<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>komuter jakarta raya</title>
	<atom:link href="http://pengendara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengendara.wordpress.com</link>
	<description>berkendara di jalan dengan aman, nyaman dan menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 13:01:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengendara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0bdaf4a6264ea6bfb1e10c9c35281d05?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>komuter jakarta raya</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>jurnal komuter : laporan cuti (VOID)</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/13/jurnal-komuter-laporan-cuti-void/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/13/jurnal-komuter-laporan-cuti-void/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Cuti dua minggu komuter kemana aja &#38; ngapain ??
Di rumah saja, rehab rumah hingga layak huni. Lokasi rumah di komplek inkopad sasakpanjang tajurhalang bogor.
Layak huni. Selama ini karena jarang ditempati, rumah menjadi rusak. Setiap kali ke sana (bulanan), selalu saja mengepel dari depan ke belakang atau sebaliknya. Karena yang namanya hujan, air pasti masuk. gara-gara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=641&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Cuti dua minggu <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> kemana aja &amp; ngapain ??</p>
<p style="text-align:justify;">Di rumah saja, rehab rumah hingga layak huni. Lokasi rumah di komplek inkopad sasakpanjang tajurhalang bogor.</p>
<p style="text-align:justify;">Layak huni. Selama ini karena jarang ditempati, rumah menjadi rusak. Setiap kali ke sana (bulanan), selalu saja mengepel dari depan ke belakang atau sebaliknya. Karena yang namanya hujan, air pasti masuk. gara-gara setiap ada kebocoran tidak pernah terdeteksi atau malas mendeteksi, akhirnya meluas menjadi bocor yang benar-benar seperti tidak memiliki atap.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu-satunya cara memperbaiki adalah dengan cuti panjang + persiapan uang yang banyak. Dari sepuluh tahun menabung, baru sekarang inilah kesempatan itu terwujudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan asumsi yang bermasalah adalah <a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/11/06/30/272936/30/aplikasi-atap-pada-hunian" target="_blank">atap</a>, maka komuter berinisiatif untuk membuat atap baru. Atap yang lama tetap, namun di atasnya dibuatkan atap baru. Atap di atas atap.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa sih tidak memperbaiki yang sudah ada? Komuter melihat (menghitung/mengira-ngira) bahwa jika hanya memperbaiki yang sudah ada, biaya yang dikeluarkan akan sama dengan membuat atap baru. Dan lagi bentuk atap lama memiliki lekuk dan terdapat parit antara loteng dengan atap. Parit inilah biang keladi suksesnya air hujan masuk ke rumah secara berrombongan (bedol desa).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah baca-baca di internet dengan gogling tentunya, komuter mendapat gambaran bahwa :</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">atap yang terbuat dari asbes tidak baik untuk kesehatan. Maka komuter memutuskan untuk mencari bahan atap lainnya (dapatnya atap beton).</li>
<li style="text-align:justify;">Ada juga yang menyatakan bahwa jika banyak lekukan akan menyulitkan dalam perawatan. Maka komuter mendesain atap yang hanya lurus saja. Dari belakang tertinggi hingga ke depan.</li>
<li style="text-align:justify;">Sempat melirik bahan membuat rangka yang dari aluminium atau sejenisnya. Setelah ditotal, ternyata lumayan mahal. Dan waktunya juga mepet, hingga belum sempat survei ke lokasi toko yang menawarkan jasa pemasangan atap rangka baja ringan ini.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">sedikit bermasalah dengan tukang yang malas-malasan kerjanya. padahal borongan selama 10 hari dan dikerjakan selama 11 hari. Dengan harga 10 hari tentunya. Coba kalau kerja giat, maka dalam waktu 8 hari bisa selesai dan uang yang diterima full tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Atap, komuter dapatkan dari hasil keliling komplek. Atap tersebut adalah atap asli rumah komplek. Para pemilik, entah mengapa merasa tidak srek dengan atap tersebut, dan menggantinya dengan asbes. Saat tanya ke toko bangunan, harga atap tersebut sekitaran Rp. 3.000,- perbuah. Namun yang bekas hanya dihargai setengahnya. Lumayan menekan biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau belum sempurna seperti yang diharapkan, rumah sudah layak huni. Dan yang terpenting lagi adalah, sekarang rumah memiliki <a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/11/03/30/271862/void-ciptakan-ruang-yang-lebih-lapang" target="_blank">void</a>. Setelah sebelumnya dengan susah payah mengumpulkan uang untuk membangun kamar mandi dan wc hinggga mirip milik hotel berbintang (cumi = cuma mirip), komuter mengharapkan agar void diadakan tepat di atasnya, agar saat berrendam di bathtube, bisa sambil melihat bintang-bintang di langit. Namun keinginan itu tidak di ACC oleh penguasa rumah sejati, namanya juga komuter cuma ikutan tinggal di sana. Alhasil void diadakan tepat di atas ruang makan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak seperti yang diinginkan sebelumnya, void ini tetap diberi atap, karena kalau tidak beratap, pastinya ruang makan akan penuh dengan air hujan. Lumayanlah, punya rumah dengan kamar mandi dan wc bagus, ditambah lagi memiliki void.</p>
<p style="text-align:right;">Yang kurang apa lagi yah ??????</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/641/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=641&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/13/jurnal-komuter-laporan-cuti-void/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>salam kenal&#8230;.. (kembalinya sang pengendara)</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/12/salam-kenal-kembalinya-sang-pengendara/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/12/salam-kenal-kembalinya-sang-pengendara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 01:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengendara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[baru selesai cuti selama 2 minggu&#8230;&#8230;..
