IBSN : investasi,

pada saat rapat IT di Badiklat Dephan beberapa waktu yang lalu, ada satu pernyataan dari Kabadiklat yang menurut saya sangat menarik untuk dipertimbangkan. kalau tidak salah kutip (-+ mohon maaf) beliau berkata :

cobalah berinvestasi dengan membeli (kredit) laptop, bukan membeli (kredit) motor seperti si pengendara. bukan karena tidak penting, namun mari kita buat skala prioritas. bla…bla…bla… (lupa).

padahal saya sedang berancang-ancang untuk membeli (kredit) motor baru, karena motor yang sekarang dipakai sudah uzur (menurut saya). dengan adanya pernyataan seperti itu membuat saya berpikir-pikir lagi untuk memperbaharui motor yang sudah hampir lima tahun menemani saya dalam suka dan duka.

 sudah beberapa hari sebelumnya saya survey dan jatuh cinta dengannya, namun lumayan mahal untuk ukuran saya, tapi sudah kadung ai suru, fallin’ in love, liebe, jatuh cinta atau apalah bahasanya, bagaimana ini?

bicara investasi, beberapa tahun yang lalu saya beli (kredit) rumah di daerah bojong gede, dekat pemda cibinong, bogor. pertimbangan saya waktu itu adalah perkataan dari beberapa orang teman yang menyatakan bahwa beli rumah untuk investasi, karena harga rumah makin lama makin mahal, maka jika sudah punya rumah jika butuh uang tinggal jual dan uang penjualan lebih tinggi dari uang pembelian.

setahun punya rumah …. karena ga’ ada yang tempatin, jadi kurang terurus, sampai box meteran listrik hilang (aaartght).

kemudian rumah yang di Parungpun kosong juga dan butuh diurus juga karena sudah berisi barang-barang, jadi secara prioritas saya harus lebih sering berkunjung ke sini.

terus selama ini saya tinggal dimanah? berhubung ga’ ada yang jagain si kecil, terpaksa kami titip di rumah eyangnya di kemayoran, sekalian kami menitipkan juga diri kami disanah (halah).

setahun kemudian saya bertemu dengan teman yang kebetulan ikut kursus KIBI di tempat kerja saya, dan ternyata beliau adalah seorang dokter yang juga pengusaha. ini pendapat beliau mengenai investasi terutama investasi rumah : jika rumah yang kita miliki tidak menghasilkan uang, dalam hal ini dijadikan tempat usaha atau dikontrakkan maka rumah tersebut bukanlah investasi namun merupakan beban (beugh).

punya rumah 2 dan dua-duanya beban.

bagaimana dengan investasi anda?