hujan

di sebuah milis yang saya ikuti ada teman yang bilang sekarang lagi musim ekstrim. maksudnya adalah pas hujan, hujannya ekstrim sampai banyak sekali yang tertumpah dari langit. pas tidak hujan, panasnya ampun-ampunan. dan tidak ada prediksi yang tepat untuk kedatangan hujan. karena baik hujan maupun panas bisa datang bergantian di saat yang tidak pernah tepat.

firman Allah dalam Qur’an surat Az-Zukhruf juz 25 ayat 11 :

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu Kami (Allah) hidupkan dengan air   itu negeri yang mati (tandus), seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”.

berarti hujan yang turun masih dalam tahap bisa ditolerir, karena Allah hanya menurunkan hujan sesuai dengan yang bisa ditampung oleh alam ini. bagaimana jika terjadi banjir ???

minggu lalu dapat undangan kerja bakti dari lingkungan rt. namun berhubung ada hal yang secara skala prioritas harus didahulukan, maka terpaksa absen dari kerja bakti. minggu ini dapat lagi undangan yang sama. bahkan ketua rt yang hanya berbeda tiga rumah sampai mencegat di jalan pas lagi sepedahan, minta datang di acara kerja bakti minggu.

alhamdulillah, dapat kesempatan untuk ikutan kerja bakti.

ternyata yang dikerjakan adalah mengembalikan fungsi got/parit di jalan utama. kami yang tinggal di gang dalam semangat sekali kerja bakti. walaupun tidak langsung di depan rumah, tapi jalan utama ini adalah jalan yang kami lewati tiap hari. saat hujan turun, air menggenangi jalan. pernah saat sedang jalan bersama anak di jalan tersebut, tiba-tiba sandal anak terlepas. segera saya kejar. dan saya menyadari bahaya tersembunyi namun nyata dari genangan air saat hujan adalah arusnya yang deras. saya khawatir ada anak yang terperangkap masuk got/parit. mengerikan.

got/parit di perumahan kami banyak yang ditutup. pemilik rumah tidak peduli dengan keberadaan got/parit tersebut, ketika hujan turun, air menggenang di depan rumahnya, malah marah-marah. tidak sadar bahwa salah satu penyebab genangan air tersebut adalah dirinya.

Hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha bahwasanya telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ ظَلَمَ قِيْدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ

“Barang siapa yang berbuat zhalim (dengan mengambil) sejengkal tanah maka dia akan dikalungi (dengan tanah) dari tujuh lapis bumi.”

di jalan tempat saya tinggal hanya di depan rumah saya saja yang tidak tergenang oleh air ketika hujan datang. kiri kanan, terutama di ujung jalan, air menggenang ketika hujan. saya sadar bahwa penyebabnya adalah akses menuju got/parit tertutup oleh bangunan. walau begitu ketika hujan datang, tetap saja saya terganggu karena akses jalan tertutup air.

selain menutup got/parit, banyak pemilik rumah membangun rumahnya melewati got/parit. padahal got/parit yang ada di depan rumah mereka bukanlah milik mereka. itu milik umum. tapi kemudian menjadi milik pribadi dengan dibangun hingga got/parit tersebut tidak ada lagi.

coba kepada teman-teman yang membaca postingan ini untuk melihat kembali rumahnya. sudahkah dibangun di atas tanah milik sendiri??