apa khabar teman-temin ??
mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa mengunjungi semua para sahabat yang dengan setia menunggu kedatangan sang pengendara (GR mode on).
mungkin belum minggu ini, karena ada kelas yang sudah ditinggalkan selama dua minggu ini, padahal para murid setia menanti (GR mode on).
oke, demikian perkenalan singkat ini. terima kasih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=636&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>baru selesai cuti selama 2 minggu&#8230;&#8230;..</p>
<p>apa khabar teman-temin ??</p>
<p style="text-align:justify;">mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa mengunjungi semua para sahabat yang dengan setia menunggu kedatangan sang <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/02/18/komuter/" target="_blank">pengendara</a> (<a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/10/28/terlewatkan/" target="_blank">GR mode on</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">mungkin belum minggu ini, karena ada kelas yang sudah ditinggalkan selama dua minggu ini, padahal para <a href="http://subpokjepang.wordpress.com/" target="_blank">murid setia</a> menanti (<a href="../2009/10/28/terlewatkan/" target="_blank">GR mode on</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">oke, demikian perkenalan singkat ini. terima kasih sudah berkujung, salam</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=636&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/11/12/salam-kenal-kembalinya-sang-pengendara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>terlewatkan&#8230;&#8230; (GR mode on)</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/28/terlewatkan/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/28/terlewatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 06:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[uin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[pukul 19.51 di parkir mesjid UIN Ciputat. selesai parkir motor, perhatian tertuju pada seorang gadis yang sedang bersusah payah pegang-pegang motornya. komuter tahu gadis yang pastinya mahasiswi ini sedang kesulitan mengeluarkan motornya. padahal tadi komuter lihat tukang parkir yang berwenang datang menggeser motor lain di sebelah motor gadis itu. tapi kenapa gadis itu tetap saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=628&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">pukul 19.51 di <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/03/24/kampus-universitas-islam-negeri-jakarta/" target="_blank">parkir mesjid UIN Ciputat</a>. selesai parkir <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/02/24/mau/" target="_blank">motor</a>, perhatian tertuju pada seorang gadis yang sedang bersusah payah pegang-pegang motornya. <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> tahu gadis yang pastinya mahasiswi ini sedang kesulitan mengeluarkan motornya. padahal tadi <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> lihat tukang parkir yang berwenang datang menggeser motor lain di sebelah motor gadis itu. tapi kenapa gadis itu tetap saja kebingungan.</p>
<p style="text-align:justify;">dengan semangat membantu, <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> bertanya &#8220;mau keluar atau masuk?&#8221; gadis itu menjawab mau keluar. <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> membantu mengeluarkan motornya dari tempat parkir. saat sedang dikeluarkan, gadis itu mengajak bicara. <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> tidak tertarik untuk mengobrol, karena perut lapar dan <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/01/21/277/" target="_blank">sedang dalam rangka menunaikan tugas</a>, yaitu menjemput <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/03/18/jatuh-cinta/" target="_blank">sang mantan pacar</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">apalagi di situ banyak berkeliaran teman kerjanya, kalau mereka atau salah satu dari mereka melihat <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> sedang berbincang dengan gadis muda yang tidak diketahui identitasnya dengan jelas, <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> khawatir akan ada gosip yang menyebar.</p>
<p style="text-align:justify;">kenapa sih, kesempatan selalu datang tidak pada waktunya. coba gadis ini atau kejadian ini terjadi sepuluh tahun yang lalu, saat <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> masih muda belia gagah perkasa. pasti <a href="../2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> yang ngajak ngobrol duluan. kalau sekarang mah&#8230;. maaf yah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=628&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/28/terlewatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bersujud bersyukur</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/24/bersujud-bersyukur/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/24/bersujud-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 03:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[laka lantas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang indah belum tentu yang terbaik. Sabtu, 10 Oktober 2009 diawali sebagai hari yang indah. Setelah ritual bangun pagi yang menyenangkan, pukul 09.00 papie dan abang aji berangkat menuju tempat kerja mamie di Ciputat. Dekat dengan Situ Gintung dan lokasi penembakan terhadap dua orang yang diduga sebagi teroris.
