komuter

Arsip untuk ‘bahasa’ Kategori

kereta atau mobil

In bahasa, jalan, jurnal, sharing on Juni 28, 2013 at 10:46 am

ada perbedaan kecil yang merepotkan antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia dalam hal penyebutan kendaraan bermotor roda empat yaitu mobil. di Malaysia, mobil disebut dengan kereta. (bagi yang mengerti bahasa inggris bisa langsung geser ke bawah, untuk yang normal akan saya ceritakan dalam bahasa Indonesia sesuai kemampuan saya :plaks:)

karena ini adalah kali pertama saya ke Malaysia, maka sudah pasti masih buta dengan situasi setempat. kemarin bersama dua orang teman yang berasal dari kamboja, kami pergi ke chinatown. berangkat dari ampang point, kami naik bus menuju ampang park untuk berganti dengan kereta. perjalanan lancar saja karena hari sebelumnya sudah pernah pergi ke KLCC.

sampai di ampang park, kami bingung mencari stasiun kereta. karena di Indonesia stasiun sangat mudah dikenali. setelah celingak-celinguk tidak ketemu, kami memutuskan untuk bertanya pada penduduk setempat alias orang Malaysia. ternyata tidak mudah menemukan orang Malaysia di Malaysia. hal ini karena Kuala Lumpur benar-benar mengglobal. banyak turis dan pendatang di sini. untuk lebih memudahkan maka saya bertanya pada pria berseragam yang sepertinya tukang parkir yang menurut saya pasti tahulah situasi sekitar. ternyata dia malah bingung.

teman saya yang berasal dari Kamboja tentu saja mengandalkan saya yang menurutnya pasti bisa bahasa Malaysia, dan tentu saja saya bisa bahasa Indonesia maka bertanyalah saya dengan pasti pada orang yang kami temui tersebut “dimana kami bisa naik ‘kereta’?”

jawabannya …. sudah pasti dia menunjuk ke parkiran mobil dan bahkan memanggil seorang supir taksi untuk kami. wah… tentu saja kami bingung dan menolak untuk naik taksi. kami ingin naik ‘kereta’ bukan taksi. beruntunglah saya teringat bahwa nama keretanya adalah LRT. setelah bertanya di mana stasiun LRT si pengemudi taksi malah bertanya “nak naik ‘kereta’ atau LRT?”

“LRT”. dengan segera dia menunjuk pada bangunan yang tidak mirip sama sekali dengan stasiun dan bertanda wajah berwarna kuning. sesampai di sana cuma ada lift. tapi kami sudah maklum, pastilah lift ini merujuk pada stasiun kereta.

demikianlah jika ingin naik kereta di Malaysia. gunakanlah LRT, lebih dimengerti dibanding ‘kereta’ yang berarti mobil.

Story of the day

Yesterday, my Cambodian friends and I went to Chinatown in Kuala Lumpur. As we know that we came here to study English, so I try to set my mindset to say anything in English. But on the way to Chinatown my friends wanted me to talk in Indonesian language which Malaysian can understand easily if I ask about direction. And I was confused. Actually there are many different between Indonesian language and Malaysian language, even thought our language came from the same Malaya language.

And what I was afraid of is coming. I ask Malaysian where we can find train using Indonesian language ‘kereta’. In indonesian language, ‘kereta’ means train, but in Malaysia ‘kereta’ means car. So, he showed us car park and called a taxi driver. Little misunderstanding here. Luckily I remember the name of the train that use here LRT. Thanks God we were saved. They directed us to subway. Happy ending.

kangen

In bahasa, jurnal on Maret 27, 2013 at 10:59 pm

sekolah lagi

lagi sekolah

setiap sekolah otomatis masuk asrama.

setiap masuk asrama otomatis ga’ pulang-pulang

setiap ga’ pulang-pulang otomatis ….kangen…

tujuan wisata berikutnya

In bahasa, jakarta, sharing on Juni 30, 2012 at 10:42 am

hari ini, sabtu 30 Juni 2012. abang aji menerima raport kenaikan kelas. walau tidak bermaksud untuk mendahului kehendak Allah. tapi InsyaAllah kami yakin bahwa abang aji (akan) naik kelas. yang menjadi pertanyaan adalah : bagaimana nilainya?

memiliki anak tidak sama dengan memiliki barang/benda. seberapapun berharganya benda, seorang anak tidak dapat dibandingkan dengannya. dalam hal ini, kami selalu berusaha yang terbaik dalam menjaga dan mendidik anak kami sesuai dengan tuntunan dan tuntutan hidup.

tuntunan hidup adalah semua yang diajarkan dalam agama islam. dan kami menyadari bahwa kami sangat berkekurangan dalam mengamalkannya. namun tetap saja kami harus mengajarkannya kepada abang aji. jadi kami belajar agama hingga setua ini dengan cara mengajarkannya kepada abang aji. memang dari hasil membaca/blogwalking kami sering sekali menemukan bahwa menjaga pelajaran agar tidak lupa adalah dengan mengajarkannya kembali kepada orang lain. hal ini terbukti secara pribadi dari pengalaman saya.

