renjana

embun pagi sedang berproses ketika kayuhan pedal ini telah seperempat jauhnya dari jarak yang akan ditempuh. terngiang kata dengan gambaran wajah berisi kecil sungging senyumnya “serius nih?”

aku merindukannya.

berbalik arah bukanlah pilihan. sisa jarak harus ku kayuh hingga tuntas. membayang lagi wajahnya. haruskah ku kembali sekarang?