di Brunei #2

Pukul 17 lewat sekian, terjejak kaki di Brunei. lorong demi lorong kembali kami jalani ketika tiba di bawah tangga menuju booth imigrasi, seorang pria dengan ramah menyapa nama saya. Alhamdullillah … kami pikir inilah penjemput kami. orang itu bernama Eko, asli orang Indonesia. Dia meminta passport kami dan meminta menunggu. Tidak butuh waktu lama urusanLanjutkan membaca “di Brunei #2”