Dari serdang kemayoran, kami berangkat sengaja melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=626&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari yang indah belum tentu yang terbaik. Sabtu, 10 Oktober 2009 diawali sebagai hari yang indah. Setelah ritual bangun pagi yang menyenangkan, pukul 09.00 papie dan abang aji berangkat menuju tempat kerja mamie di Ciputat. Dekat dengan Situ Gintung dan lokasi penembakan terhadap dua orang yang diduga sebagi teroris.<br />
Dari serdang kemayoran, kami berangkat sengaja melalui Kuningan, tembus Mampang. Menjelang Kebun Binatang Ragunan, belok kanan arah Cilandak. Perempatan Cilandak belok kiri. Karena belum sarapan, papie memutuskan untuk makan bubur yang ada di pinggir jalan. menyantap bubur sambil menyaksikan pertunjukan terjun payung dan helikopter milik Marinir yang memang bermarkas di situ.<br />
Jalan lagi setelaha bertanya pada beberapa orang yang ada di sana sampailah kami di kolam renang Marinir. Sebuah tempat yang menyenangkan. Kami berenang selama kurang lebih 2 jam. Selesai berenang, segera berangkat menuju tempat mamie bekerja, di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah milik Universitas Islam Negeri Jakarta.<br />
Sesampai di sana, abang aji turun di depan Rumah Sakit dan langsung masuk ke dalam untuk menjumpai mamie. Papie parkir motor di pelataran mesjid.  Tak lama kemudian, papie menyusul ke ruangan mamie dan memberikan botol susu dan susu abang aji. Lanjut mencari makan siang. Bertiga kami makan di restauran padang, belakang Universitas Islam Negeri. Papie makan banyak karena lapar setelah beraneang. Abang aji banyak minum, karena itulah hanya makan sedikit, tapi lumayan.<br />
Selesai makan, mamie dan abang aji kembali ke ruangan mamie. Abang aji tidur siang di sana. Kebetulan pasien mamie sedang tidak begitu banyak. Kebetulan pula ada satu tempat tidur di pojok yang dikosongkan. Papie langsung ke mesjid untuk shalat dhuhur, dan sekalian merebahkan tubuh, alias ikutan tidur siang.<br />
Pukul 15.00 setelah shalat ashar, papie ke ruang mamie untuk membangunkan abang aji. Karena jam kerja mamie sudah selesai pada pukul 14.30. butuh waktu setengah jam sampai abang aji bangun dan bersiap. Berangkatlah kami ke tempat resepsi pernikahan teman kerja mamie di daerah cengkareng.<br />
Tidak seperti biasanya, kami bertiga memakai pakaian yang seragam. Kebetulan beberapa tahun yang lalu kami buat pakaian untuk menyambut lebaran bermotif batik. Menyenangkan sekali seharian itu.<br />
Kami beranjak pulang saat azan maghrib berkumandang. Ini adalah kesalahan yang kami perbuat. Padahal di sebelah gedung resepsi pernikahan terdapat mesjid. Kami bukannya mampir dulu untuk menunaikan shalat maghrib, malah berangkat untuk pulang ke kemayoran.<br />
Sepanjang jalan, papie mendapati godaan. Knalpot motor yang lewat, atau berjalana beriringan, sepertinya mengejek papie. Itulah sebabnya papie berusaha selalu ngebut. Tidak pernah papie terprofokasi dalam membawa motor. Sering motor-motor berjalan kencang saat papie bermotor, meninggalkan knalpot berisiknya, papie tidak ambil pusing. Walaupun sering juga papie membawa kendaraan dengan kencang, namun semata-mata karena kebutuhan, alias bukan karena berbalapan dengan motor lainnya.<br />
Karena bukan untuk membalap motor lain, papie menjadi fokus dengan motor dan lingkungan. Namun malam itu sungguh naas. Rasanya kok ingin membalap motor yang berjalan beriringan. Padahal kalau dipikir lagi, knalpot mereka biasa saja suaranya. Adrenalin papie terpacu seperti anak muda yang membara tidak mau kalah.<br />
Tepatnya di depan jembatan Kambing daerah jembatan lima, atau lebih tepat lagi, mesjid pekojan. Terdapat separator jalan yang kurang lebih hanya memiliki panjang 5 meter. Namun sepanjang jalan tidak ada separator, dan hanya disitu saja separator tiba-tiba nongol, menjadikan papi tidak bisa mengendalikan motor. Ban depan menyentuh separator, motor segera terbalik.<br />
Alhamdulillah, papie hanya lecet di telapak tangan, namun mamie lumayan parah. Helm yang digunakan abang aji dan mamie, entah kemana&#8230;. abang aji aman dipelukan mamie.<br />
