NR = night ride

night ride, kalau diterjemahkan secara bebas maka saya akan menterjemahkannya : bersepeda malam hari untuk bersenang-senang.

sudah hampir dua bulan, setiap sabtu malam saya ber NR bersama anak. awalnya hanya di dalam komplek berkeliling-keliling. kemudian meningkat dengan berkeliling sekitaran komplek. terakhir nekad berkeliling keluar masuk kampung, walau masih di sekitaran komplek.

untuk diketahui, saya tinggal di pinggiran Bogor, di suatu daerah yang berbatasan langsung dengan Depok dan tidak jauh dari Jakarta Selatan serta bisa dibilang berada di selatan jakarta.

sebagai daerah suburban, Parung tempat saya tinggal adalah daerah yang paling diincar oleh banyak pengembang untuk dijadikan penunjang kemakmuran penguasa negara yang ada di Jakarta. oleh karena itulah mulai banyak lahan-lahan hutan yang membotak karena ditebangi. jika sebelumnya saya hanya bisa melihat penggundulan hutan melalui televisi, kini saya melihatnya secara langsung hutan yang pitak dengan mata kepala saya sendiri. mungkin dulunya komplek tempat saya tinggalpun terjadi hal yang sama.

demi mendahului hilangnya hutan yang ada, maka saya bersegera menikmati yang masih tersisa di mulai dari saat bersepeda menjadi idaman hati. dengan sepeda jadul yang dirawat dengan baik, kami memulai petualangan.

laporan NR terakhir 16-10-2010 : berangkat dari rumah sekitar pukul 17.30. komplek inkopad sasakpanjang – tajurhalang Bogor. melaju berdua dengan dua sepeda dilepas oleh permaisuri tercinta. bergulir lima menit sampailah kami di perbatasan komplek. diawali dengan jalur tanah yang sedikit bagus, kami melaju meninggalkan komplek memasuki area perkampungan. tak lama terlihat di sebelah kanan perumahan penduduk yang jarang-jarang di sebelah kiri terhampar sawah dan sedikit pepohonan. saat itu sunset, pemandangan sangat memukau. gowes santai menjadi yang terindah bagi kami.

keluar jalan tanah, bertemu jalan aspal yang sudah berkubang. tapi tidak masalah, karena kami gowes dengan santai, maka tidak menjadi halangan berarti. kiri kanan jalan hanya ada satu satu rumah penduduk, selebihnya adalah persawahan. suasana temaram membuat NR menjadi sedikit horor. apalagi melewati rerimbunan pohon bambu. kalau sudah malam gelap mungkin tidak terlalu seram.

lanjut, melewati perkampungan penduduk yang mayoritas rumahnya dijadikan lapak sepeda motor kampakan. entah mengapa di daerah terpencil seperti ini  terdapat loakan barang bekas untuk kendaraan roda dua. mengingat sudah sepuluh tahun saya tinggal di sini dan lapak ini sudah ada jauh sebelum saya pindah ke sini berarti kampakan yang dijual laku keras. sayang sekali, coba kalau yang dijual kampakan sepeda. pasti saya bakalan nongkrong terus di sana.

lepas dari kampakan, kami bertemu kantor kelurahan citayam. lanjut, entah apa nama daerahnya, tapi memang sudah masuk perkampungan penduduk yang lumayan sepi. jalan menurun berkelok-kelok persis seperti di puncak. baru saya ketahui bahwa memang itu adalah daerah yang bernama lerengindah. lanjut lagi di malam yang gelap gulita tanpa perkampungan penduduk, berbekal lampu senter seharga enampuluhlima ribu rupiah, kami menyusuri jalan sepi dengan santai. bertemu warung kecil, beristirahat sejenak. minum teh yang di dalam botol dan makan snack, sambil ngobrol dengan penjualnya kami diberitahu arahan menuju rumah. ternyata daerah itu adalah kampung kaliputih.

setelah selesai rehat, perjalanan kami teruskan. kali ini masuk komplek ARCO di daerah pengasinan. karena masuk dari belakang, kami jadi sedikit bingung. namun dengan semangat nyasar 45′ kami berhasil masuk dan muncul di tengah komplek di jalur yang sering saya lalui saat bike to work. setelah bertemu jalan yang dikenal dan jarak tempuh tinggal sedikit lagi, kami memberanikan diri untuk leha-leha sebentar. maka mampirlah kami di .. mana lagi kalau bukan warung bakmi.

asik makan mi ayam sambil nonton finding nemo. selesai makan dan ele’-ele’an, perjalanan pulang kami lanjutkan. dengan gaya santai, sambil ngantuk kekenyangan, laps terakhir kami lewati dengan penuh riang gembira. alhamdulillah selamat sampai rumah. total perjalanan malam itu + empat jam perjalanan. malam minggu depan rencananya akan NR lagi. tapi kali itu mungkin bertiga, karena nyonya ngambek setelah ditinggal malam mingguan oleh dua pria kekasih hatinya.

ada yang mau ikut … ??? ……

Diterbitkan oleh komuter

seorang komuter yang wara-wiri antara rumah @Parung dan kantor @Cinere. mobilitas dibantu oleh dua tunggangan setia secara bergantian : smash 2004 dan xtrada2011. sekarang ganti dengan Mio Z karena smash ditabrak ma' ma' sen kiri belok kanan.

34 tanggapan untuk “NR = night ride

  1. wedeeehh…enak sekali bersepeda malam2,saya pernah nonton tuh di metrotv di jalan malam,rasanya mengasikkan banget,sayangnya gw gak punya sepeda dan jauh dari depok.

  2. Oooo pake sepeda toh, tak pikir pakai motor shogun NR. Kalau NRnya shogun artinya khan night rider = pengendara malam.

    Btw. petualangan begitu termasuk favorit saya waktu muda dulu (ehm….sekarang ngerasa tua).

    Salam kenal.

  3. sekitar setahun yang lalu saya ada proyek di Daerah perbatasan bogor dan depok, tepatnya di kampus UI di proyek pembangunan perpus yang barunya. Memang area sekitar situ ramai, tahu kalau dekat mungkin saya bisa mampir ya pak?

  4. Wah, seru ya mas. Aku pernah bersepeda sejauh jarak ojekan (dari rumah ke stasiun PP) aja capai Mas, terutama kalau pas tanjakan. Sekarang gak punya lagi sepeda. Gantinya dengan jalan kaki (kadang2).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: