Jurnal komuter : Going to jogja (meniduri resepsi pernikahan)

Ini cerita yang lumayan sudah terjadi cukup lama. Kalau tidak salah tahun 2003. Seorang teman dengan sukses melamar seorang gadis. Untuk mempertanggungjawabkan kesuksesannya itu, maka beberapa saat kemudian mereka melangsungkan pernikahan.

Ini yang komuter dan rekan lain di kantor paling senangi dari adanya pernikahan rekan kantor. Menghadiri pernikahan, Alias kondangan. Kalau sekedar kondangan biasa sih, bukan sesuatu yang ditunggu-tunggu, tapi kondangan ini banyak yang berebut untuk menghadirinya karena diadakan di luar kota, tepatnya di Kutoardjo.

Berangkat hari Rabu sore selepas apel sore. Menggunakan satu bis yang biasa dipakai sebagai bis antar jemput siswa mancanegara. Karena diperuntukkan bagi siswa mancanegara, maka sudah pasti fasilitas bis ini minimal berAC, dan tidak berisik.

Karena dijalankan dengan fun, maka yang seharusnya pagi sudah sampai, malah masih nyasar entah di mana. Teman yang sudah ngebet menikah, berkali-kali menelepon. Khawatir kami tidak sampai. Singkat cerita, setelah putar-putar tidak jelas, sampailah kami di lokasi pernikahan.

Sebagai tuan rumah yang baik, teman kami menyediakan satu rumah untuk kami semua tempati berganti baju. Setelah bergantian mandi, kami bergegas ke tempat pernikahan. Upacara pernikahan belum dilaksanakan, jadi kami hanya duduk-duduk saja dulu di bawah tenda biru.

Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak, komuter kebelet pipis. Kembali ke rumah yang disediakan, pipis. Saat akan kembali ke resepsi pernikahan, ada seorang teman yang kebetulan bertugas sebagai sopir tengah asik bermimpi. Dengan asumsi bahwa upacara pernikahan masih lama, komuter ikutan tiduran. BABLAS!!!

Terbangun atau lebih tepatnya dibangunkan oleh teman saat akan berangkat ke jogja. Jadi resepsi pernikahan telah komuter tiduri hadiri hingga selesai. Akhirnya, sampailah kami diacara yang paling ditunggu-tunggu.

..Going to jogja..

Walau di mulut mengatakan bermaksud menghadiri pernikahan, namum niat terpendam di dalam hati pasti akan tetap terlaksana jua, jalan-jalan ke jogja (coba niat ke Bali).

.

Itinery :

Pukul 04.00, Berangkat menuju Jogja. DEG-DEG PLAS…

Pukul 06.00, mampir ke stasiun kereta api. Pemimpin rombongan atau yang dituakan selama dalam perjalanan, kembali ke Jakarta. Untunglah… kalau beliau tidak pulang atau tetap bersama kami, pasti tidak seru deh.

Pukul 08.00, setelah berkeliling sebentar, bermalam di rumah salah seorang rekan di sekitaran Sleman.

Keesokan harinya..

Jalan-jalan di jogja dan sekitarnya. (ngapain aja yah…)

Sore menjelang malam, back to Jakarta.

Demikianlah kesenangan yang kami dapatkan jika ada yang menikah di antara kami. Selain jogja, komuter juga sempat beberapa kali ikut menghadiri pernikahan di luar kota, seperti Kuningan dll. Sangat menyenangkan. Sudah gratis, dapat fasilitas, sekalian bisa jalan-jalan. Pantas para wakil rakyat sering studi banding ke luar negeri. Mungkin mereka memiliki pengalaman yang sama seperti komuter yah ??

Ayo, siapa lagi yang mo nikah?? ……