Bahu kanan mamie lebam, pipi sebelah kanan tergores aspal, bibir atas sebelah kiri luka, jari-jari tangan luka bergesekan dengan aspal. Saat diperiksa dokter terdapat kerikil yang nyangkut di dalam jari. Dengkul kaki kanan dijahit, padahal pakai celana dobel.<br />
Setelah terjatuh terlihat mamie memeluk abang aji dengan sangat erat. Pemandangan yang mengharukan. Abang aji sangat-sangat terlindungi saat itu. Masyarakat langsung berdatangan untuk menolong, abang aji langsung papie gendong. Mamie ditolong oleh orang-orang yang datang. Motor ?? tidak tahu.<br />
Mamie mengaku tidak tahu apa yang terjadi alias sedang pingsan saat ditolong. Abang aji sempat mengeluhkan kaki kanannya yang katanya sakit. Para penolong seperti orang yang sedang berjualan di pasar, ribut sekalil ngomong ke papie. Papie jadi bingung mau melakukan apa.<br />
Mamie sempat tidak sadarkan diri selama sekitar 10 menit. Saat sadar, papie tawarkan untuk ke dokter atau rumah sakit, tapi mamie menolak. Oke, papie tawarkan lagi untuk naik taksi, ditolak lagi. Akhirnya dengan sangat terpaksa papie kembali membonceng dengan motor. Untung masih bisa menyala.<br />
Di perjalanan, menjelang stasiun kota atau beos, mamie minta ke dokter, katanya pusing. Akhirnya papie terpikir untuk membawa mamie ke UGD RSPAD. Sepanjang jalan papie ajak ngobrol mamie agar selalu tersadar. Alhamdulillah sampai di UGD rumah sakit Gatot Soebroto dekat terminal Senen.<br />
Sekitar pukul 19.30 mamie masuk UGD. Abang aji yang kakinya sakit, tidak mau diperiksa. Katanya tidak mau disuntik. Padahal saat jalan kaki kanannya seperti kesakitan. Suster minta papi untuk tebus obat di apotik cito. Abang aji minta ikut. Belum berapa lama minta gendong. Daripada menyusahkan, papie pinjam kursi dorong. Abang aji naik kursi dorong.<br />
Selama menunggu mamie yang sedang ditangani, papie dan abang aji beberapa kali keluar untuk tebus obat atau beli minum. Bahkan karena abang aji rewel, kebetulan ada ATM didekat loket, sekalian saja papie bayar listrik menggunakan ATM. Hitung-hitung jalan-jalan dari pada abang aji cerewet.<br />
Menjelang selesai, mbah kung dan pakde mudji datang. Untunglah mereka datang, saat pulang, mamie naik taksi bersama mbah kung. Papie membawa motor, karena kalau ditinggal, percuma. Keesokan harinya harus balik lagi untuk ambil motor.<br />
Abang aji tidak mau ikut taksi. Papie tidak tahu kenapa, namun dari pada ribut, abang aji ikut papie naik motor. Karena sedikit trauma, papie membawa motor pelan. Sesampai di rumah, mamie dan mbah kung sudah ada dalam rumah, begitu juga pakde mudji yang naik motornya sendiri. Padahal papie dan abang aji duluan keluar dari RSPAD, tapi tibanya paling belakangan.<br />
Malamnya, papie dan abang aji tidur di luar kamar, mami di kamar sendirian. Namun pintu kamar terbuka lebar. Sepanjang malam papie beberapa kali terbangun untuk melihat keadaan mamie. Katanya tidak tidur semalaman, kasian mamie.<br />
Kami menutup hari itu dengan sedikit rasa sedih.<br />
Hanya karena lupa bersujud bersukur di hadapan-Nya, teguran itu datang di hari yang indah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=626&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/24/bersujud-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mari naik becak</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/18/mari-naik-becak/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/18/mari-naik-becak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahan bakar]]></category>
		<category><![CDATA[biker]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[becak]]></category>
		<category><![CDATA[bero takusi]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[velo taxi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Becak dilarang beroperasi di jalan-jalan ibukota. Dulu komuter setuju dengan peraturan seperti ini. Karena komuter berpikir bahwa becak telah membuat jalan menjadi semrawut. Perilaku pengemudi becak sangat kasar dan susah diatur. Ternyata komuter salah.
