komuter

Arsip untuk ‘sepeda’ Kategori

belum kesampaian

In jalan, sepeda on Maret 25, 2013 at 10:20 pm

satu-satunya rencana/angan yang belum terlaksana hingga sekarang adalah jalan-jalan ke singapura bersama istri dan anak. sebenarnya tidak harus singapura. boleh juga ke malaysia. tapi sepertinya dibanding malaysia, singapura lebih elit.

penyebabnya banyak. salah satunya yang hingga sekarang sulit ditembus adalah reformasi birokrasi yang sedang digalakkan di jajaran pemerintahan. hubungannya dengan kami ?? tentu saja hubungannya erat sekali karena saya adalah aparatur negara yang harus ikut serta dalam reformasi birokrasi demi bumi pertiwi *tsahhh

tidak boleh ijin-ijin. harus jelas jika tidak masuk kantor. saya setuju semua itu. oleh karenanya saya sudah membuat rencana berangkat sabtu, pulang minggu. jadi cukup satu hari saja di singapura yang penting bisa foto-foto.

terkendala lagi. menunggu momen sabtu minggu yang tepat ternyata tidak tepat-tepat. ada saja tidak tepatnya. complicated. padahal pasport sudah jadi. seringkali tiket yang sudah hampir dipesan, dilepas lagi padahal tiket promo yang sumpah murah gila.

buyar

In b2w, sepeda on Juli 23, 2012 at 1:40 pm

per hari ini, selasa 17 juli 2012 saya berusaha untuk menulis lagi. sebenarnya banyak ide, tapi ketiadaan jaringan membuat ide-ide itu berkumpul dan ketika sudah mendapat waktu, malah membeku. freeze.

pagi dimulai dengan b2w. gowes sejauh 20 km dari rumah ke kantor. rute yang dilewati rute terpendek yang didapat dari hasil nyasar-nyasar sebelumnya. rute ini memang enak dilewati ketika matahari telah terbit atau belum terbenam. pemandangannya mantaps bahkan di siang hari yang terik. masih banyak pohon-pohon dan jarang rumah. terhampar sawah-sawah dan sungai kecil. namun lain halnya ketika melewatinya di saat bulan masih tersenyum.

seperti hari ini. pukul 05.00 sudah keluar rumah. tentu saja kondisi masih gelap. karena terbiasa melewati rute terpendek ini, pagi itupun tanpa disadari ambil rute tersebut. baru sadar ketika mulai masuk gang. mau putar balik sudah terlanjur kejauhan. masuk saja terus. sebenarnya bukan tidak mau melewati rute ini ketika fajar belum merekah. tapi dasar penakutlah yang membuat gowes datar ini menggetarkan dengkul.

belokan pertama masih ada rumah. bahkan pintunya terbuka, tanda penghuni sudah beraktifitas. belokan kedua ada musholla. pasti masih ada yang shalat subuh nih. belokan ketiga “krik..krik..krik.. gelap. belokan keempat gelap dan masuk persawahan. tapi nun jauh di ujung sana terlihat sesosok sedang masuk ke sebuah gudang di pinggir sawah. belokan berikutnya di tengah gelap terkagetkan dengan adanya pengendara sepeda lain dari arah berlawanan. sama-sama tidak pakai penerangan. bedanya sepeda saya bercat putih, jadi masih bisa dicermati ketika mendekat. sepeda dia hitam semua. untunglah tidak saling bertabrakan, hanya kaget saja.

sebenarnya panjang jika ingin dituliskan disini tentang horor yang saya alami pagi itu. karena selain di shortcut itu, jalan setelahnya juga ternyata masih gelap dan rimbun. boleh dibilang masih termasuk hutan walau perkebunan. hii………

buyar

janga nanya lagi ya

In bahasa, jurnal, sepeda, sharing on Juni 17, 2012 at 9:23 am

membiasakan pada sabtu untuk gowes keliling kemana saja. mengingat usia sudah tak lagi muda (lebay; biarin).

sabtu 09-06-2012, kurang lebih pukul 06.00, saya beranjak dari rumah untuk gowes memuaskan dahaga. karena satu dan lain hal saya tak bisa b2w, maka sabtu harus dioptimalkan gowes. bingung juga sih untuk menentukan tujuan gowes. selama ini saya berfikir, bahwa gowes itu enak kalau bersama rombongan. okay benar enak, tapi ada beberapa hal yang kemudian menjadi pertimbangan untuk gowes sendiri saja.

untuk gowes dengan rombongan maka harus memiliki jadwal yang disepakati bersama. kemudian saya ketahui dan rasakan bahwa kesepakatan ini sulit sekali saya penuhi. kantor saya libur sabtu minggu. tapi dalam satu bulan saya kena jadwal piket yang biasanya sabtu. jadi terlepaslah satu sabtu. kemudian abang aji sangat faham bahwa sabtu saya libur, maka dia juga sudah jaga-jaga terutama di hari kamis dan jumat, pesan ke saya untuk antar dia ke sekolah di hari sabtu. dan memang abang aji ini memiliki ingatan seperti gajah. tidak ada lupanya. jadilah sabtu ternak teri (anter anak anter istri).

demi mengejar gowes, terkadang saya bolos ternak teri. pura-pura lupa dsb. pagi setelah persiapan. selesai sarapan (wajib) langsung kabur. karena tidak berani bersepakat dengan rombongan, akhirnya saya gowes sendiri. dari pada cari spot gowes yang menyusahkan, saya putuskan gowes ke bekasi, ke rumah kakak. dengan jarak tempuh 46 km dan waktu tempuh dua jam setengah. saya sampai di tempat kakak di bekasi. seperti layaknya gowes, ketika sampai di satu spot, saya langsung makan terus tidur. tak lupa ganti baju dulu, baju gowesnya dicuci.

lagi enak-enak tidur, abang aji sms. marah-marah. memang abang aji sudah punya nomor sendiri tapi hp tidak boleh dibawa-bawa karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. cukup di rumah saja. karena memang salah, saya terima dimarahi abang aji melalui sms.

berbicara tentang sms. abang aji ini paling tidak suka basa basi. selama seminggu kemarin, abang aji ulangan kenaikan kelas. senin sekitar pukul 10.00, saya sms ke abang aji menanyakan tentang ujiannya hari itu. tapi dasar abang aji, selain dijawab dengan jawaban singkat juga dikasih pesan “janga nanya lagi ya”. lho, dikasih hp karena ingin tahu kegiatan dan hal-hal yang kira-kira bisa kami bantu. ini malah tidak mau ditanya. kemudian, di sms tidak mau jawab. hadeuh, jaman sekarang orang tua diatur anak.

pakai endomondo

In b2w, sepeda, sharing on Juni 6, 2012 at 11:27 am

namanya narsis dan selalu ingin uptodate adalah kegiatan pengguna socmed sejati. demikian yang terjadi pada diri ini. ujug-ujug nemu aplikasi endomondo yang disiarkan oleh teman di FB. karena penasaran, saya ikutan juga. tapi jadi aneh. punya akun endomondo tapi ga’ bisa dipakai. tiap kali gowes, masa harus gotong-gotong pc. berat amat.

kemudian dengan sangat hati-hati akhirnya saya beli robot ijo murah tapi merek terkenal samsung Y cdma. rencananya hanya akan digunakan untuk aplikasi ini saja. tapi di rumah sih bilangnya untuk telepon rumah, karena banyak keluarga yang pakai cdma juga. (berhasil)

sebenarnya aplikasi ini bukan aplikasi yang baru banget sih. saya tahunya juga sudah lama. tapi berhubung gaptek, baru akhir-akhir ini saja bisa makainya. dan ternyata lagi, secara meyakinkan saya jadi bisa tahu bahwa jarak dari rumah ke kantor sekitar kurang lebih 20 km. wow.. kirain 25 km seperti yang tertera di odometer motor.

menurut saya aplikasi ini berguna sekali untuk kegiatan yang sering saya lakukan, yaitu bersepeda. saya bisa tahu jalan pintas dari jalan terdekat yang saya tahu ada lagi yang lebih dekat, karena rute jalur tergambar jelas dan bisa mengira-ngira jalur mana yang bisa lebih memperpendek jarak lagi.

