berkendara dengan aman, nyaman, dan tidak dimarahi orang; bisakah?

katanya berkendara di negara-negara lain yang katanya masyarakatnya sudah sadar hukum hingga tanpa dijaga oleh pihak yang berwenangpun pengendara akan patuh dan taat pada hukum yang berlaku, sangat nyaman dan aman. seperti apa sih berkendara yang aman dan nyaman itu?

 berhenti tidak melewati garis putih di lampu lalu lintas

ini pengalaman pribadi, bukan hanya kata orang, pada saat berhenti karena lamu menyala kuning hingga merah saya yang ketinggalan kloter terpaksa berhenti (demi patuh lalu lintas). tapi karena paling pertama berhenti maka saya dapat antrian paling depan, dan berhenti tepat sebelum ban depan menyentuh garis putih. ga’ sampai dua detik … klakson motor dari pengendara di belakang menyalak bersahutan. saya mengerti itu pasti pengendara yang ingin menerobos lampu merah atau ingin berhenti di antrian paling depan biar begitu lampu kuning menyala langsung geber abis. saya cuek aja pura-pura ga’ peduli karena kalau saya maju untuk beri jalan maka saya juga terpaksa melewati garis putih. tapi emang cape juga sih dengerin pada klaksonan begitu.

 jaga jarak aman dengan kendaraan di depan

bukan hal yang mudah, karena setiap saya jaga jarak dengan kendaraan di depan, selalu saja disusul oleh kendaraan lain dari belakang dan membuat saya jadi makin mundur saja karena harus atur ulang dalam menjaga jarak. kendaraan yang menyusulpun sering tidak sopan, main salip saja kemudian rem mendadak grrrrh kalau tidak sabar-sabar mah bisa berantem terus.

gunakan lampu sein pada saat akan belok

ga’ tau ya, apakah kebanyakan pengendara motor yang ndeso atau nyari simpelnya aja, belok langsung aja atau belok sambil nyalain lampu sein, padahal harusnya lampu sein dulu baru belok. bahkan yang bahaya lagi, mendahului terus berbelok. ini pernah kejadian di depan kantor saya, pelakunya teman saya sendiri, hasil akhirnya yang didahului dengan mendadak dan terpaksa menabrak, malah bayar ganti rugi, jadi karena kejadiannya di depan kantor dan banyak teman, teman saya ini malah lebih galak dari yang menabrak yang menurut saya lebih pantas disebut korban.

demikian beberapa poin yang menurut saya cukup penting dalam berkendara. mungkin lain waktu akan saya tulis kelanjutannya.