Bukan hanya pengemudi becak saja yang susah diatur. Semua pengemudi, dengan segala macam kendaraanya, susah diatur. Lihat di jalan raya. Semua saling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=619&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Becak dilarang beroperasi di jalan-jalan ibukota. Dulu komuter setuju dengan peraturan seperti ini. Karena komuter berpikir bahwa becak telah membuat jalan menjadi semrawut. Perilaku pengemudi becak sangat kasar dan susah diatur. Ternyata komuter salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya pengemudi becak saja yang susah diatur. Semua pengemudi, dengan segala macam kendaraanya, susah diatur. Lihat di jalan raya. Semua saling berlomba untuk mendapatkan jalan terdepan. Sikut kanan, sikut kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal kalau dikaji ulang, penggunaan becak sangat-sangat dianjurkan. Mari kita lihat di luar negeri, yang ‘katanya’ adalah negara maju. Seperti Jerman, Jepang dll. Mereka memproduksi alternatif moda kendaraan yang bebas polusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jerman memulai di tahun 1997. Tujuannya adalah menekan atau bahkan menghilangkan sama sekali polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan.  kendaraannya disebut velo taxi. Jepang menyusul di tahun 2002. Tepatnya di bulan Juni 2002, di kota Kyoto. namanya sama dengan milik Jerman karena memang mengadopsi dari sana, namun penyebutannya menjadi bero takusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau untuk sekarang, dilihat dari belakang velo taxi mirip dengan kancil yang dimaksudkan untuk mengganti bajaj namun gagal itu. Komuter sih berkeinginan untuk menggunakan saja sepeda angin dan becak sebagai alat transportasi masa depan di Indonesia. Tidak usah meniru velo taxi, karena kita sudah punya ciri khas sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang terpenting adalah bukan moda transportasinya yang diberangus menjadi rumah ikan di laut, tapi perilaku manusia pengendaranya yang dibenahi. Percuma becak dihilangkan tapi semua pengemudi kendaraan bermotor yang ada masih sama dengan perilaku pengemudi becak. Malah makin parah. Kalau dulu tenaga kendaraan terbatas karena pakai tenaga manusia, sekarang malah pakai tenaga mesin.</p>
<p><a href="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/10/velotaxi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-621" title="velotaxi" src="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/10/velotaxi.jpg?w=604&#038;h=453" alt="velotaxi" width="604" height="453" /></a></p>
<p>Setujukah anda becak difungsikan kembali … ???</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=619&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/18/mari-naik-becak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/10/velotaxi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">velotaxi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tiga teguran pagi itu</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/15/tiga-teguran-pagi-itu/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/15/tiga-teguran-pagi-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[biker]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[berperilaku layaknya komuter&#8230; tentu saja namanya komuter, pagi berangkat sore pulang. pagi ini berangkat kerja seperti biasa, namun mendapat tiga teguran.

teguran pertama. dari kemayoran sampai galur, belok kanan pasar senen. belok kanan, ketemu jalan kwini, masuk terus sampai kwitang. di kwitang tepat sebelum patung pak tani ketemu lampu merah. saat berhenti di trotoar ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=613&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">berperilaku layaknya komuter&#8230; tentu saja namanya komuter, pagi berangkat sore pulang. pagi ini berangkat kerja seperti biasa, namun mendapat tiga teguran.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">teguran pertama. dari kemayoran sampai galur, belok kanan pasar senen. belok kanan, ketemu jalan kwini, masuk terus sampai kwitang. di kwitang tepat sebelum patung pak tani ketemu lampu merah. saat berhenti di trotoar ada yang jualan koran. iseng tanpa turun dari motor, mata jelalatan melihat berita-berita dikoran yang di hampar. mumpung gratis. penjual korannya wanita yang duduk sambil mencondongkan tubuhnya ke depan hingga kembarannya terlihat jelas walau tidak menyeluruh. karena salah tingkah dan merasa bukan hak, komuter segera beranjak, memajukan motor. tidak jadi baca koran gratis.</li>
<li style="text-align:justify;">teguran kedua. jalan rasuna said kuningan panjangnya berapa kilometer yah&#8230;. saat berkendara ada sepasang pria wanita yang berkendara motor mendahului, namun kemudian tidak beranjak dari pandangan alias kecepatan motornya sama. yang aneh dan kemudian menjadi perhatian komuter dari ujung ke ujung adalah, ternyata wanita yang dibonceng, duduk seperti pengemudi, dan menggunakan rok yang tertiup angin. semua isi rok kelihatan. komuter sudah berusaha mendahului agar tidak melihat terus-terusan, tapi seperti dua kendaraan yang kebut-kebutan. akhirnya komuter mengalah dengan mengurangi kecepatan agar motor tersebut bisa jauh dari pandangan tapi, sudah terlanjur sampai daerah mampang. komuter belok kanan, motor itu lurus.</li>
<li style="text-align:justify;">teguran ketiga. akhirnya masuk jalan fatmawati. sesampai di toko serba ada AB (aneka buana) semua kendaraan harus belok kiri, tidak boleh lurus kecuali sudah lebih dari pukul 10.00 atau kecuali hari libur. komuter tidak belok kiri, tidak lurus, tapi belok kanan masuk gang kecil. namanya gang, pasti masyarakat sana menempatkan polisi tidur, jalan raya saja ada polisi tidurnya. pada sebuah polisi tidur yang cukup tinggi, komuter melihat seorang ibu yang masih muda sedang membetulkan baju anaknya dengan cara merunduk. karena akan melewati polilsi tidur, komuter melajukan kendaraan dengan sangat pelan. dan karena itulah semua aktifitas ibu muda yang berada tepat setelah polisi tidur itu terlihat dengan sangat jelas. boleh dibilang slow motion. sambil merunduk, ibu muda tersebut ternyata hanya memakai kaus yang longgar dan tidak mengenakan apa-apa lagi di baliknya. akhirnya seluruh tubuhnya terlihat dengan sangat jelas.</li>
</ol>
<p>setelah mendapat tiga teguran tersebut, komuter menjadi berpikir&#8230;.   apa yang salah sih ??</p>
<p>masa cuma baca koran gratis saja tidak boleh&#8230;&#8230;. ??</p>
<p>masa &#8230;&#8230;. ??</p>
<p>masa &#8230;&#8230;. ??</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=613&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/15/tiga-teguran-pagi-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hobby lama</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/09/pecandu/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/09/pecandu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 00:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung pinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[hal yang terlihat remeh, namun berpengaruh besar. banyak artikel yang menyebutkan bahwa sangat baik bagi seseorang untuk mempunyai hobby. komuter mengalaminya. namun baik atau tidak ditentukan juga oleh perilaku pemilik hobby. kalau sudah ekstrim atau keterlaluan dalam menekuninya, sudah tidak baik lagi.
ada yang hobby mancing. sehari-hari yang dilakukan adalah mancing. jarang di rumah, sering di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=604&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">hal yang terlihat remeh, namun berpengaruh besar. banyak artikel yang menyebutkan bahwa sangat baik bagi seseorang untuk mempunyai hobby. <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/02/18/komuter/" target="_blank">komuter</a> mengalaminya. namun baik atau tidak ditentukan juga oleh perilaku pemilik hobby. kalau sudah ekstrim atau <a href="http://pengendara.wordpress.com/2008/12/12/keterlaluan/" target="_blank">keterlaluan</a> dalam menekuninya, sudah tidak baik lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">ada yang hobby mancing. sehari-hari yang dilakukan adalah mancing. jarang di rumah, sering di danau atau tempat pemancingan. mungkin baik baginya punya hobby mancing, daripada keluar rumah tapi tidak ketahuan aktifitasnya. namun jika jarang di rumah, bahkan hampir tidak ada waktu di rumah. bukan pula sikap yang baik dalam menekuni hobby.</p>
<p style="text-align:justify;">saat kecil dulu ada dua hobby yang ditekuni komuter, yaitu <a href="http://pengendara.wordpress.com/2008/12/26/berenang/" target="_blank">renang</a> dan <a href="http://pengendara.wordpress.com/2009/08/26/jurnal-komuter-naik-sepeda-sudah-bukan-jamannya-lagi/" target="_blank">bersepeda</a>. komuter kenal renang di kali ciliwung dekat rumah. komuter lahir di sebuah perkampungan kumuh seberang sungai stasiun Tanah Abang &#8211; Jakarta Pusat. biasa disebut petamburan atau pinggir kali. di dekat situ ada SDN 07 pagi Kota Bambu. tempat komuter melepas masa kanak-kanak.</p>
<p style="text-align:justify;">pertama kali berenang di sungai tersebut hampir masuk ke lubang buaya. betul&#8230; zaman komuter kecil di sana masih banyak binatang melatanya. buaya, kadal, biawak dan lain-lain. gara-gara kejadian itu, komuter jadi jatuh cinta dengan aktifitas renang. dengan modal uang 2.00 perak, setiap hari selasa komuter pergi renang di kolam renang Koni, Jl tanah abang 2. waktu itu kemana-mana jalan kaki <span style="text-decoration:underline;">+</span> 2 km dari rumah. padahal untuk ukuran jaman sekarang, cuma ke depan gang saja harus naik ojek. memang teknologi memanjakan penggunanya.</p>
<p style="text-align:justify;">hobby bersepeda dimulai menjelang akhir sekolah dasar. makin menjadi-jadi saat masuk SMPN 130 Jakarta Barat. kebetulan rumah sudah pindah ke daerah Rawa Belong, Jakarta Barat. masuk dari gang Salam. kalau tidak salah persis di samping SMP Kebun Jeruk.</p>
<p style="text-align:justify;">jarak dari rumah ke sekolah sekitar <span style="text-decoration:underline;">+</span> 10 km. tiap hari, pulang pergi bersepeda. dengan rute yang berubah-ubah. sampai rumah, pergi lagi bersepeda lagi. pokoknya kemana-mana naik sepeda.</p>
<p style="text-align:justify;">kegiatan bersepeda terhenti saat masuk SMEAN Tanjung Pinang Kepulauan Riau yang sekarang berganti nama menjadi SMKN 1 Tanjung Pinang. pergaulan di sana pada waktu itu, bersepeda tidak populer. namun untuk renang masih terus dilakukan walau tidak rutin apalagi, kiri kanan laut. besar kota cuma 5 km persegi. kemanapun berjalan, mentoknya laut.</p>
<p style="text-align:justify;">lepas sekolah, bertarung bertahan hidup. sulit menekuni hobby di saat-saat seperti ini. boro-boro mengisi hidup dengan hobby, bisa bertahan hidup saja sudah Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;">bagaimana hobby anda ??</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=604&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/09/pecandu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengisi</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/06/mengisi/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/06/mengisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[roda dua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[selesai lebaran, kembali pada aktifitas sehari-hari. terakhir posting mengenai berbahayanya atau tidak sehatnya bersepeda di jalan-jalan ibukota Jakarta. bukannya mengatakan bahwa bersepeda tidak bagus, namun akan lebih baik jika memilih tempat untuk bersepeda seperti di Monas atau Senayan.
