komuter

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘taman menteng’

Ta’ gendong kemana-mana…..

In biker, jakarta, jalan, motor, pengendara on Juli 13, 2009 at 8:51 am

Pagi ini, sudah bangun sebelum pukul 05.00. dan seperti biasa dengan rasa pongah dan seabrek sombong, Cuma pipis kemudian balik lagi ke peraduan untuk ngulet. Malah ketiduran. Kaget ternyata sudah pukul 05.31, padahal biasa berangkat dari rumah pukul 05.30 tepat.

Okey…. memang hari ini adalah hari ‘I don’t like Monday’. Tapi tidak harus seperti ini, jadi terburu-buru, mandi di kantor, Cuma sholat subuh saja di rumah. Untung segala perabotan lenong sudah tersiapkan hanya tinggal pakai dan bawa plus penambahan CD untuk ganti nanti.

Dalam perjalanan setelah melewati Taman Menteng, naik jembatan …… , turun jembatan ….. , memasuki kuningan ujung jalan Rasuna Said. Jalan terbelah dua, lurus terus untuk kendaraan roda empat, roda dua dan angkutan umum masuk lajur kiri. Menjelang belok kiri ke jalur lambat, komuter melirik ke kanan. Layaknya pesawat stealth milik Amerika, sesosok motor polisi yang dinaiki oleh polisi tentunya melewati tunggangan komuter, halus tanpa suara. Komuter mengikuti dengan pandangan mata karena motor itu terus melaju di lajur untuk kendaraan roda empat. Boleh dibilang saat itu juga komuter teringat dengan anggunnya angsa yang tengah berenang di taman sebuah surga di kedalaman danau dengan bunga lotus di sekeliling. Anggun sekali.

Komuter kesiangan, karena itu memacu smash dengan kecepatan tertinggi yang bisa didapat. Namun motor angsa itu….. hanya dalam sekejapan mata, tidak lebih dari sepeminuman teh, bahkan untuk menempelkan gelas ke bibir, sudah tidak terlihat lagi meliuk-liuk diantara mobil pribadi. Berani sumpah, tidak ada suara sama sekali, atau jangan-jangan itu hanya penampakan…..

Aaaaahhhhhhhhh……… *menghela nafas.

Jadi ingat kejadian hari sebelumnya. Ancol, sekitar pukul 11.00. komuter berjalan dari Hotel Mercure masuk pantai Festival ke belakang hotel langsung dari arah kiri tepat menuju halte Gondola. Komuter kurang tahu namanya tapi ini adalah halte untuk naik/turun atau hanya persinggahan gondola yang seperti kereta gantung di taman Mini. Berjalan santai, kaus biasa pakai di rumah, celana pendek. Di samping halte gondola terparkir dua motor polisi berwarna putih, satu di antaranya sedang dinaiki oleh anak kecil yang sedang disuapi oleh seorang wanita, yang mungkin ibunya. Mendekat hingga hampir melewati motor, sang ibu tersenyum pada komuter seperti bawahan bertemu atasan, katanya “pinjam ya pak, Cuma duduk saja”. Apa yang komuter ingin katakan………., setelah tersenyum komuter menyahut “silahkan bu, saya Cuma lewat….”.

Tidak habis pikir, untuk apa ibu itu minta izin ke komuter, padahal selain komuter, banyak orang yang lewat. Bahkan ada yang berkaus hijau lengkap dengan tulisan yang menandakan kaus dari suatu kesatuan tertentu. Kenapa minta izin ke komuter ??

Dengan pemikiran positif dan setengah berhayal tentunya komuter membayangkan andai benar komuter pemilik motor tersebut….. yang melaju dengan anggun laksana angsa meluncur di tengah danau tanpa suara, cepat dan indah………

…………. *menghayal

Jangankan anak itu, setiap anak yang ditemui akan komuter ajak agar tidak susah makan hinggga tidak menyusahkan ibunya…. Pokoknya tak gendong kemana-mena…… ayo mau kemana ??

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.