatu.

selasa, tidak jadi berangkat ke kantor. bermula dari abang aji yang belajar matematika dan terlarut hingga melewati jam masuk kantor. sekalian saja tidak masuk karena jika terlambat, maka dikenakan pemotongan. sementara jika tidak masuk juga sama saja. lebih baik tidak masuk seharian. malamnya jemput abang aji yang selesai latihan tae kwon do pukul 22.00 malam. ga’ cape apa bang, latihan sampai jam segituh ??

hari ini , rabu, memulai masuk kantor lagih.

di malaysia

In jalan, sharing on Juli 2, 2013 at 7:14 am

195 204 206 207 215 221 224 226 227 228 229 232 077 080 088 089 091 098 105 117 121 123 066 068 070 073 082 091 093 0781 0791 233 231 230 223 212 204 203 199 198 196 195 190 168

kereta atau mobil

In bahasa, jalan, jurnal, sharing on Juni 28, 2013 at 10:46 am

ada perbedaan kecil yang merepotkan antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia dalam hal penyebutan kendaraan bermotor roda empat yaitu mobil. di Malaysia, mobil disebut dengan kereta. (bagi yang mengerti bahasa inggris bisa langsung geser ke bawah, untuk yang normal akan saya ceritakan dalam bahasa Indonesia sesuai kemampuan saya :plaks:)

karena ini adalah kali pertama saya ke Malaysia, maka sudah pasti masih buta dengan situasi setempat. kemarin bersama dua orang teman yang berasal dari kamboja, kami pergi ke chinatown. berangkat dari ampang point, kami naik bus menuju ampang park untuk berganti dengan kereta. perjalanan lancar saja karena hari sebelumnya sudah pernah pergi ke KLCC.

sampai di ampang park, kami bingung mencari stasiun kereta. karena di Indonesia stasiun sangat mudah dikenali. setelah celingak-celinguk tidak ketemu, kami memutuskan untuk bertanya pada penduduk setempat alias orang Malaysia. ternyata tidak mudah menemukan orang Malaysia di Malaysia. hal ini karena Kuala Lumpur benar-benar mengglobal. banyak turis dan pendatang di sini. untuk lebih memudahkan maka saya bertanya pada pria berseragam yang sepertinya tukang parkir yang menurut saya pasti tahulah situasi sekitar. ternyata dia malah bingung.

teman saya yang berasal dari Kamboja tentu saja mengandalkan saya yang menurutnya pasti bisa bahasa Malaysia, dan tentu saja saya bisa bahasa Indonesia maka bertanyalah saya dengan pasti pada orang yang kami temui tersebut “dimana kami bisa naik ‘kereta’?”

jawabannya …. sudah pasti dia menunjuk ke parkiran mobil dan bahkan memanggil seorang supir taksi untuk kami. wah… tentu saja kami bingung dan menolak untuk naik taksi. kami ingin naik ‘kereta’ bukan taksi. beruntunglah saya teringat bahwa nama keretanya adalah LRT. setelah bertanya di mana stasiun LRT si pengemudi taksi malah bertanya “nak naik ‘kereta’ atau LRT?”

“LRT”. dengan segera dia menunjuk pada bangunan yang tidak mirip sama sekali dengan stasiun dan bertanda wajah berwarna kuning. sesampai di sana cuma ada lift. tapi kami sudah maklum, pastilah lift ini merujuk pada stasiun kereta.

demikianlah jika ingin naik kereta di Malaysia. gunakanlah LRT, lebih dimengerti dibanding ‘kereta’ yang berarti mobil.

Story of the day

Yesterday, my Cambodian friends and I went to Chinatown in Kuala Lumpur. As we know that we came here to study English, so I try to set my mindset to say anything in English. But on the way to Chinatown my friends wanted me to talk in Indonesian language which Malaysian can understand easily if I ask about direction. And I was confused. Actually there are many different between Indonesian language and Malaysian language, even thought our language came from the same Malaya language.

And what I was afraid of is coming. I ask Malaysian where we can find train using Indonesian language ‘kereta’. In indonesian language, ‘kereta’ means train, but in Malaysia ‘kereta’ means car. So, he showed us car park and called a taxi driver. Little misunderstanding here. Luckily I remember the name of the train that use here LRT. Thanks God we were saved. They directed us to subway. Happy ending.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.