bagi temans yang gemar berpetualang. aplikasi ini pasti membantu. ini salah satu contoh hasil gowes saya yang terrekam di endomondo.

http://www.endomondo.com/workouts/oXMrgQL-GHQ

Cuma tertawa saja

In b2w, biker, motor, pengendara, sepeda on Mei 16, 2012 at 7:59 am

Bersepeda di siang hari bersama anak semata wayang. Hampir seharian kami berkeliling keluar masuk hutan di sekitar komplek. Walau panas tapi menyenangkan. Cukup menyenangkan karena hampir di setiap tikungan kami berhenti. Dan hampir dari setiap perhentian kami nongkrong di warung.

Berangkat sekitar pukul dua belas siang, setelah shalat dzuhur. Kembali lagi di rumah pukul lima belas ba’da shalat ashar. Pulang balik dibuka dan ditutup dengan shalat. Alhamdulillah perjalanan kami lancar.

Walau pakai sepeda mtb, tapi sepeda saya single speed, alias hanya satu percepatan. Sebelumnya dapat musibah ketika sedang gowes di sekitar rumpin. Anting rear delairure (rd) patah. Ketika itu terpaksa pulang naik angkot. Sekarang anting sudah dipasang setelah pencarian yang cukup lama. Tapi baru sekedar pasang antingnya dan rd saja. Kabel penghubung antara rd dan shifter belum dipasang. Jadilah sepedah mtb single speed.

Untungnya dengkul ini sudah beradaptasi dengan tandjakan, jadi walau bagaimanapun untuk tandjakan di sekitar komplek masih bisa ditolerir. Kecuali satu tandjakan yang gagal digowes karena kebanyakan tertawa.

Bicara tertawa, diakhir perjalanan menjelang masuk gang ke rumah ada seorang ibu mengendarai motor matik membonceng seorang ibu dengan ukuran yang sama dengannya (ndut) dan seorang anak di depan. Jalan dalam kondisi kosong, tapi karena bertegur sapa dengan seseorang di pinggir jalan, ibu itu agak kesulitan mengendalikan motornya. Gundukan selokan di ujung jalan bikin motor matiknya kurang tenaga. Komplikasi yang unik.

Padahal jalan lega dan dalam kondisi kosong, tapi karena sempat menengok ke pinggir jalan untuk bertegur sapa, ditambah motor matiknya loyo melewati gundukan, eh malah sepedah yang disalahkan. Saya cuma tertawa saja. Tapi sempat juga saya ingatkan padanya karena sembarangan menyalahkan sepedah. Saya katakan ” pakai helm kalau naik motor!”. Karena sedang kesal, jawabannya singkat saja “au ah”.

Sekali lagi saya cuma tertawa saja.

hujan

In b2w, jakarta, sepeda on Maret 5, 2012 at 7:48 pm

di sebuah milis yang saya ikuti ada teman yang bilang sekarang lagi musim ekstrim. maksudnya adalah pas hujan, hujannya ekstrim sampai banyak sekali yang tertumpah dari langit. pas tidak hujan, panasnya ampun-ampunan. dan tidak ada prediksi yang tepat untuk kedatangan hujan. karena baik hujan maupun panas bisa datang bergantian di saat yang tidak pernah tepat.

firman Allah dalam Qur’an surat Az-Zukhruf juz 25 ayat 11 :

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu Kami (Allah) hidupkan dengan air   itu negeri yang mati (tandus), seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”.

berarti hujan yang turun masih dalam tahap bisa ditolerir, karena Allah hanya menurunkan hujan sesuai dengan yang bisa ditampung oleh alam ini. bagaimana jika terjadi banjir ???

minggu lalu dapat undangan kerja bakti dari lingkungan rt. namun berhubung ada hal yang secara skala prioritas harus didahulukan, maka terpaksa absen dari kerja bakti. minggu ini dapat lagi undangan yang sama. bahkan ketua rt yang hanya berbeda tiga rumah sampai mencegat di jalan pas lagi sepedahan, minta datang di acara kerja bakti minggu.

alhamdulillah, dapat kesempatan untuk ikutan kerja bakti.

ternyata yang dikerjakan adalah mengembalikan fungsi got/parit di jalan utama. kami yang tinggal di gang dalam semangat sekali kerja bakti. walaupun tidak langsung di depan rumah, tapi jalan utama ini adalah jalan yang kami lewati tiap hari. saat hujan turun, air menggenangi jalan. pernah saat sedang jalan bersama anak di jalan tersebut, tiba-tiba sandal anak terlepas. segera saya kejar. dan saya menyadari bahaya tersembunyi namun nyata dari genangan air saat hujan adalah arusnya yang deras. saya khawatir ada anak yang terperangkap masuk got/parit. mengerikan.

got/parit di perumahan kami banyak yang ditutup. pemilik rumah tidak peduli dengan keberadaan got/parit tersebut, ketika hujan turun, air menggenang di depan rumahnya, malah marah-marah. tidak sadar bahwa salah satu penyebab genangan air tersebut adalah dirinya.

Hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha bahwasanya telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ ظَلَمَ قِيْدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ

“Barang siapa yang berbuat zhalim (dengan mengambil) sejengkal tanah maka dia akan dikalungi (dengan tanah) dari tujuh lapis bumi.”

di jalan tempat saya tinggal hanya di depan rumah saya saja yang tidak tergenang oleh air ketika hujan datang. kiri kanan, terutama di ujung jalan, air menggenang ketika hujan. saya sadar bahwa penyebabnya adalah akses menuju got/parit tertutup oleh bangunan. walau begitu ketika hujan datang, tetap saja saya terganggu karena akses jalan tertutup air.

selain menutup got/parit, banyak pemilik rumah membangun rumahnya melewati got/parit. padahal got/parit yang ada di depan rumah mereka bukanlah milik mereka. itu milik umum. tapi kemudian menjadi milik pribadi dengan dibangun hingga got/parit tersebut tidak ada lagi.

coba kepada teman-teman yang membaca postingan ini untuk melihat kembali rumahnya. sudahkah dibangun di atas tanah milik sendiri??

[touring] gowes tasik pangandaran

In b2w, jalan, seli, sepeda on Februari 15, 2012 at 2:58 pm

rabu 18 januari 2012, seorang teman gowes dengan tiba-tiba mengundang saya untuk ikut gowes ke kampung halamannya di Tasikmalaya. tentu bukan hal yang mudah untuk mengambil keputusan : apakah akan ikut atau menolak. pertimbangannya adalah karena mendadak, saya tidak ada persiapan. yang harus dipersiapkanpun lumayan berat yaitu persiapan alasan ke istri dan anak agar diijinkan ikut.

tanggal 19-01-2012 malam mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa.

rencana berangkat besok setelah pulang kantor.

dilema

jumat 20-01-2012, sebuah hari yang berat. bagaimana tidak, istri berulang tahun dan saya bukannya menemani malah pergi. saya tahu bahwa saya bukanlah pria dengan tingkat keromantisan yang tinggi. tapi…………..

setelah apel sore di kantor, dengan segera saya bersalin rupa. mandi, shalat kemudian berangkat. tujuan pertama adalah RL pondok indah. karena akan touring sejauh 110 km tasik ~ pangandaran, maka sepeda harus dipersiapkan dengan baik. salah satu persiapan yang harus dilakukan menurut saya adalah servis selayaknya servis rutin. selesai servis beranjak ke terminal lebak bulus. entah mengapa di depan poins square lebak bulus kayuhan ini terhenti oleh bau daun terbakar. sungguh membuat perut ini keroncongan. segera menepi dan memesan nasi bakar lauk ayam.

setengah kenyang setelah mengkonsumsi nasi yang cuma secuil, sepeda saya arahkan masuk terminal lebak bulus. setahu saya masuk peron terminal luar kota harus bayar. tapi alhamdulillah sambil gowes saya masuk terminal tidak dipanggil oleh petugas, hanya orang-orang yang terlihat akan mudik saja yang dipanggil. tidak butuh waktu lama saya segera menemukan bis yang saya cari bis primajasa jurusan tasik.

berangkat pukul 18.00 entah melewati jalan mana, yang pasti saya terbangun ketika kondektur berteriak-teriak “terminal tasik habis”. saya minta diturunkan di pool primajasa saja karena memang sudah berjanji dengan teman untuk bertemu di sana.

