mari naik becak

Becak dilarang beroperasi di jalan-jalan ibukota. Dulu komuter setuju dengan peraturan seperti ini. Karena komuter berpikir bahwa becak telah membuat jalan menjadi semrawut. Perilaku pengemudi becak sangat kasar dan susah diatur. Ternyata komuter salah.

Bukan hanya pengemudi becak saja yang susah diatur. Semua pengemudi, dengan segala macam kendaraanya, susah diatur. Lihat di jalan raya. Semua saling berlomba untuk mendapatkan jalan terdepan. Sikut kanan, sikut kiri.

Padahal kalau dikaji ulang, penggunaan becak sangat-sangat dianjurkan. Mari kita lihat di luar negeri, yang ‘katanya’ adalah negara maju. Seperti Jerman, Jepang dll. Mereka memproduksi alternatif moda kendaraan yang bebas polusi.

Jerman memulai di tahun 1997. Tujuannya adalah menekan atau bahkan menghilangkan sama sekali polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan.  kendaraannya disebut velo taxi. Jepang menyusul di tahun 2002. Tepatnya di bulan Juni 2002, di kota Kyoto. namanya sama dengan milik Jerman karena memang mengadopsi dari sana, namun penyebutannya menjadi bero takusi.

Kalau untuk sekarang, dilihat dari belakang velo taxi mirip dengan kancil yang dimaksudkan untuk mengganti bajaj namun gagal itu. Komuter sih berkeinginan untuk menggunakan saja sepeda angin dan becak sebagai alat transportasi masa depan di Indonesia. Tidak usah meniru velo taxi, karena kita sudah punya ciri khas sendiri.

Yang terpenting adalah bukan moda transportasinya yang diberangus menjadi rumah ikan di laut, tapi perilaku manusia pengendaranya yang dibenahi. Percuma becak dihilangkan tapi semua pengemudi kendaraan bermotor yang ada masih sama dengan perilaku pengemudi becak. Malah makin parah. Kalau dulu tenaga kendaraan terbatas karena pakai tenaga manusia, sekarang malah pakai tenaga mesin.

velotaxi

Setujukah anda becak difungsikan kembali … ???