konsen,

musim hujan sepertinya akan lewat, atau tidak lewat-lewat. namun curah hujan sudah berkurang.

banjir adalah hal biasa untuk masyarakat sekarang ini. tidak hanya bagi warga Jakarta, bahkan pulau Jawa, bahkan satu Indonesia kebagian. namun jangan salah, ternyata banjir juga terjadi di belahan dunia lain.

tidak percaya ?

baca koran dooong, atau nonton tv, atau lagi buka internet. kalau tidak, bergaulah!. pasti dalam pembicaraan akan ada topik banjir.

saat banjir, berkendara akan lebih mudah karena pengendara pasti akan mencari jalan alternatif atau akan menerjang banjir dengan tips n’ trik yang banyak bertebaran di jagat blogsphere ini.

yang menjadi rawan adalah jika berkendara pada saat tidak banjir namun aspal sedang basah, seperti hujan atau sisa air hujan. saat berkendara terutama menggunakan roda dua, hanya ada satu hal yang penting dan harus terus diingat, jika mendapati kondisi yang seperti itu:

..KONSEN..

koooonsen ? apaan tuh,

konsen adalah konsentrasi yang disingkat. namun walaupun disingkat, dalam pelaksanaan konsen ya konsen alias jangan lengah.

hal-hal yang menyebabkan lengah :

– wanita lewat, –> paling bahaya

– berbicara di handphone,

– membaca dan mengirim sms,

– banner yang eyecacthing dan menghalangi rambu lalulintas,

– dll

komuter hanya ingin membahas satu saja penyebab lengah, yaitu yang terakhir.

banner…

komuter adalah orang yang senang membaca, bahkan walau hanya sekelebat tulisan apapun akan berusaha dibaca. sepertinya hal ini bukan hanya milik komuter seorang. buktinya banyak iklan yang dipasang di pinggir jalan, di tengah jalan, di mana pun yang bisa dilihat orang pasti ada iklan.

contoh banner/iklan:

saat berkendara konsentrasi penuh sangat diperlukan, jika lengah sedikit saja, katakan hanya sekedar menoleh 3 detik itu bisa mempengaruhi pengendaraan sejauh sekian meter. yang terjadi adalah jika kendaraan di depan berhenti mendadak, pengendara yang lengah sudah pasti akan menabrak kendaraan yang berhenti mendadak tersebut. biar bagaimanapun juga pengendara yang menabrak adalah pihak yang salah walaupun kendaraan di depannya berhenti mendadak. hal ini didasari dengan aturan yang mengharuskan minimal ada jarak 6 meter antar kendaraan agar jika ada kondisi darurat yang mengharuskan berhenti mendadak kendaraan di belakang punya jarak sebagai antisipasi.

bicara banner pasti tidak jauh-jauh dari situasi saat ini yang berkaitan dengan iklan partai politik dan caleg. saran saya jika ada banner dari parpol/caleg yang mengganggu konsentrasi bahkan menutupi rambu lalulintas, jangan pilih parpol/caleg tersebut. mengganggu dan menyusahkan saja.

gambar ambil dari motorplus-online.