Komuter sebagai petugas yang berwenang

Hari ini, sabtu 14 nov 2009. Komuter dapat tugas piket alias jaga kantor, dari pukul 08.00 pagi s.d besok pagi pukul 08.00. jadi dapat ide untuk cerita-cerita ringan tidak semoga bermutu.

Sebetulnya tugas ini telah komuter lakukan monthly sejak tahun 1998. Pada setiap melaksanakan tugas ini, komuter sering sekali menemukan hal-hal ajaib yang berdasarkan pemikiran seorang komuter seharusnya tidak terjadi. Dan kebanyakannya tentang perselingkuhan atau mengenai hubungan antara pria dan wanita.

Sekilas tentang kantor komuter agar dapat dijadikan dasar untuk mencerna cerita selanjutnya. Kantor ini adalah sebuah pusat pendidikan yang memiliki mess untuk para siswanya. Biasa disebut boarding school. Para siswa yang dikirim ke sini adalah mereka yang akan ditugaskan oleh kantor mereka masing-masing untuk belajar bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah, tergantung kebutuhannya. Untuk bahasa Indonesia, siswanya adalah orang asing dari seluruh dunia. Untuk bahasa asing, yang paling diminati adalah bahasa Inggris (terbanyak). Dan komuter kebagian tugas menjadi tenaga pengajar bahasa Jepang.

Kembali ke tugas piket.

  • Saat baru menjalankan tugas piket yang kedua atau ketiga (lupa-lupa ingat), komuter mendapat telepon dari seorang wanita yang minta dijemput tidak jauh dari kantor. Katanya karena sudah malam, dia minta diantar pulang. Komuter bingung, karena tidak kenal dan hubungannya apa dengan tugas piket. Setelah berkonsultasi dengan teman, komuter mengerti bahwa itu adalah kupu-kupu malam yang sering mencari mangsa di sekitaran cinere dan pondok labu. Akhirnya komuter abaikan teleponnya bahkan memarahi karena mengganggu.
  • Pengalaman berikutnya tidak terlalu jauh, hanya saja sedikit merepotkan dan melibatkan orang tua (ibu). Komuter mendapat telepon dari seorang wanita yang sedang mencari temannya yang juga kebetulan teman komuter di kantor. Setelah beberapa lama berbincang-bincang dan berkenalan, akhirnya kita saling memberikan nomor telepon. Keesokanharinya, teman komuter menyatakan bahwa wanita tersebut adalah pramugari dan cantik. Namun ternyata cantik saja tidak cukup. Hampir setiap hari dia menelepon, bahkan hingga menelepon ke rumah. Kasian ibu di rumah kewalahan terima teleponnya. Walau belum bertemu dan dikatakan cantik, komuter khawatir, karena sepertinya wanita ini sedang mencari suami dan terburu-buru. Dari pada repot dan merepotkan akhirnya komuter menyatakan marah dan mohon untuk tidak menghubungi lagi. Teleponnya tetap berlanjut tapi karena diabaikan akhirnya lama-lama hilang dengan sendirinya atau sudah punya mangsa baru……
  • Saat sedang piket, tiba-tiba teman komuter kabur ke belakang kantor setelah sebelumnya bilang ke komuter untuk mengatakan bahwa dia tidak ada. Tak lama kemudian datanglah seorang wanita muda yang mencarinya. Teman komuter meletakkan jaketnya di kursi, karena itu si wanita muda tersebut bertahan menunggu. Untung tidak sampai pagi. Padahal teman komuter itu sudah tua dan anaknyapun memiliki usia yang sama dengan wanita muda itu. Komuter tahu karena beberapa tahun kemudian anak teman komuter itu sekarang kerja di sini.
  • Berikutnya, suatu malam komuter mendapat telepon dari wanita yang terdengar riang gembira. Katanya menelepon dari telepon umum, dan sudah menyiapkan koin yang banyak untuk ngobrol semalam suntuk. Komuter bingung karena tidak kenal. Walaupun ngobrolnya enak, namun di sela-sela pembicaraan dia sering menggunakan kata-kata jorok. Lama-lama komuter malas juga. TUTUP….
  • Balik lagi ke teman komuter yang didatangi wanita muda. Kali ini didatangi oleh wanita yang berusia sekitar 40-an. Atau sedang dalam puber kedua. Kelihatannya mereka cocok. Berbincanglah mereka di sebuah ruangan yang setiap satu jam sekali komuter datangi karena penasaran, pada ngapain aja sih… ternyata Cuma ngobrol sambil nonton tv. Tapi sampai pagi, apa tidak ngantuk…… sekarang teman komuter itu sudah pensiun. Kalau ketemu, paling cengar-cengir saja ke komuter.
  • Malam minggu di suatu tugas piket, komuter mendapati bahwa pos jaga sudah pindah ke depan tepat di samping jalan raya. Di seberang jalan sebenarnya terdapat tiang-tiang lampu penerang jalan, namun entah mengapa tidak menyala. Pukul 09.00 komuter pergi ke pasar pondok labu untuk membeli cemilan. saat kembali, komuter melewati jalan gelap yang ternyata telah berjejer banyak motor. Karena melewati mereka dalam jarak dekat, komuter mengerti sedang apa mereka. Berbuat kotor dan nista durjana. Sampai di pos, teman komuter yang mendapat laporan dari komuter, langsung keluar bersama petugas keamanan dan mengusir para bejatmania tersebut. Berhasil, tapi tidak tahu besok-besok.
  • Berbicara perselingkuhan, saat berpartner dengan teman untuk piket, malamnya didatangi wanita yang ternyata istri simpanannya. Cape deeeeeehhhh
  • Terakhir, barusan saja terjadi. Seorang wanita berjalan dari ujung jalan dengan wajah sedikit tegang. Komuter tahu berwajah sedikit tegang sambil berSMS ria, karena melihat dengan jelas dari kamera CCTV yang kebetulan saat itu zoom in. kemudian berhenti tepat di seberang kantor memandangi kantor ini. Tak lama kemudian keluarlah seorang siswa asing yang berasal dari suatu negara di asia (sensor). Setelah berbicara sebentar dengan komuter, siswa tersebut keluar gerbang dan masuk taksi bersama dengan wanita yang tadinya berwajah tegang, namun sekarang tersenyum sumringah.

Sebetulnya kebanyakan wanita yang komuter temui adalah mahasiswi yang ditengarai berasal dari univ di ujung jalan tidak jauh dari kantor. Entah benar entah tidak.

Demikianlah pengalaman ajaib komuter selama 10 tahun terakhir menjalani tugas piket. Sekali lagi semua kejadian tersebut hanya terjadi di luar kepentingan kantor. Dan hanya sebagai efek samping dalam bekerja. Hal yang menyenangkan dari tugas piket adalah ONLINE selama 24 jam.

Teuteeeeeuuuup….