kampus universitas islam negeri jakarta

kampus uin selalu komuter lewati setiap hari kerja : senin ~ sabtu. itu karena kekasih hati bekerja di rumah sakit uin syarif hidayatullah yang berada tepat di seberang kampus uin.

uin1

ada sekitar 13 tahun komuter memerhatikan kampus uin mulai dari tahun 97 akhir hingga sekarang, satu hal yang sering komuter perhatikan dari kampus uin adalah sulitnya melewati jalan di depan gerbang kampus uin.

penyebabnya …. macet

kok bisa macet ?

komuter coba berpikir dan menganalisa, kenapa bisa macet.

angkot yang ngetem di depan gerbang kampus membuat kendaraan di belakangnya tertahan hingga menyebabkan macet.

mahasiswa yang naik turun angkot di depan gerbang kampus membuat angkot ngetem di depan gerbang kampus.

halte yang tersedia tidak digunakan dengan optimal. sebelum halte, bis maupun angkot sudah berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

mahasiswa uin mengendarai motor dengan melawan arus. berbahaya … (apakah benar mahasisa uin ?) benar karena terlihat dari arah keluar gerbang kampus uin, bertindak (gestur) layaknya mahasiswa. karena sudah mengamati sekitar 10 tahun terakhir dan bersatu dengan atmosfer uin, maka komuter dapat membedakan yang mana mahasiswa uin dan yang cuma lewat.

terlihat pada photo di atas terdapat zebracross. namun seperti juga halte, penggunaan zaebracross tidak optimal. mahasiswa menyeberang seenaknya.

apa yang harus komuter ungkapkan di sini yah ?

komuter pernah menjadi mahasiswa. sebagai mahasiswa banyak orang yang memandang dengan kagum. karena memang seharusnya mahasiswa dihargai dengan baik karena mau belajar dan berpotensi untuk menjadi pejuang penerus NKRI. namun mungkin itu dulu yah puluhan tahun yang lalu (sok tua). sekarang yang namanya mahasiswa berserak, dimana saja ada dan yang terlintas di benak masyarakat umum tentang mahasiswa sekarang adalah bukan lagi demo untuk kepentingan masyarakat namun tawuran/kekerasan.

“Tanggung jawab intelektual mahasiswa tak hanya berpijak pada tatanan teks saja, tetapi mahasiswa harus mampu terlibat langsung dalam realitas kehidupan masyarakat. (Muhammad Hatta ketika berceramah di Universitas Indonesia, 1957)”

tidak panjang lebar di sini, hanya kutipan di atas komuter ambil dari tulisan seorang wanita pemenang lomba menulis opini mahasiswa tentang kampusku.

komuter pikir wanita itu benar. untuk apa mahasiswa berdinamika di kampus namun tidak bisa menyumbangkan sesuatu yang berdasar pada akar rumput. untuk apa berpikir jauh mengenai negara dengan birokrasinya yang tidak pernah beres (CMIIW), sementara keruwetan dan kemacetan lalu lintas di depan mata terabaikan.

jangan sampai kemacetan ini menjadi warisan untuk mahasiswa berikutnya, turun temurun.

mari kita benahi …BERSAMA KITA BISA… (kampanye)

saran :

mahasiswa/i uin agar tidak naik angkot/bis tidak pada tempatnya ..AYO..

mahasiswa/i uin bergerak untuk turut serta melancarkan arus lalu lintas di depan kampus. ini bukan hanya tugas polisi atau satpam kampus, namun tugas kita semua kita ? loe aje kalee g ga’