velg,

kalaua sedang mengendarai tunggangan rasanya seperti sedang jaipongan. selidik punya selisdik, roda belakang ternyata oblak.

jadi ingat habis iedul fitri tahun 2008 lalu. pulang kampung melalui jalan yang sebenarnya bukan jalan menurut saya, karena lebih mirip kubangan dengan bebatuan yang keras. seperti juga mudikers lainnya, barang bawaan cukup banyak. selesai mudik ganti teromol belakang komplit kecuali velg.

menjelang pergantian tahun kemarin, tanggalnya lupa, hari sabtu malam sekitar pukul 07.00 ditengah hujan gerimis dalam perjalanan menuju ciputat dengan peran lain saya sebagai ojek pribadi, ban belakang kempes di depan atrium senen sebelum jalan Kwini. tukang tambal ban tidak mau tambal maunya ganti ban dalam, bahkan dengan trik jahatnya dia merobek ban dalam. kalau diberantemin pasti urusan jadi panjang, males ngerepotin. akhirnya ganti ban dalam. saya yakin dan percaya finishing touchnya tidak sempurna karena keesokan harinya dalam perjalanan menuju kantor untuk tugas piket, ban kempes lagi, ternyata masih ada paku sisa semalam dan baru ketahuan bahwa pemasangan ban tidak sempurna alias miring. dua hari kemudian jaipongan di jalan, setelah dibawa kebengkel ketahuan lahernya oblak.

sekarang kurang tahu kenapa oblak lagi, mungkin karena mutu laher dan teromol yang tidak orisinil, membuat umur pakai tidak panjang.

rekan bloger, saran doong, kira-kira kalau ganti roda belakang; velg, teromol, jari-jari, pokoknya komplit deh, menghabiskan biaya berapa yah? di mana lokasi beli yang barangnya bagus tapi murah? untuk velg, saya ingin yang tapaknya lebar, kira-kira 185′ keatas, biar stabil kalau jalan jauh alias pulang pergi kerja yang menghabiskan jarak + 90 km.