Blogor : komunitas seorang konsumtif dan lekuk tubuhnya

Senang berbelanja, shopaholic, tukang ngabisin barang dagangan orang, dan lain-lain yang berkaitan dengan membeli barang secara tidak sadar. Demikianlah perilaku seseorang yang disebut konsumtif.  Telah komuter cari dengan cara gogling, dan tidak ada definisi yang saklek menjelaskan bahwa konsumtif adalah : ………., namun dari sekian banyak hasil, rata-rata menjelaskan bahwa konsumtif adalah membeli barang-barang yang belum tentu dibutuhkan. Bisa jadi saat dipajang, sebuah barang begitu sangat menyilaukan mata. Bahkan batu-bata yang ditaruh sedemikian rupa di etalase sebuah toko bisa menggerakkan tangan seorang konsumtif untuk merogoh kantongnya, mengeluarkan sejumlah uang dan membawanya pulang untuk kemudian diletakkan saja di sudut rumah, yang entah kapan dia bisa mengingat kembali kapan pernah beli.

Sadarkah seseorang bahwa dia memiliki jiwa pemberani konsumtif ? Ada yang sadar, namun pastinya banyak yang tidak sadar. Komuter termasuk salah satu yang ‘nyadar’. Menyadari memiliki jiwa patriot konsumtif tetapi selalu berusaha ingkar akan hal itu.

Beruntunglah mereka yang menyadari ke-konsumtifan yang ada dalam dirinya. Saat berusaha untuk menghambat/membatasi keinginan liarnya, akan selalu ada jalan. Ada dua hal yang komuter andalkan mengatasi jiwa ksatria konsumtif ini. Pertama, pengaturan keuangan. Kedua, miliki belahan jiwa.

Ada saja kesempatan seorang konsumtif untuk membeli barang. Tidak harus pada saat belanja. Ketika kesempatan itu datang, dua hal andalan yang bisa mengatasi keinginan itu harus bekerja ekstra keras. Pengaturan uang dan belahan jiwa.

Minggu, 20 Desember 2009. Karena hari sebelumnya beraktifitas hingga pukul 12.00 malam, komuter bangun kesiangan. Baru bangun pukul 08.lewat. padahal ada acara yang harus diikuti (harusss). Setelah mandi makan beres-beres, berangkatlah kami berempat : komuter, javanese dan raja ali haji serta sepeda motor menuju blogor mancing jilid 3.

Saat kumpul, ketua blogor mengeluarkan barang dagangan. disebut barang dagangan karena dijajakan. Kata kang achoey wajib dimiliki. Sebenarnya, sebelum tahu dijual, komuter sudah lirik-lirik kaos itu. Karena jiwa kuat konsumtif komuter dapat mengendus barang dagangan dari jarak 500 meter.

Sebenarnya bermaksud membeli 3 sekaligus, karena ada komuter, javanese dan raja ali haji. Namun di sinilah jurus andalan dari belahan jiwa berperan. Katanya “ga’ usah, satu aja yang ukuran L”

Padahal komuter inginnya ukuran M. biar terlihat ketat dan junkies. Saat javanese tidak melihat, komuter ambil yang ukuran M kemudian taruh di tas yang ada di sepeda motor. Saat akan pulang, javanese periksa-periksa tas. Melihat kaos yang baru beli, melotot, katanya “ yang L” akhirnya popoho blogor yang sedang gotong-gotong rambutan tiga satu kardus, berhenti sejenak, mengeluarkan barang dagangannya, ….. pokoknya repot deh.

Itulah untungnya punya jurus andalan menghindar dari keinginan liar berbelanja seorang konsumtif. Kalau ambil yang ukuran M mungkin lebih parah dari ini nih…..

ukuran L ternyata sempit……….

apalagi ambil yang ukuran M

Di ketiak terasa sesak, karena sayap ade rai nempel di situh…..

Padahal komuter tidak tahu ukuran tubuh sendiri, namun yang namanya belahan jiwa, hafal setiap lekuk tubuh komuter.

Diterbitkan oleh komuter

seorang komuter yang wara-wiri antara rumah @Parung dan kantor @Cinere. mobilitas dibantu oleh dua tunggangan setia secara bergantian : smash 2004 dan xtrada2011. sekarang ganti dengan Mio Z karena smash ditabrak ma' ma' sen kiri belok kanan.

45 tanggapan untuk “Blogor : komunitas seorang konsumtif dan lekuk tubuhnya

  1. Tuhan memberikan kita pasangan utk saling melengkapi. Kl yg satu konsumtif mk yg lain pstilah kebalikannya, shg dpt saling mendukung & saling melengkapi. Coba kl dua2nya sama2 konsumtif, waaah…gawat!! bs besar pasak drpd tiang itu bro, hahaha…

  2. Kalau saya sih… ukuran kaos atau baju ada kesalahan sedikit nggak jadi masalah, yang jadi masalah itu kalau celana salah ukuran. Kalau kebesaran merosot terus kalau kekecilan kelihatan tonjolannya jalannya jadi aneh…. wkwkwkwkwk…. 😆

  3. Renung jiwa saat malam berganti siang
    Awan biru seakan tak mau berpisah
    Angin pun bertiup ungkapkan sebuah hasrat
    Burungpun ingin berenang bersama ombak
    Pasir tak mau terpisahkan oleh pantai
    Semua ingin menatap hari esok
    Suara riuh gundah sepanjang malam
    Menyambut suasana haru yang terdalam
    Akankah hadirku membawamu terbang
    Lambaian tanganku menemani langkahmu
    Peluk eratku mendekap kehadiranmu
    Tahun yang lalu adalah guruku
    Tahun yang akan datang adalah asaku

    Ruang Hati Berbagi
    ===============
    http://ruanghati.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: