IBSN : belajar baca peta

sebagai pengendara, bertanya adalah hal mudah yang sering dilakukan ketika mencari satu titik lokasi yang akan didatangi. Tidak bosan-bosannya komuter sebagai pengendara bertanya pada tiap pertigaan atau tikungan agar tidak nyasar. Nyasar, satu kata yang menjadi momok bagi komuter dalam bepergian, seperti yang terjadi pada saat mengunjungi satu lokasi di daerah Bogor.

Entah mengapa, Bogor begitu memusingkan bagi komuter. Padahal yang namanya keruwetan megapolitan Jakarta Raya dapat komuter taklukkan dengan mudahnya. Karena lahir dan besar di Jakarta kah hingga mudah saja berkeliling tanpa nyasar, tapi pergi ke kota lainpun komuter tak pernah nyasar.

………….Bogor, ada apa dengan mu

Karena itu demi ingin dapat pergi ke satu titik di Bogor suatu saat nanti, komuter telah mencetak peta kota Bogor dan sedikit bingung dalam membaca peta. Tapi jangan takut selagi akses internet masih ada, komuter juga telah browsing cara membaca peta, belajar sama-sama yukss,

.

Dalam membaca peta, yang harus difahami adalah semua simbol atau informasi yang ada pada peta. Kalau dapat membaca peta dengan baik dan benar, maka akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta, walaupun belum pernah melihat atau mengenal medan (muka bumi) yang bersangkutan secara langsung.

Beberapa hal yang dapat diketahui dalam membaca peta antara lain:
1. Isi peta dan tempat yang digambarkan, melalui judul.
2. Lokasi daerah, melalui letak garis lintang dan garis bujur.
3. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi).
4. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan, melalui skala peta.
5. Ketinggian tempat, melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur.
6. Kemiringan lereng, melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan.
7. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda).
8. Kenampakan alam, misalnya relief, pegunungan/gunung, lembah/sungai, jaringan lalu
lintas, persebaran kota. Kenampakan alam ini dapat diketahui melalui simbol-simbol peta dan keterangan peta.

Selanjutnya kita dapat menafsirkan peta yang kita baca, antara lain sebagai berikut:

1. Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai, menunjukkan bahwa daerah itu berelief kasar.
2. Alur-alur yang lurus, menunjukkan bahwa daerah itu tinggi dan miring. Jika alur sungai
berbelok-belok (membentuk meander), menunjukkan daerah itu relatif datar.
3. Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar, menunjukkan daerah
itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber-sumber air.
Dengan membaca peta akan dapat mengetahui,
1. Jarak lurus antar kota.
2. Keadaan alam suatu wilayah, misalnya suatu daerah sulit dilalui kendaraan karena daerahnya berawa-rawa.
3. Keadaan topografi (relief) suatu wilayah.
4. Keadaan penduduk suatu wilayah, misalnya kepadatan dan persebarannya.
5. Keadaan sosial budaya penduduk, misalnya mata pencaharian, persebaran sarana kota dan persebaran pemukiman.

Sumber : http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=124&fname=geo102_14.htm

Ada lagi masukan lain mengenai membaca peta, (sumbernya lupa)

Membaca peta adalah sebuah ketrampilan yang penting. Putar peta sampai apa yang ada di hadapan di lapangan adalah sama dengan di hadapan di peta. Jika menghadap timur, sisi timur dari peta harus dihadapan. Jangan kawatir jika huruf-huruf yang ada di peta berada di sisi bawah. Selalu berlatihlah untuk memegang peta sehingga selalu mengarah ke tempat yang akan dituju.

Cara memegang peta merupakan teknik yang penting juga. Lipat peta menjadi kecil, dengan mudah akan terpegang lembaran peta, letakkan ibu jari di peta dekat dengan posisi di peta. jagalah agar ibu jari selalu dekat dengan posisi di peta dan ke tempat yang akan dituju, hal ini memudahkan ketika melihat kembali ke peta, ketika memandang ke tempat lain. Ini juga mengurangi kesempatan mata untuk melihat bagian peta yang lain yang bukan tujuan.

Okey, demikian yang dapat komuter bagi untuk kita semua…….

Mari berbagi