sesampai di pool primajasa,sepeda dikeluarkan oleh kondektur dari bagasi kanan bis. ini awal tragedi. kondektur bilang, “ini apaan pak” sambil menunjukkan besi kecil yang hanya sedikit lebih besar dari lidi. tuing….. ternyata baut quick release. “lah murnya mana?” gedubrakan cari cari mur kecil seukuran upil gedean dikit. tidak ketemu. akhirnya sepeda digeletakkan di depan bangku ruang tunggu penumpang.

hati rasanya tidak keruan.

sampai di pool sekitar pukul 00.30, yang artinya pas tengah malam lebih dikit. ditengah galau saya putuskan untuk tidur saja. sekitar pukul tiga terbangun oleh perut yang keroncongan. Alhamdulillah sepeda masih berada di tempatnya. segera saya ke kantin yang ada di situ juga, pesan mie instan. lumayan hangat. tiduran ga’ bisa tidur akhirnya inisiatif charge battery hp. karena charge di tempat orang lalu lalang, maka mata terus saja tertuju ke situ. ga’ bisa tidur. pukul 05. lebih dikit, muncul teman-teman yang akan gowes bareng. lega hati ini. akhirnya sepeda diakalin pakai mur seadanya yang penting bisa jalan, walau was-was. setelah mandi dan shalat di musholla belakang pool kami berangkat menuju rumah teman untuk pinjam mur.

Alhamdulillah di rumah teman dapat sarapan pisang, serabi khas tasik dan teh manis. terpikir untuk makan bubur nantinya ternyata malah tidak sempat. pukul 07.30 kami berangkat menuju titik kumpul yaitu kantor telkom di jalan merdeka tasik. sebelum berangkat briefing terlebih dahulu dan tak lupa foto :

start dimulai kurang lebih pukul 08.00, kemudian entah jalan apa namanya kami mulai gowes. karena awam tentang daerah Tasik ya udah saya ikuti saja mereka yang sudah gowes di depan.

perjalanan ternyata tak sesulit yang selama ini saya bayangkan. hanya dengan mengikuti yang di depan semangat gowes jadi tak pernah kendur. tidak seperti saat gowes sendiri yang kadang-kadang jenuh hingga gowesan menjadi tidak stabil.

etape pertama ditempuh kurang lebih 60 km. lumayan jauh dan selain jalan yang berkelok-kelok terdapat satu tanjakan yang cukup terkenal di kalangan pesepeda Tasik dan sekitarnya yaitu tandjakan tepung kanjut. saya tidak tahu kenapa dinamakan seperti itu, tapi menurut teman saya yang mengerti bahasa sunda nama tepung kanjut berkonotasi cukup ‘nakal’. pitstop kami telkom banjarsari.

setelah pitstop di banjar sari, kami gowes lagi menuju pangandaran. karena sudah beradaptasi dengan cuaca di sana, saya gowes dengan stabil. jika di etape pertama sering disalip, sekarang lumayan bisa nyalip dan nyundul ke front row. entah memang sudah rejekinya, tiba-tiba teman di depan melipir ke warung dan hati saya tergerak untuk ikutan. setelah jajan dan melepas lelah sekitar lima menit, kami beranjak lagi. ternyata teman saya itu sudah menguasai medan alias tahu seluk beluk jalur ini. penghentiannya di warung tadi adala layaknya pijakan orang yang akan melompat, karena setelah warung yang kami singgahi kami berhadapan dengan tandjakan berikutnya yaitu tandjakan mplak. nama daerahnya emplak. tandjakannya lumayan bikin galau. teman saya itu langsung ngacir di tikungan pertama. selain sudah mengetahui medan, pasti dia sering berlatih di sini dan sepeda yang digunakan adalah roadbike. tentu saja saya yang pakai mtb dengan ban besar jadi ketinggalan. tapi tidak masalah. alon-alon asal kelakon. Alhamdulillah, saya khatam hingga finish di telkom pangandaran, tepat saat adzan Ashar berkumandang.

