setelah deklarasi percaya diri

beberapa hari yang lalu saya menuliskan tentang pemilik akun di facebook yang rela meremove atau mengunfollow teman yang tidak memiliki pandangan yang sama dengannya. kali ini saya masih tetap akan menuliskan para pemilik akun di facebook yang berteman dengan saya tentunya, yang kemudian sepertinya sadar bahwa selama ini mereka banyak mengalami perpecahan dengan temannya hanya karena berbeda pendapat. dan sekarang yang sedang menasional dalam hal perbedaan pendapat adalah pemilihan presiden.

dari kesadaran tersebut ujung-ujungnya muncul lagi perbedaan. tidak ada habis-habisnya pertikaian perbedaan ini.

status yang sedang ngetrend sekarang adalah status yang seakan-akan pemiliknya memiliki kesadaran pribadi sangat tinggi, seperti:

“hanya gara-gara capres pertemanan jadi hancur” atau

“yah sudahlah, ngapain ribut-ribut. yang diributin ga’ kenal kita juga kok” atau

“Membutuhkan isi sosmed yg sehat2, *lieur ningali hareureuy wae paadu jagoanna bari jeung can tangtu gawena bener. Ngadukung sawajarna we lah”

dll.

pernah dalam satu kilatan mata saya menangkap status yang berbunyi tentang bahayanya capres karena sudah seperti berhala. hanya gara-gara pasangan capres-cawapres yang 4 orang itu, remove pertemanan masiv terjadi. apakah harus seekstrim itu.

setiap orang memiliki pilihannya masing-masing, dan berhak pula menyatakan pendapatnya di muka monitor ini, so.. mari saling menghargai. biarkan si A pilih pulan, si B pilih wulan, saya pilih yang saya pilih, anda pilih yang anda pilih. utarakan kehebatan jagoan masing-masing, biarkan kejelekan lawan dan tak perlu diungkap, karena sebagai tokoh dan orang yang bisa menjadi capres-cawapres, maka track record semasa hidup pasti sudah diketahui oleh kita-kita ini sebagai pemilih.

sekian terima kasih.