Jurnal komuter : jalan pembenaran

Setelah samapta, lama komuter tidak dapat online dan memperbaharui postingan di wahana ini. Berbagai macam alasan kesibukan telah membelenggu dan menahan pemikiran, kemampuan serta perhatian dari keinginan tampil di wahana yang mengalihkan dunia nyata komuter (yang penuh dengan kemacetan pemikiran dan pembenaran individu sesaat sebagai sarana bertahan hidup dari kekejaman duniawi), daripada tampil di dunia maya (yang berawal dari ketidakaslian dan berkembang menjadi ajang pemikiran lurus yang berdasar pada kebenaran).

Adapun beberapa alasan tersebut adalah :

Pergantian pimpinan di ruang kerja komuter. Pimpinan sebelumnya tidak banyak berpikir dengan pekerjaan yang dikerjakan. Semua dikerjakan berdasarkan warisan terdahulu. Dulu dikerjakan seperti ini, sekarang juga. Jadi komuter tinggal kopipaste saja.

Pimpinan yang baru berbeda. Semua pekerjaan dianalisa, dikerjakan dengan standar keilmuan, dan dasar-dasar hukumnya juga diperjelas. Semua buku-buku yang berisi rencana operasi untuk pendidikan yang akan dibuka, terlebih dahulu dibedah dan dikupas tuntas. Disesuaikan dengan standar pedoman pembuatan buku yang berlaku di departemen. Terus terang ini sedikit menyulitkan komuter, karena di paruh akhir tahun anggaran 2009, semua produk/hasil kerja mengalami perubahan drastis dan total. Alhasil pekerjaan komuter jadi semakin berat karena juga harus menterjemahkan keinginan pimpinan yang baru agar nantinya sang pimpinan tinggal bilang kerjakan ini atau mau ada itu, komuter langsung faham dan mengerjakannya sendiri.

Alasan lain adalah telah dibukanya kelas baru tahun anggaran 2009. Selain tugas yang ada di ruang kerja, komuter juga harus berbagi waktu untuk mengajar di kelas. Sebagai ilustrasi, untuk mengajar maka komuter sebagai seorang guru harus menyiapkan bahan, lesson plan dan yang terpenting, mental. Karena mengajar walau telah komuter jalani selama + 10 tahun, tetap merupakan hal yang #$&$%^(&^$$ (memacu adrenalin). Tidak tahu dengan teman-teman/bapak-bapak/ibu-ibu sekalian, apakah memiliki perasaan yang sama ketika akan masuk kelas ??

Hal lain adalah bersifat pribadi, yaitu mbah uti masuk rumah sakit, mbah kung menjaganya, sehingga abang aji tidak ada yang mengurus dirumah, terpaksa setiap hari ikut ke kantor. Ini cukup merepotkan karena konsentrasi jadi tidak fokus.

Namun, ke semua alasan di atas hanya lah sebuah alasan yang klise, kalau memang ingin berkarya dengan mengisi blog, maka seharusnya bisa, yang sulit adalah blogwalking, karena cukup menyita waktu. Tetap saja kemalasan tidak bisa dijadikan alasan dan ketiga alasan di ataslah yang paling tepat menggambarkan tersitanya waktu komuter hingga tidak sempat membuat tulisan di blog ini.

.

Jika harus berhenti menulis untuk jangka waktu yang relatif lama (+ 3 mingguan), apa alasan anda ??