di Brunei #12

Rabu, 22 Agustus 2012. Brunei masih dalam suasana raye. Saya masih dalam suasana bingung dan bored.

Bangun siang. Didn’t know what to do.

Mencuci tidak semangat.

Dijanjikan oleh LO bahwa kami akan dibawa keliling pada pukul 11.00. Kami tidak tahu akan dibawa kemana dan dalam rangka apa. Notice : pakai baju bagus.

As usual, we got delay again.

Rencana berubah menjadi pukul 15.00.

Kesempatan saya gunakan untuk pergi ke pantai.

Alone.

ga’ berani renang karena banyak buaya. :takuts:

Makan siang. Take a nap.

Kaget karena dibangunkan mendadak.

Persiapan berangkat pukul 15.00.

Delayed for a couple of minutes. Lumrah.

Berdesakan dalam bis, kami beranjak menuju Berakas (nama tempat di Brunei).

Kami mendatangi rumah seorang jenderal yang dipanggil Dato. Ternyata kami dibawa ke sana untuk open house. Singkat saja, kunjungan selesai, Kami beranjak ke rumah seorang anggota ABDB berpangkat Sersan yang juga mengadakan open house saat itu.

Jarak antar rumah sangat jauh. Itulah sebabnya mereka punya mobil. Mobil bukanlah barang mewah di sana tapi merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki.

Rumah berikutnya yang kami akan kunjungi adalah rumah Pehin. Letaknya jauh sekali karena kami berputar balik ke arah mes dan melewati mes. Sebuah budaya yang sangat dijunjung tinggi. Open house.

Kunjungan dibatalkan karena mobil bis kehabisan bensin.

Akhirnya kami masuk komplek Penanjung Garison dan mengakhiri kunjungan ke rumah Commander.

Makan malam yang sudah disediakan tidak termakan.

Mubazir.