safety riding

komuter, mereka yang pulang pergi setiap hari dalam sisa hidup dan mempertahankan hidupnya. bertahan demi hidup harus dilakukan dengan smart dan penuh perhitungan, tidak hanya berpikir harus melakukan ini melakukan itu agar tetap hidup namun juga perhatikan lingkungan agar diri dan sekitar dapat hidup dengan lebih berkualitas.

komuter, dengan berbagai karakteristiknya terbagi dalam berbagai bagian terkait dengan kegiatan mobilitasnya, ada yang berkereta, bermobil, gonta-ganti kendaraan, dan bermotor. terkait penggunaan mobilitasnya dan terkait penulis dengan kegiatan mobilitasnya, maka tulisan ini hanya akan dipersempit untuk membahas kendaraan bermotor roda dua.

komuter, menggunakan kendaraan roda dua wara-wiri di belantara Ibukota, kota yang penuh dengan pernak-pernik kehidupannya, dimana segala sesuatunya berhubungan dengan lancar tidaknya lalu lintas jalan raya, dimana segala sesuatunya diharapkan dapat berjalan dengan lancar selancar lalu lintasnya, dimana segala sesuatunya disiasati dengan harapan agar lancar dalam berlalu lintas.

komuter, demi mensiasati macet terpaksa membeli kendaraan roda dua, dan menjadikannya kendaraan favorit yang dipakai setiap hari demi menuntaskan hasrat hidupnya untuk dapat hidup sehidup-hidupnya. demi menggunakannya dengan smart dan penuh perhitungan untuk mencapai kehidupan yang berkualitas, maka bacalah sajian penggunaan kendaraan roda dua dengan tema safety riding ini.

hal pertama yang perlu dilakukan adalah, periksa beberapa hal yang diperlukan dibawah ini sebelum menggunakannya :

  1. rem, cek mekanisme tuas di setang dan pedal sesuaikan jarak main dengan yang ada di buku manual atau nyamannya dalam penggunaan. kemudian kampas, cakram, sepatu rem, kaliper, dan minyak rem di master rem.
  2. lampu-lampu, jangan sampai ada yang tidak berfungsi, karena fungsinya cukup vital sebagai penanda keberadaan kita dalam perjalanan. atur ketinggian cahaya jauh-dekat jangan sampai menyilaukan kendaraan yang berada di depan, warna lampu harus sesuai dengan fungsi. lampu besar putih, lampu sein kuning, lampu rem merah.
  3. spion, sesuaikan ukuran kaca dan panjang tiang dengan postur pengendara. usahakan agar situasi di belakang dapat terdeteksi dengan baik.
  4. ban, periksa secara berkala tekanan angin seperti yang disarankan dalam buku manual. ukuran ban jangan terlalu besar atau terlalu kecil, ganti sebelum botak, agar lebih ekonomis.
  5. mesin, lakukan tune up atau servis rutin secara berkala sesuai anjuran, usahakan agar mesin selalu sehat, servis di tempat yang telah ditentukan.
  6. bahan bakar, isi agar tak kehabisan di jalan. mesin yang dipaksakan hidup dengan bbm yang miris, bisa merusak mesin. selain isi, periksa juga jalur bbm ke mesin, seperti saringannya, karburator dan slang.
  7. setang setir, jika tangan terasa pegal saat berkendara, cek apakah setang sudah sesuai dengan kebutuhan, dalam arti untuk jarak jauh posisi stang sesuaikan untuk jarak jauh, untuk pemakaian sehari-hari biasanya sudah standard dari pabrik jangan dirubah.
  8. indikator, biasanya terletak di setang agar lebih mudah di lihat, perhatikan speedometer, odometer, dan yang penting lagi indikator bensin.

demikian beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum berkendara. ada hal lainnya? mari sharing