garong duet atau duet garong

tak seperti biasanya, pagi itu hati rasa riang gembira. entah mengapa beban yang biasa menggayut bisa terlupakan. mungkin karena sikap pasrah ini yang tertunjukkan dengan doa dan rela.

pagi buta, eh.. tidak ah, sudah beberapa minggu ini saya tidak pernah lagi merasakan yang namanya pagi buta. saat buka hordeng kala terbangun suasana sudah menerang. padahal hp jadul masih menginformasikan bahwa waktu baru menunjukkan pukul 04.30 pagi. hal seperti ini sudah terjadi kurang lebih empat mingguan lah. sebelum-sebelumnya pukul lima pagipun suasana masih gelap. mulai meremang sekitar pukul 05.30. kemudian menerang sekitar pukul 05.45. tapi sekarang, pukul setengah enam saja sudah terasa panas menyengat. naze ?? <– (artinya : mengapa??).

jumat pertama di awal bulan minggu pertama, hari di mana para blogor mengadakan jumper yang tak pernah bisa ku datangi. naze ??

belum lagi waktu menunjukkan pukul 05.00, pintu gerbang sudah terbuka. sepeda sudah dikeluarkan. perabotan lenong sudah tergantung di punggung. lampu sepeda menyala walau terang mentari sudah menyapa. penguasa rumah tangga dan sang pangeran berdiri melepas kepergian ini untuk beranjak bekerja. assalamualaikum … daaaahhh..

rute seperti biasa melalui depan kompleks memutari komplek kemudian masuk pengasinan <–(nama daerah). keluar pengasinan masuk jalan mukhtar, atau biasa disebut sawangan <–(juga nama daerah). naik turun tanjakkan terlalui dengan mulus. menjelang tanjakan setan yang berlokasi di depan sma yappan, persiapan diperketat. disebut tanjakan setan karena tingkat kecuramannya sekitar empat puluh lima derajat miring. hampir-hampir tegak (lebay).

ancang-ancang, tambah kecepatan, berdiri dengan tubuh agak condong ke depan, tancap gass. wussss….. alhamdulillah berhasil melahap tanjakan dengan panjang kurang lebih lima puluh meter (pendek yah.. xixixi).

tapi jangan salah itu baru tanjakan setan yang pertama. yang kedua adalah tanjakan saat akan memasuki parung bingung <–(nama daerah yang membingungkan). tanjakkannya cukup landai namun panjangnya itu loh…. dengan tekad baja, terselesaikan juga dengan sukses.

belok kiri ke meruyung <–(sekali lagi; nama daerah) perjalanan lumayan datar. sempat bertemu teman yang sedang menunggu bis antar jemput menuju kantor. setelah ber-hai dan sedikit sapa canda, sepeda kembali melaju dengan santai.

masuk limo <–(nama daerah; cape deeeh) naik turun tanjakan kembali ditemui. kali ini tidak terlalu ekstrim jadi tidak perlu ada pertunjukan. bertemu rekan yang tidak dikenal namun sering berpapasan dengan sepeda. ternyata sedang melepas sepatu di depan ruko tempatnya bekerja dengan keringat mengucur deras.

hal yang menyenangkan dari bersepeda adalah rasa kekeluargaan yang hangat antar pengguna sepeda. saat melihat rekan itu saya langsung berteriak sambil mengangkat tangan dan menyapanya. serasa ada saudara.

gowes berlanjut, masuk jalan cinere perasaan ada yang mencurigakan, begitu tengok ke belakang ternyata ada sepeda berwarna hitam sedang membuntuti dengan manisnya. segera saya pelankan laju sepeda dan berusaha untuk bisa sejajar. tetapi pesepedah itu malah melewati saya. mungkin karena saya terlalu pelan jadi tidak bisa berbarengan jalannya. sambil melewati, pesepeda itu menyapa dan menanyakan arah tujuan. setelah dijawab, saya persilahkan dia untuk melaju dengan diiringi saya dari belakang.

mengiringinya ternyata butuh elan (efford) yang kuat. saya terbiasa gowess santai, sepeda itu terbiasa speed. akhirnya di persimpangan menuju gandul sepeda warna hitam itu berbelok, sementara saya lurus ke arah cinere mall. setelah saling berbasa-basi kami berpisah.

terbiasa garong eh ketemu pesepeda lain, jadi duet deh.

sesama garong besok duet lagi yukss…….