buyar

per hari ini, selasa 17 juli 2012 saya berusaha untuk menulis lagi. sebenarnya banyak ide, tapi ketiadaan jaringan membuat ide-ide itu berkumpul dan ketika sudah mendapat waktu, malah membeku. freeze. pagi dimulai dengan b2w. gowes sejauh 20 km dari rumah ke kantor. rute yang dilewati rute terpendek yang didapat dari hasil nyasar-nyasar sebelumnya. rute iniLanjutkan membaca “buyar”

janga nanya lagi ya

membiasakan pada sabtu untuk gowes keliling kemana saja. mengingat usia sudah tak lagi muda (lebay; biarin). sabtu 09-06-2012, kurang lebih pukul 06.00, saya beranjak dari rumah untuk gowes memuaskan dahaga. karena satu dan lain hal saya tak bisa b2w, maka sabtu harus dioptimalkan gowes. bingung juga sih untuk menentukan tujuan gowes. selama ini saya berfikir,Lanjutkan membaca “janga nanya lagi ya”

Cuma tertawa saja

Bersepeda di siang hari bersama anak semata wayang. Hampir seharian kami berkeliling keluar masuk hutan di sekitar komplek. Walau panas tapi menyenangkan. Cukup menyenangkan karena hampir di setiap tikungan kami berhenti. Dan hampir dari setiap perhentian kami nongkrong di warung. Berangkat sekitar pukul dua belas siang, setelah shalat dzuhur. Kembali lagi di rumah pukul limaLanjutkan membaca “Cuma tertawa saja”

[touring] gowes tasik pangandaran

rabu 18 januari 2012, seorang teman gowes dengan tiba-tiba mengundang saya untuk ikut gowes ke kampung halamannya di Tasikmalaya. tentu bukan hal yang mudah untuk mengambil keputusan : apakah akan ikut atau menolak. pertimbangannya adalah karena mendadak, saya tidak ada persiapan. yang harus dipersiapkanpun lumayan berat yaitu persiapan alasan ke istri dan anak agar diijinkanLanjutkan membaca “[touring] gowes tasik pangandaran”

touring bersepeda ke bandung

sepedahan kali ini tidak jauh-jauh, masih di Indonesia bahkan masih di pulau Jawa juga yaitu ke Bandung. awalnya cuma berbalas komen di situs b2w-indonesia, saat itu saya membaca kilas balik perjalanan oom Moch Suparyanto ketika touring ke bandung sendirian. kemudian oom Moch Suparyanto berbaik hati mengirimi saya nomor HP milik oom Theo ‘the ranger’ yangLanjutkan membaca “touring bersepeda ke bandung”

Sepeda tanpa standar

abang aji selalu meletakkan sepedanya dengan cara digeletakkan begitu saja, padahal sudah dipasang standar agar sepeda bisa diletakkan berdiri. karena jika digeletakkan begitu saja bisa merusak cat sepeda, terlebih lagi makan tempat. mungkin karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama maka abang aji dengan yakinnya menggeletakkan begitu saja, walau diberitahu bagaimanapun tetap saja digeletakkan lagi.Lanjutkan membaca “Sepeda tanpa standar”