komuter

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘fixie’

Bukan cerita fiksi

In b2w, biker, jakarta, pengendara, sepeda on Januari 6, 2011 at 10:42 am

Ini kisah hati yang terpana pada satu titik seksi bergenre fiksi.

Siang terik di jalan letjen s. parman

.Tahun delapan puluhan di jalan letjen s. parman memang sudah seramai sekarang. Namun belum ada jalan tol diantara kedua belah jalur. Pagar pembatas antar jalur terpasang dengan kokohnya. Sekokoh hati para penyeberang yang menyeberangi jalan tanpa peduli pada jembatan penyeberangan. Terik siang tidak menyurutkan kayuhanku menyusuri jalan anggrek rosliana slipi. Sesampai di ujung jalan, tepatnya di samping slipi plaza jalan terputus. Belum ada jembatan layang seperti sekarang yang menghubungkan slipi dan tanah abang. Yang ada hanya jembatan penyeberangan.

Tahun delapan puluhan memang sudah tidak sepi lagi. Lalu lalang kendaran dari arah tomang menuju bundaran slipi sangat ramai. Demikian pula sebaliknya. Dengan mata yang tertatap waspada, kami bersiap berjibaku mengadu nyawa dengan para pengguna kendaraan bermotor untuk menyeberangi jalan letjen s. parman di bawah jembatan penyeberangan. Genggaman tanganku erat menuntunnya menyeberangi jalan diburu raungan pengguna kendaraan bermotor yang tidak bersahabat tentunya.

Tahun delapan puluhan di terik berdebu lintas jalan letjen s. parman sangat mendebarkan. Adrenalin terpacu menyeberang dengan gegas. Satu jalur terseberangi. Pengendara kendaraan bermotor seakan dapat dikalahkan dengan telak. Satu kemenangan terendus dari satu sudut bibir berminyak keringat terik siang berdebu. Garis pembatas. Besi pagar kokoh melintang menjadi handicap berikutnya bagi kami para penyeberang jalan. Aku tidak sendiri. Yang lain sendiri walau wanita. Rok bukan penghalang. Besi tajam di setiap inci pagar pembatas bagai penggaruk tak berbayar bagi selangkangan (mereka) yang gatal.

Tahun delapan puluhan dan ramai lalu lalang tak terbilang. Yang ku sayang dapat dengan mudahnya menyelusup menembus pagar pembatas melalui celah bawah pagar walau sempat bergesekan dengan tanah kotor di bawahnya lagi. kerampingannya merupakan satu anugerah terindah yang memudahkan melewati celah sekecil jarak antar pagar. Merebah kemudian berdiri untuk kembali bersiap menyeberangi satu jalur lagi jalan letjen s. parman. Ketegangan mulai merayap, memicu adrenalin yang sempat lepas setelah pagar pembatas.

Tahun delapan puluhan beriring keberhasilan kami menuntaskan misi penyeberangan jalan letjen s. parman di kedua jalur. Ketibaan kami di sisi lain jalur jalan letjen s. parman menimbulkan rasa haru yang dalam. Bukan yang pertama aku berjibaku menghadapi kerasnya kehidupan lalu lintas jalan bersamanya. Dan aku yakin bukan yang terakhir pula hal seperti ini kami lakukan. Tapi ternyata itu yang terakhir. Terakhir kalinya aku menggenggam erat saat menghantarnya menyeberangi jalan. Layaknya seorang gentleman terhadap lady. Kenangan terakhir.

Era y2k kini. Era digitalisasi di segala bidang. Aku terpana padanya. Satu sosok yang mirip dirinya. Yang kugenggam erat saat menyeberangi jalan. Seperti yang ku tahu dari televisi sang dewa pengetahuan. clbk cinta lama bersemi kembali.

Era y2k kini. Bahkan sudah masuk tahun yang kesepuluh. Kutemukan kembali sosok dirinya yang pernah setia menemaniku selama tiga tahun menempuh perjalanan hidup di tahun delapan puluhan. Tahun-tahun yang membangkitkan kenang.

Era y2k kini. Dan memang bukan cerita fiksi di tahun delapan puluhan. Kutemukan sosok dirinya sekarang untuk menemaniku kembali menjalani arung kehidupan berlalu lintas antar rumah ~ kantor.

Era y2k kini. Sekali lagi bukan tentang cerita fiksi di tahun delapan puluhan yang ku miliki dan temani diri dengan setia. Ini adalah kebangkitan satu kenang tentangnya saja. Dan tentu akan temani ku arung jalan antar parung ~ cinere setiap perjalanan kerja.

Salam atas kembalinya dirimu teman. Lupakan lintas jalan letjen s. parman yang makin ramai. Ramping dirimu tak perlu lagi mengepit di antara pagar pembatas. Cukup menyempil di ruang tamu kecil berbagi bersama kami.

Bersamanya :

Catatan : fiksi adalah kata yang kuberikan untuk satu jenis sepeda yang sebutan sebenarnya adalah fixed gear. Sebuah sistem dalam mengayuh sepeda, dimana kayuhan sepeda tak kan berhenti selama roda berputar. Dulu kami menyebutnya : dultrap.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.