di kantor telkom pangandaran, kami ditampung. akomodasi tersedia. makan minum dan dapat kamar tidur berupa aula.

setelah mandi dan shalat, rencana lihat sunset di pantai barat, tapi cuaca tidak mendukung karena mendung dan sedikit gerimis. sore di pangandaran hanya dihabiskan dengan duduk-duduk santai sambil minum teh bareng yang lain.

malam sehabis shalat maghrib, makan malan kemudian rebahan. tau-tau terbangun pukul 00.00. ternyata ketiduran. tengah malam kedinginan. dalam gelap malam segera pakai kaus lengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sarung tangan. tak lupa handuk ditutupkan ke muka. tak lama kemudian terdengar orang yang melakukan sesuatu dan saya yakin dia pasti mematikan AC. karena kemudian hembusan angin dan suara dari AC menghilang.

teuteup tidur lagi sampai pagi. bangun dini hari selesai shalat, keluarkan lagi sepedah. tujuan : ke pantai pangandaran. ternyata pantai terbagi dua, pantai timur dan pantai barat.

lanjutkan gowesan, ternyata sepeda mengarah ke pantai timur dan memang sekalian hunting sunrise. tapi memang nasib tidak berpihak, ternyata pagi itu sedikit mendung. (mendung kok sedikitsedikit). ya sudah, naik ke dermaganya dorong sepedah dari ujung ke ujung. tak lupa saat ada yang melintas, dimintain tolong untuk memoto.

puas di pantai timur, mampir dulu bubur nasi pakai ayam. minumnya teh manis

kenyang, pindah ke pantai barat. ga’ pake lama langsung aja sergap orang yang lewat untuk dimintain tolong ambil foto.

selesai foto-foto balik lagi ke telkom, ternyata banyak sepeda yang lagi diloading ke mobil. dari sekian mobil, semuanya penuh sepeda. dari pada saya ikutan loading sepedah ke Tasik, lebih baik loading sepedah ke bis langsung pulang ka rumah. setelah dipikir-pikir dengan seksama akhirnya diputuskanlah untuk bersegera pulang. sebelum abang aji dan maminya nelponin lagi nyuruh pulang. malu ahh dibilang kaya’ bang toyib.

ba’da ashar sudah sampai rumah lagi. Alhamdulillah…..

menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik (hanya tetap baik)

In b2w, biker, jakarta, jalan, jurnal, motor, pengendara, seli, sepeda on Februari 10, 2012 at 8:54 am

dalam hidup selalu penuh dengan pilihan. bagi saya, pilihan itu selalu dua : kanan atau kiri. dan dari setiap pilihan akan selalu melahirkan pilihan lagi. dan pilihan lagi. dan pilihan lagi. ketika kedua pilihan adalah pilihan baik, maka pilihlah yang terbaik.

pertanyaannya adalah bagaimana menentukan yang terbaik dari yang baik agar bisa menjadi lebih baik ??

pertanyaan di atas terkait dengan terus adanya perbaikan jalan di daerah saya. jalan-jalan yang selama ini kami gunakan adalah jalan makadam yang penuh dengan kubangan dan berbatu. kemudian diaspal dan menjadi baik. sekarang kemana-mana jadi enak. pinggang tidak pegal lagi. tangan tidak tremor lagi. sepertinya NJOP juga ikutan naik nih.

perbaikan jalan ternyata tidak berhenti di jalan utama saja. tapi masuk ke jalan-jalan kecil atau gang-gang penghubung antar desa dan antar komplek. sekilas ini merupakan satu kemajuan. betulkah demikian ……….

ada pro ada kontra. ada kelemahan ada kelebihan. ada kiri ada kanan. ada jin ada (u) jang. demikian juga dengan program perbaikan jalan-jalan yang menjangkau hingga pelosok desa. benarkah itu merupakan program untuk memajukan desa ??

saya akan menjawab pertanyaan di atas secara saya. dengan sudut pandang saya. sesuai dengan keuntungan dan kerugian yang saya alami. bukan atas kepentingan orang lain, apalagi orang banyak. tapi kepentingan saya sendiri.

