kemarin itu,

dapat undangan rapat bagi para IT, diharapkan kedatangan jam 10.00 pagi. sengaja jalan dari rumah jam 09.00, karena lokasi rapat dengan rumah hanya -+ 1/2 jam perjalanan. sengaja tidak ke kantor dulu untuk apel pagi, karena dari rumah ke kantor -+ 1 jam, dan dari kantor ke lokasi rapat bisa ampun-ampunan di perjalanan (kapan sampainya). sengaja menutup seragam kantor dengan jaket hitam, karena kalau terlihat orang-orang, ada yang berseragam jalan siang, nanti dibilangnya “kok, masuk kerjanya siang” padahal kalau jalan pagi ke lokasi rapat mo’ ngapain? mulai rapatnya ajah jam 10.00.

dapat metromini p10 jurusan Senen, mulanya biasa saja. ada yang menarik menjelang sampai terminal. di Jl. Gunung sahari setelah Armabar ketemu lampu merah, berhenti sebentar -+ 2 menit, pas lampu hijau metromini beranjak jalan, tiba-tiba seorang ibu yang duduk dekat pintu depan langsung berdiri dan minta berhenti. ini yang menarik, supir tidak bersedia berhenti dan tetap meneruskan perjalanan. sang ibu dan sang supir masing-masing ngomel sendiri-sendiri, saya yang berada diantara mereka berdua jadi mumet. sang ibu maksa minta berhenti di sembarang tempat, sang supir hanya akan berhenti di halte terdekat. baru kali ini ada supir (metromini lagi) yang patuh peraturan. sebelumnya saya tidak tahu apakah sepanjang perjalanan sang supir patuh pada peraturan, hanya sejak kejadian diberhentikan sang ibu itu saya jadi perhatian.

dapat mikrolet 01 jurusan Senen pada saat pulang, ada yang aneh. waktu baru naik tiba-tiba di dalam mikrolet dua orang anak SMU, yang satu sedang merokok, langsung merasa kikuk dengan kedatangan saya, dan langsung mematikan rokoknya. padahal ga’ kenal. dan saya juga bukan orang yang usil, tapi kenapa? apakah karena wajah saya?

dapat order untuk jemput mantan pacar di gambir pada sore harinya. karena bermotor dan tidak masuk stasiun saya berkeliling dengan anak melewati gambir, kemudian memutari Monas, kembali ke Gambir. karena belum terlihat juga wajah sang mantan pacar, sementara di sepanjang jalan terpampang rambu-rambu s coret, saya tidak berani berhenti, jalan terus. cape keliling, saya putuskan untuk berhenti di depan pagar stasiun yang ternyata banyak sekali motor sedang parkir. karena tidak ada s coret dan p coret maka saya beranikan untuk parkir di situ. pas mau standard motor, datang mobil polisi, si pengemudi sambil melotot menyuruh untuk menyingkir, karena dia mau parkir mobil di situ. karena malas berurusan, saya langsung memindahkan motor dan parkir. tukang parkir yang ada di situ bilang pemobil yang datang itu ingin bertemu timer untuk ambil ‘jatah‘. sang mantan pacar datang, setelah bayar parkir langsung menjalankan motor, tukang parkir bilang motor tidak boleh lewat jalan sebelah kiri karena hanya bis dan busway yang boleh lewat, akhirnya, balik arah melawan arus -+ 3 meter, terus ambil jalur tengah agak ke kanan, pulang deh.

demikianlah kemarin itu, bagaimana kemarin kamu