setelah bersepeda, komuter kembali pada roda dua kesayangan, tumpuan hidup dan harapan. sang roda dua sudah berumur enam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=597&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">selesai lebaran, kembali pada aktifitas <a href="http://pengendara.wordpress.com/2008/07/02/hari-hari-sepi/" target="_blank">sehari-hari</a>. terakhir posting mengenai berbahayanya atau tidak sehatnya bersepeda di jalan-jalan ibukota Jakarta. bukannya mengatakan bahwa bersepeda tidak bagus, namun akan lebih baik jika memilih tempat untuk bersepeda seperti di Monas atau Senayan.</p>
<p style="text-align:justify;">setelah bersepeda, komuter kembali pada roda dua kesayangan, tumpuan hidup dan harapan. sang roda dua sudah berumur enam tahun pada tahun ini, dan sudah perpanjang stnk satu kali tepat pada ulang tahunnya yang ke 5.</p>
<p style="text-align:justify;">terakhir tanggal 25 September 2009 kemarin, komuter bawa ke berres alias bengkel resmi untuk Suzuki. sang roda dua di servis besar. selama ini hanya servis rutin saja sebulan sekali. untungnya, mekanik bilang sang roda dua baik-baik saja alias tidak ada yang perlu diganti. hal ini pasti karena selalu servis rutin setiap bulan.</p>
<p style="text-align:justify;">untuk diketahui, setiap hari senin ~ jumat selalu komuter gunakan untuk berangkat dan pulang kerja. dengan jarak tempuh <span style="text-decoration:underline;">+</span> 80 .. 90 km/hari. belum termasuk, pada sore hari saat di rumah, ada saja keperluan yang mengharuskan penggunaan sang roda dua. sabtu ~ minggu pun ada saja keperluan yang membuat sang roda dua berpacu di jalan hingga menempuh jarak yang sama seperti hari kerja setiap minggunya.</p>
<p style="text-align:justify;">komuter tidak menyangka bahwa mesin sang roda dua begitu sehatnya. padahal penggunaan sehariannya cukup berat. yang tidak terawat dari sang roda dua adalah bodinya. bukannya malas mencuci, tapi masa sih harus <a href="http://pengendara.wordpress.com/2008/06/09/sexy-cuci-motor/" target="_blank">dicuci</a> tiap hari ? selain tidak sempat, juga waktunya sangat sempit. komuter juga khan butuh istirahat.</p>
<p style="text-align:justify;">setelah servis besar, komuter penasaran dengan hasil servis yang menyatakan bahwa mesin motor sangat sehat. maka hari sabtu, 26 september 2009 tepat pukul 09.00 wib, pergi ke Puncak berboncengan. dari komplek Inkopad &#8211; Parung bergerak ke arah stasiun Bojong gede, lanjut Pemda Cibinong. mentok Jalan Raya Bogor belok kanan arah Bogor. masuk Sentul melewati terowongan tol jagorawi tembus gerbang sirkuit Sentul, belok kanan. komuter lupa lagi jalurnya, tapi yang pasti tembus-tembus di Gadog.</p>
<p style="text-align:justify;">untuk yang kendaraannya kurang laik jalan atau ragu-ragu lebih baik lewat jalur biasa, yaitu melalui terminal baranang siang, tajur terus ke atas. karena melalui sentul, kemiringan jalan sangat curam. untung roda dua milik komuter sudah servis besar, dengan mudah melahap curamnya jalan. melihat motor yang lain, termehek-mehek hingga motor 4 tak mengeluarkan asap dari knalpotpun, tetap tidak bisa nanjak.</p>
<p style="text-align:justify;">pulang dari puncak, penggunaan bahan bakar ternyata lumayan irit. wow&#8230;. padahal roda dua sengaja diservis besar karena ingin jual untuk ganti yang baru. sekarang kalau dijual malah timbulnya jadi sayang.</p>
<p style="text-align:right;">jual ga&#8217; yah ??</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/597/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=597&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/10/06/mengisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>taqobbalallahu minna waminkum shiyamana washiyamakum</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/09/18/taqobbalallahu-minna-waminkum-shiyamana-washiyamakum/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/09/18/taqobbalallahu-minna-waminkum-shiyamana-washiyamakum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[biker]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[iedul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=591&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/09/komuter.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-594" title="komuter" src="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/09/komuter.jpg?w=604&#038;h=453" alt="komuter" width="604" height="453" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/591/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=591&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/09/18/taqobbalallahu-minna-waminkum-shiyamana-washiyamakum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pengendara.files.wordpress.com/2009/09/komuter.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnal komuter : naik sepeda&#8230;.. sudah bukan jamannya lagi</title>
		<link>http://pengendara.wordpress.com/2009/08/26/jurnal-komuter-naik-sepeda-sudah-bukan-jamannya-lagi/</link>
		<comments>http://pengendara.wordpress.com/2009/08/26/jurnal-komuter-naik-sepeda-sudah-bukan-jamannya-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 01:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komuter</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahan bakar]]></category>
		<category><![CDATA[bensin]]></category>
		<category><![CDATA[biker]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengendara.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Di usia komuter yang terbilang dewasa (usianya saja), komuter perlu untuk lebih mengaktifkan penggunaan organ-organ tubuh agar tetap fit hingga memasuki usia senja nanti. Layaknya pria paro baya lainnya, komuter melakukan aktifitas keseharian dengan rutinitas: bangun pagi, berangkat kerja, bekerja, pulang kerja, nonton tivi, tidur. Nyaris tanpa ada aktifitas olah tubuh (raga).
