sensei

dua belas tahun dipanggil dengan sebutan ‘sensei’. penyebabnya sepele saja, dapat tugas menjadi tenaga pengajar di kantor. awalnya biasa saja karena saya pikir ‘sensei’ setara dengan panggilan ‘bapak’ ketika di kelas. sensei = pak guru.

ternyata tak sesederhana itu.

setelah beberapa kali cari referensi tentang kosakata ‘sensei’, terbukti bahwa sensei adalah sebutan yang tidak sederhana. bukan hanya digunakan untuk guru bahasa Jepang tapi juga untuk hal-hal lainnya yang sangat hebat yang ketika intropeksi ke dalam saya masih sangat jauh sekali untuk disebut ‘sensei’.

pengertian sensei yang saya dapat dari wikipedia :

Sensei (先生?) is a Japanese word that is literally translated as “person born before another”.[1] In general usage, it means “master” or “teacher”,[2] and the word is used as a title to refer to or address teachers, professors, professionals such as lawyers, CPA and doctors, politicians, clergymen, and other figures of authority.[3] The word is also used to show respect to someone who has achieved a certain level of mastery in an art form or some other skill: accomplished puppeteers, novelists, musicians, and artists for example are addressed in this way.

master ….

ada juga pengertian ‘sensei’ yang saya dapat dari cerita/film Jepang. yaitu panggilan ‘sensei’ tidak harus kepada mereka yang memiliki ilmu akademis. ada seseorang yang dipanggil dengan sebutan ‘sensei’ karena dia adalah tokoh masyarakat.

sekali lagi intropeksi ke dalam.

terima kasih tidak memanggil saya ‘sensei’