di Brunei #8

Sabtu, 18 Agustus 2012. Kami tiba di mes Penanjong garison kurang lebih pukul enam tiga puluh pagi. Sudah diwanti-wanti sebelumnya oleh AO kami, lieutenant Majiidah untuk segera bergabung dengan teman lainnya di mes sebelum pukul tujuh.

Sedianya kami mengajukan opsi untuk bergabung dengan teman yang akan berangkat di lokasi tujuan. Tetapi mungkin dengan alasan keamanan atau untuk mempermudah pengawasan pihak sekolah meminta kami untuk bersama berangkat dari mes dan tidak bercerai-berai.

Outing, sebuah kegiatan yang dilaksanakan di luar sekolah. Saya menyebutnya jalan-jalan. Lokasi pertama yang kami datangi adalah Royal Regalia. Bis sekolah membawa kami kesana pukul 09.00 dari mes dan tiba empat puluh lima menit kemudian.

Berkeliling di dalam ditemani guide pria paruh baya. Saya merasa seperti sedang di Keraton Jogja. Isinya adalah barang-barang milik kerajaan seperti kereta kuda namun bukan ditarik kuda tapi manusia. dan banyak benda-benda jadul lainnya. untuk lebih jelasnya mengenai Royal Regalia, silahkan browsing di google.com Setelah berkeliling saya sempatkan mampir di sebuah toko souvenir. Terus terang saya bingung dengan buah tangan yang akan saya bawa nanti. Sudah browsing di internet untuk mencari hal unik yang bisa dibawa nanti, tapi tetap saja tidak ada jawaban.

Akhirnya saya beli tempelan bermagnet dengan gambar beberapa icon brunei. Penjualnya ternyata orang Indonesia. Dapat lima dengan harga sepuluh dollar. :helanafas: menurut saya sih lumayan mahal, tapi di bis pihak sekolah yang mengantar kami bilang “it’s quite cheap ah..”

Mesjid Omar Ali Saifudin adalah tujuan kami berikutnya. Awalnya saya tidak menyadari mengapa kami berdiri dan taking picture from outside. Karena puasa dan panas yang menyengat, saya memberanikan diri untuk mengajukan masuk. Diperbolehkan. Pihak sekolah yang mengantar bilang “muslim boleh masuk”. Memasuki gerbang tertulis ‘non muslim dilarang masuk’. pantas saja tak ada satupun yang masuk. Untung saya berinisiatif masuk, di luar panas.

Hanya sempat shalat sunah dua rakaat saja. Sudah dijemput kembali. Yang penting sudah pernah masuk dan shalat di mesjid yang terkenal sebagai salah satu icon Brunei Darussalam.

Bis baru saja beranjak ketika mata saya menangkap satu situs yang tak terambil gambarnya, yaitu replika Perahu Mahligai kencana Kerajaan yang ada di samping mesjid. :hammer: Mungkin pihak sekolah tidak berpengalaman dalam menjadi guide. Masa kami ditaruh di tempat panas dan objek gambar yang seharusnya kami ambil malah tidak terambil secara komplit.

Kami diantar kemudian menuju money changer yang ada di satu sudut jalan. Suasana di jalan itu sangat bagus untuk diabadikan karena mengingatkan saya akan suasana kota ‘jadul’. Letaknya tepat di seberang gedung seni di pinggir sungai.

Pantaslah mereka antar kami ke money changer, setelah itu kami putar balik dan masuk ke sebuah mall yang biasa disebut yayasan. ” silahkan berbelanja!”. Dalam hati saya “ogah!!!” :ngacir:.

Sempat juga ikut kelliling, tapi langsung bosan. Mall mah banyak kali, dah masuk pedesaan pula. Dengan memberanikan diri, saya ijin ke pengantar untuk keluar mall dan bilang akan berada di money changer tadi untuk take a picture.

Allowed.

Kebetulan ada teman yang mau ikut, akhirnya kami keluar bersama. Menyeberang jalan kami menemukan hal yang tak terduga. Kami berada di sebuah dermaga. Dan dengan segera naluri saya berkata “di seberang sana pasti kampong aer..”. Kebetulan ada seorang wanita yang sedang duduk di situ. setelah sedikit pendekatan, kami tahu bahwa dia adalah penduduk kampong aer yang akan berkunjung ke suatu tempat dan sedang menunggu mobil diambil dari tempat parkir.

Penduduk Kampong Aer parkir mobil di tempat penitipan parkiran mobil/parking lot yang memang disediakan oleh pemerintah.

Terpikir untuk sewa boat dan berkeliling. Untung tidak kami lakukan, karena kami diperintahkan untuk berkumpul kembali pukul 12… sharp di mobil bis. Dan saat itu sudah 11.57, yang berarti tinggal tiga menit lagi. Bersegeralah kami jalan menuju titik kumpul yaitu bis.

Perjalanan pulang kami dimampirkan sejenak di suatu tempat. saya lihat itu adalah showroom mobil toyota. Supir kami bilang bahwa di depan showroom memang selalu didekorasi sebuah kreasi yang didasarkan pada even yang sedang berlangsung. Seperti saat ini yang mendekati lebaran, maka dekorasinya adalah suasana lebaran. Atau nanti saat krismes, maka dekorasinya sesuai dengan krismes. Begitu seterusnya. Saya ikutan ambil gambar tapi dari dalam bis saja. Males turun, cuma foto-foto doang.

Perjalanan pulang kebanyakan saya isi dengan mangap sambil merem. :redface: At the dorm tidak ada yang spesial. Hanya rutinitas biasa saja. Namun diakhir hari, saya sempatkan untuk ambil gambar sunset yang sedang happen.

it was so beautifull.

Selesai berbuka dan dinner, saya masuk common room menunggu pengumuman dari pemerintah Brunei tentang penetapan hari raya, apakah besok atau lusa.

Lusa :mewek:

Berarti besok masih puasa Alhamdulillah.