Sempat terfikir untuk berangkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=586&subd=pengendara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Di usia komuter yang terbilang dewasa (usianya saja), komuter perlu untuk lebih mengaktifkan penggunaan organ-organ tubuh agar tetap fit hingga memasuki usia senja nanti. Layaknya pria paro baya lainnya, komuter melakukan aktifitas keseharian dengan rutinitas: bangun pagi, berangkat kerja, bekerja, pulang kerja, nonton tivi, tidur. Nyaris tanpa ada aktifitas olah tubuh (raga).</p>
<p style="text-align:justify;">Sempat terfikir untuk berangkat dan pulang kerja menggunakan sepeda seperti yang sedang happening akhir-akhir ini yaitu bike to work. Karena belum tentu bisa olah tubuh (raga) dengan alasan waktu yang mefet (padahal malas), jadi sekalian berangkat kerja sekalian olah tubuh (raga).</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan di rumah ada sepeda di belakang milik mbah kung. Kondisinya mengenaskan sekali, mbah kung bilang sepeda itu sudah dimiliki sejak sekitar tahun 60-an. Berarti usianya sangat jauh dengan komuter (tua-an dia). Saat ditemukan sepeda tersebut terkubur setengahnya, hingga perlu sedikit digali. Boleh dibilang sepeda ini bangkit dari kubur.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan semangat perubahan, komuter memperbaiki sepeda sedikit demi sedikit hingga menghabiskan uang lebih dari atau sama dengan setengah jeti. Sebelum dioperasikan sebagai kendaraan berangkat – pulang kerja, komuter gunakan dulu setiap sore untuk membawa abang aji berkeliling perkampungan kemayoran sampai pelosok sunter, galur, cempaka putih dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:right;">Ternyata&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Naik sepeda tak sesehat yang komuter bayangkan. Bahkan boleh dibilang mudaratnya lebih banyak dibanding manfaatnya (pengalaman pribadi, yang lain aaaau&#8230;.)</p>
<p style="text-align:justify;">- Polusi di sepanjang jalan di pelosok ibukota tercinta Jakarta raya.</p>
<p style="text-align:justify;">- populasi kendaraan bermotor yang memenuhi semua ruas jalan di manapun anda berada.</p>
<p style="text-align:justify;">- mental para pengendara.  paling parah</p>
<p style="text-align:justify;">Saat mengayuh sepeda, ternyata cukup menguras energi. Walau melelahkan namun menyegarkan, tetapi tarikan nafas yang lebih dalam dan lebih panjang menjadikan debu, asap kendaraan bermotor dll yang biasa disebut polusi udara, dengan leluasa masuk ke dalam rongga pernafasan hingga menjelajahi paru-paru, jantung, berkeliling di aliran darah komuter dari ujung kepala hingga ujung kaki (seperti setan saja).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengalami hal di atas komuter segera cari strategi untuk mencari jalan alternatif agar tidak bertemu dengan polusi yang berasal dari kendaraan bermotor. Dipilihlah jalan di perkampungan padat penduduk agar tidak terkena lagi polusi.</p>
<p style="text-align:right;">Berhasilkah ??</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak juga. Setiap pelosok jalan walaupun di gang buntu sekalipun pasti terdapat kendaraan bermotor. Terutama roda dua.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang paling menakutkan dari berkendara sepeda adalah&#8230;&#8230;., menjadi warga negara kelas terrendah yang pernah ada di muka bumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Rata-rata pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat bahkan yang lebih banyak lagi rodanya, semua saling serobot, saling sikut. Pasti terlihat siapa yang kalah. Pengendara sepeda. Jalan raya layaknya rimba pertarungan, layaknya zona pertempuran. Kalau hanya memiliki ilmu tendangan dan pukulan saja, atau hanya memiliki senapan angin dan ketapel saja, sudah pasti tersingkir dari kancah perjalanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman naik sepeda  hati was-was, kalau malam nightmare, pernafasan sedikit terganggu, sering marah-marah, jadi berburuk sangka terus pada pengguna jalan lainnya.</p>
<p style="text-align:right;">..Naik sepeda sudah bukan jamannya lagi..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengendara.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengendara.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengendara.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengendara.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengendara.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengendara.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengendara.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengendara.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengendara.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengendara.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengendara.wordpress.com&blog=1252312&post=586&subd=pengendara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengendara.wordpress.com/2009/08/26/jurnal-komuter-naik-sepeda-sudah-bukan-jamannya-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a91609d67e8050e28a1b60a74f10d7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komuter</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>