Hanya pegawai rendahan

Masih ingat beberapa waktu yang lalu saat SBY, the elected president mengumumkan para pembantunya, yang disiarkan secara langsung di televisi. Saat itu komuter yang sedang menonton, jadi sempat melihat dan mengetahui bahwa yang menggantikan Bapak Juwono Sudarsono adalah Bapak Purnomo Yusgiantoro. Segera, dengan menggunakan nokia 5070, komuter masuk ke FB dan memperbaharui status menjadi “selamat jalan bapak Juwono Sudarsono, selamat datang bapak Purnomo Yusgiantoro, ‘keep the spirit'”.

Secara politik komuter tidak mengetahui, apa dan kenapa beliau terpilih menjadi Menteri. Namun yang pasti, keputusan sudah diambil, dan tugas harus segera dilaksanakan.

Sebelumnya komuter pernah bertemu langsung dengan bapak Juwono Sudarsono dalam beberapa kesempatan, walau tidak berdekatan, seperti saat seluruh pegawai mengikuti olah raga bersama di lapangan Monas beberapa saat yang lalu.

Tidak ada kebanggaan berlebihan memang. Namun sebagai pegawai rendahan, komuter cukup senang bertemu dengan pucuk pimpinan tertinggi di tempat komuter bekerja (padahal Cuma lihat dari jauh).

Selama menjabat, bapak Juwono Sudarsono secara rutin mengirimkan (melalui bawahannya) kartu ucapan selamat iedul fitri kepada seluruh pegawainya, termasuk komuter. Kalau dihitung-hitung sudah dapat berapa kali yah ? (mikir). Tapi sayang kartu-kartu tersebut tidak dapat komuter arsipkan dengan baik, hingga hilang entah kemana. Gara-garanya, komuter sebagai tenaga pengajar memiliki banyak kertas bahan ajar, belum lagi surat perintah untuk melaksanakan ini dan itu, belum lagi tugas-tugas komuter di bidang pembuatan kurikulum. Jadi kebanyakan berkas, akhirnya yang jarang tersentuh menjadi tercecer, kemudian hilang.

Beda lagi dengan bapak Purnomo Yusgiantoro. Belum lama menjabat, komuter sudah merasa diperhatikan (GR mode On). Coba lihat gambar kartu ucapan yang komuter terima hari ini :

Terima kasih……

Begitulah perasaan seorang pegawai rendahan yang merasa diperhatikan. Jadi lebai….