kondangan,

Selama berseliweran di ranah aspal Jakarta Raya tercinta, sering bahkan selalu komuter menghindar dari yang namanya dibelakangi atau berada di belakang motor bertipe 2 tak, kenapa? tidak lebih dan tidak bukan karena asapnya yang bikin batuk dan sesak napas. Ini hal yang sangat menyusahkan, secara belok kiri ketemu motor 2 tak, belok kanan ketemu bajaj yang notebene termasuk motor 2 tak, kalau lurus-lurus saja malah ngikutin bis umum yang bukan motor 2 tak tapi asapnya lebih hitam lebih tebal, dijamin muka belang-belang kaya tentara mau perang, terbayang ga’ kalau kita sedang dalam perjalanan menuju resepsi pernikahan menggunakan motor dan menemukan kondisi seperti di atas?

Ternyata selama ini sudah beredar selentingan bahwa yang namanya motor 2 tak akan dihapuskan karena berkat merekalah polusi di jalan raya menjadi tinggi, dan sangat mengkhawatirkan. Awalnya komuter senang mendengar hal tersebut, bahkan ada komunitas kendaraan bermotor yang mengadakan polingnya dan sepertinya mendukung selentingan tersebut.

Penasaran sudah sekian lama selentingan tersebut beredar namun yang namanya motor 2 tak tetap saja berseliweran dan terlihat di setiap sudut jalan, beruntung komuter punya akses internet, setelah browsing kesana kemari ketahuan bahwa ada juga komunitas pecinta motor 2 tak yang menolak motor 2 tak dihapuskan dari muka bumi ini.

Akhirnya terjawab kenapa ada yang ingin penghapusan motor 2 tak dan ada yang mempertahankannya, karena ternyata sebenarnya bukan motor 2 tak yang selama ini menjadi permasalahan dan harus dihapuskan, tapi inti dari selentingan di atas, yaitu asap knalpot yang dianggap sebagai polusi udara dan harus dihilangkan dengan keinginan mendapatkan udara yang lebih bersih lagi dan sesuai dengan euro II emission standard.

Bahkan komuter menemukan bahwa untuk kendaraan bermotor yang diproduksi di atas tahun 2007, baik itu tipe 2 tak maupun 4 tak, harus ramah lingkungan dan komuter setuju akan hal ini.

Kembali pada persoalan awal, dipunggungi kendaraan yang tidak ramah lingkungan di jalan, bagaimana ini?