jurnal komuter : skandal di perempatan jalan

resiko menjadi seorang guru di sebuah tempat kursus yah.. seperti komuter ini, muridnya datang dari beragam tempat dan profesi. tidak bisa milih-milih, yang penting honornya ada. terakhir diantara sekian siswa yang kursus, terselip satu orang anggota kopassus. di akhir kursus mantan siswa tersebut memberikan baju kaos warna hitam dari kesatuannya sebagai kenang-kenangan.

tampak depantampakbelakang1

biasanya kaos tersebut komuter pakai saat di rumah. bahannya enak, tidak membuat gerah, mencucinya juga mudah tinggal taruh di ember besokkannya sudah selesai di setrika (makasih mamih), tinggal pakai.

sore itu niat untuk cukur rambut karena rasanya gerah sekali, maklum terbiasa potongan pendek. dengan pemikiran gampang dipakainya, pergi ke barbershop menggunakan kaos pemberian mantan siswa tersebut. hanya menunggu 1 orang yang sedang dipangkas rambutnya, + 5 menit tiba giliran komuter. seperti biasa begitu duduk di bangku langsung mata ini berat. dengan terkantuk-kantuk komuter biarkan tangan-tangan mang tukang cukur menari-nari memangkas rambut.

selesai …..

potongankopassuspotongankopassus1

OMG

modelnya itu ……..

baru sadar ketika sampai di rumah dan berkaca selesai mandi. kenapa mamang mencukur komuter dengan model seperti ini. khan komuter sudah sering pangkas rambut di situ.

pikir punya pikir, menganalisa, mengobservasi, kesalahan apa yang telah komuter lakukan hingga mamang lupa dengan style komuter selama ini.

tuing…. komuter ingat dengan kaos yang komuter pakai ketika bercukur saat itu. yaaaa ampuuuuun mamang !!!@#!! masa hanya karena pakai kaos itu mamang langsung menginterprestasikan bahwa komuter adalah seorang anggota kopassus. kalau anggota kopassus beneran sih ga’ papa. senang malah. tapi ini khaan.

akhirnya kejadian juga. keesokan harinya diketawain sama teman-teman di kantor.

tentara baru lulus…..

ada hikmahnya juga punya potongan rambut seperti ini. pulang kantor mengendarai roda dua kesayangan. di sebuah perempatan lampu menyala hijau. komuter melaju dengan santai, tiba-tiba. sebuah taksi dengan santai juga melaju dari arah kiri yang seharusnya berhenti karena lampu lalu lintasnya sedang berwarna merah. tentu saja komuter kaget dan berusaha menghentikan kendaraan. tapi namanya juga apes, tetap saja pintu depan taksi tersebut tertabrak walau pelan.

dan seperti biasa yang terjadi di rimba jalan raya. tidak peduli salah atau benar yang penting marah-marah duluan dan menyalahkan orang lain sebelum orang lain menyalahkan. itulah hukum rimba jalan raya. sang supir langsung marah-marah buka pintunya yang tertahan ban depan komuter. helm yang komuter gunakan segera dilepaskan karena berusaha menegur supir taksi yang seharusnya merasa bersalah tapi malah merasa jagoan tersebut. helm dilepas dengan alasan agar suara komuter lebih mudah terdengar.

tapi apa yang terjadi… baru buka helm, supir taksi tadi malah kaget dan seperti ketakutan melihat komuter. langsung masuk taksi kaboooor.

…… ada apa sih ??