Jurnal komuter : blogor (skala prioritas)

Bermula dari facebook baruku…….

Demikian sepenggal bait dari lagu milik GIGI, yang lumayan asik untuk didengar. Demikian pula yang terjadi kemarin. Sabtu sore (atau malam) saat sedang memanfaatkan akses internet gratis di kantor. Terlihat di sudut kanan bawah media chatting untuk facebook, saat diklik terdapat satu nama yang lumayan komuter kenal, walau tidak pernah kopidarat. Dia adalah sang sahaja. Semangat menyapa, komuter mengetikkan kata “hai” padanya. Namun kemudian terpaksa terabaikan karena asik blogwalking ke tempat lain. Saat kembali tertulis jawab “anggota blogor khan ? besok pertemuan jam 10 di plaza telkom, untuk membahas blogor kedepannya”.

Besok hari minggu, tanggal 15 november 2009. Tentu saja komuter bisa. Kemudian komuter asik kotak-katik googleearth untuk cari lokasi yang tepat plaza telkom. Ketemu !! jalan pajajaran. Oke, sampai sini komuter yakin bisa kopidarat dengan banyak anggota dan pengurus blogor besok di plaza telkom.

Tidak seperti biasanya, pukul 10.00 komuter sudah tertidur. Padahal biasanya selama tugas piket tidak pernah tidur, alias keliling kantor setiap dua jam sekali. Namanya juga niat untuk bertemu bro achoey.

Singkat cerita, pukul 08.30 selesai serah terima tugas jaga, komuter bergegas mengeluarkan motor untuk kopidarat ke bogor. Pondok labu – baranangsiang bogor, kira-kira berapa kilometer yah ?? sampai di Limo Cinere, berhenti sejenak makan bubur sebagai sarapan pagi, maklum akan turing.

komuter lupa sudah sampai mana, yang pasti menjelang Cibinong. Telepon dari mantan pacar. Beritanya cukup menyedihkan, kakak dari ibu komuter meninggal dunia pada pagi pukul 06.30 hari ini. Lokasinya di perum 3 Tangerang. Semua keluarga komuter sudah beranjak menuju ke lokasi rumah duka.

Dilema……

komuter adalah salah satu orang yang menyambut baik kelahiran blogor di bumi blogsphere. Bahkan walau belum pernah bertemu langsung dengan para pengurus blogor, namun semua hal yang berkaitan dengan wacana hingga lahirnya blogor dulu (embrio), komuter dukung dengan sepenuh hati. Pernah berusaha datang waktu ada acara blogor ngejump, namun karena tinggal di pinggiran kota bogor alias Parung, maka seluk beluk perkotaan bogor tidak begitu komuter mengerti. Nyasar seharian di angkot, kelaparan, kepanasan. Akhirnya gagal kopidarat.

Sekarangkah waktu yang tepat untuk kopidarat ?? sementara orang tua meninggal dunia nun di belahan bumi utara sana ??

komuter bukan mahluk sempurna. Balik arah melalui sawangan, pondok cabe, pamulang, tembus tangerang.

Benarkah keputusan ini ??