melewati jalan utama ketika berangkat atau pulang kerja berarti harus memutar sejauh kurang lebih 2 kilometer. selama ini tidak masalah karena jalan utama sudah diaspal dan bagus. sekitar sebulan lalu jalan kecil antara komplek tempat saya tinggal dan perkampungan penduduk dicor beton. melewati jalan itu untuk berangkat dan pulang kerja menghemat jarak tempuh. lumayanlah selain memutar dua kilo yang terpangkas, akses jalan ini juga mengarah ke rute yang lebih memendekkan jarak lagi. jadi kalau ditotal sekitar lima kilometer terpangkas secara signifikan. wow :matabelo::matabelo:

tapi timbul juga penyesalan dalam diri. kenapa mesti dibetonisasi… kenapa :mewek: padahal jalan-jalan perkampungan penduduk adalah rute favorit saya bersepeda. keluar masuk perkampungan bersepeda merupakan kegiatan rutin sabtu minggu. kegiatan ini dilakukan tidak perlu jauh-jauh, karena perkampungan di sekitar komplek perumahan saya merupakan track terbaik dalam bersepeda. selain persawahan dan perbukitan terdapat juga hutan-hutan kecil yang terkadang menurut saya masih perawan. karena beberapa kali saya buka jalan di sana.

jalan-jalan kecil atau gang-gang yang sudah dibetonisasi membuat lalulintas menjadi ramai. sebenarnya mayoritas penduduk perkampungan bukanlah pekerja kantoran. karena itu mereka lebih banyak berada di sekitar rumah sehari-harinya. ketika jalan belum dicor, penduduk hanya nongkrong-nongkrong saja di depan rumah. ketika jalan sudah dicor dengan beton, penduduk menjadi memiliki mobilitas yang tinggi. berseliweran ke sana kemari menggunakan sepeda motor. tempat tongkrongan menjadi lebih banyak dan lebih jauh, tidak hanya sekedar depan rumah.

bersepeda di jalur yang ramai mengurangi kenyamanan. tapi berangkat-pulang kerja dengan variasi rute yang bisa diubah-ubah juga menjadi keenakan tersendiri.

sebenarnya betonisasi perkampungan penduduk itu adalah sesuatu yang menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik (hanya tetap baik) ????

berteman embun pagi

In biker, blogor, jalan, jurnal, polusi, seli, sepeda on November 23, 2011 at 1:55 pm

selesai. kemudian apa?????

In b2w, sepeda, sharing on September 7, 2011 at 1:16 pm

ramadhan telah selesai. pun lebaran yang dinanti telah terlewati. kemudian apa??

banyak hal yang selesai dan saya anggap telah selesai hingga hari ini. peranggapan ini didasari oleh keinginan untuk memulai lagi segala sesuatunya dari nol. dari jiwa yang putih bersih. dari satu sudut pandang yang menyatakan bahwa semua baik. dan kebaikan itu harus dipertahankan dengan menempuhi satu jalan yang benar. jalan yang benar itu ternyata bukanlah jalan yang lurus, tapi berkelok-kelok, tandjakan turunan, menyempit melebar, variasi godaan, bahkan tidak sepanjang jalan mulus. tapi ada juga gelombang dan lubang yang terlihat hingga menjebak.

usaha menempuhi jalan yang benar itu terkadang menyenangkan tapi lebih banyak melelahkan. lelah karena harus selalu waspada. ingat dengan rambu-rambu yang ada. tidak boleh serobot. harus sabar terhadap godaan. tidak boleh menyalip dalam antrian. muatan tidak boleh melebihi kapasitas (saipul jamil: 1syawal 1432H) dan larangan serta perintah agama lainnya yang harus diketahui kemudian dipatuhi.

jalan yang menyenangkan itupun bukan berarti akan menjadi jalan yang benar. jika terlena akan pemandangan yang indah. kemudian tidak melihat ke arah depan maka kemungkinan besar akan menabrak sesuatu atau ditabrak. atau bertemu turunan yang cukup panjang dan tidak perlu gowes. padahal sudah menjadi hukum alam, ada siang ada malam. ada turunan ada tandjakan. jika terlena pada satu turunan, maka bersiaplah akan adanya tandjakan.

akhirulkalam minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir batin (disudahi karena banyak kerjaan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.