karena jabatan saya di kantor adalah Widyaiswara. maka saya berkecimpung dalam kegiatan belajar mengajar di kantor. pelajaran yang diajarkan adalah pelajaran tingkat pradasar hingga tingkat dasar. jadi siswa belajar dari nol hingga mencapai tingkat dasar. dalam standart noryoku shiken (Japanese Language Proficiency test) siswa akan mencapai hasil level empat dari lima level yang ada. level satu yang tertinggi, level lima yang terendah.

awal-awal mulai mengajar, saya getol sekali meningkatkan kemampuan keilmuan saya. ketika itu ada pemikiran bahwa jika mengajar siswa dalam level tertentu, maka saya harus memiliki kemampuan minimal satu level di atasnya. tapi setelah dua belas tahun mengajar, saya mendapat pemahaman baru, karena program yang kami miliki adalah dari tingkat pradasar hingga tingkat dasar, ilmu yang saya miliki tidak terpakai semuanya. bahkan karena jarang dipakai, maka banyak lupa dan hilang, menguap seiring usia.

terbukti bahwa pelajaran yang selalu diamalkan dengan cara diajarkan kembali kepada orang lain akan mendarah daging. tapi pelajaran yang tidak pernah diamalkan/diajarkan kembali kepada orang lain, akan hilang musnah. untuk mendapatkannya kembali harus belajar kembali.

demikianlah yang terjadi pada kami. banyak tuntunan agama yang terlupa dalam menjalani hidup. ketika memiliki anak, kami ingin dia mengikuti semua aturan agama. dan konsekwensinya adalah kami harus juga menjalaninya. untuk menjalaninya, kami harus tahu ilmunya. untuk tahu ilmunya : belajar lagi.

tuntutan hidup adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bertahan hidup di dunia ini. semua hal yang berkaitan dengan cara-cara bertahan hidup sebagai bekalnya berperang nanti kami berikan/ajarkan. dan seperti juga tuntunan hidup, mengajarkan abang aji agar bisa bertahan hidup nantinya juga cukup sulit.

bagi saya pribadi, untuk dapat bertahan hidup maka harus memiliki ketrampilan dan keahlian. semua itu bisa didapatkan dengan cara dipelajari. untuk lebih memudahkan kami mengajarkan abang aji agar bertahan dalam hidupnya, kami masukkan dia ke sekolah. kami masukkan dia ke bimbel. dan kami masukkan dia dalam kegiatan olah raga.

saya yakin para orang tua pasti juga melakukan hal yang sama. tapi pasti juga caranya berbeda. karena setiap anak adalah unik. mereka berbeda-beda. dan setiap orang tua juga memiliki cara yang berbeda juga dalam menangani anaknya. kompleks sekali hidup ini.

kami pusing dan lelah dalam keseharian bertahan hidup. abang aji juga pusing dan lelah dalam keseharian belajar bertahan hidup. oleh karena itu, kami secara keseluruhan bermaksud untuk dormansi sejenak.

ngapain ?

wisata pastinya

kemana ??

kemana….. kemana….. kemana ??

lah.. ayu ting ting aja bingung. apalagi kami.

jadi…

tujuan wisata berikutnya adalah : …..

janga nanya lagi ya

In bahasa, jurnal, sepeda, sharing on Juni 17, 2012 at 9:23 am

membiasakan pada sabtu untuk gowes keliling kemana saja. mengingat usia sudah tak lagi muda (lebay; biarin).

sabtu 09-06-2012, kurang lebih pukul 06.00, saya beranjak dari rumah untuk gowes memuaskan dahaga. karena satu dan lain hal saya tak bisa b2w, maka sabtu harus dioptimalkan gowes. bingung juga sih untuk menentukan tujuan gowes. selama ini saya berfikir, bahwa gowes itu enak kalau bersama rombongan. okay benar enak, tapi ada beberapa hal yang kemudian menjadi pertimbangan untuk gowes sendiri saja.

untuk gowes dengan rombongan maka harus memiliki jadwal yang disepakati bersama. kemudian saya ketahui dan rasakan bahwa kesepakatan ini sulit sekali saya penuhi. kantor saya libur sabtu minggu. tapi dalam satu bulan saya kena jadwal piket yang biasanya sabtu. jadi terlepaslah satu sabtu. kemudian abang aji sangat faham bahwa sabtu saya libur, maka dia juga sudah jaga-jaga terutama di hari kamis dan jumat, pesan ke saya untuk antar dia ke sekolah di hari sabtu. dan memang abang aji ini memiliki ingatan seperti gajah. tidak ada lupanya. jadilah sabtu ternak teri (anter anak anter istri).

demi mengejar gowes, terkadang saya bolos ternak teri. pura-pura lupa dsb. pagi setelah persiapan. selesai sarapan (wajib) langsung kabur. karena tidak berani bersepakat dengan rombongan, akhirnya saya gowes sendiri. dari pada cari spot gowes yang menyusahkan, saya putuskan gowes ke bekasi, ke rumah kakak. dengan jarak tempuh 46 km dan waktu tempuh dua jam setengah. saya sampai di tempat kakak di bekasi. seperti layaknya gowes, ketika sampai di satu spot, saya langsung makan terus tidur. tak lupa ganti baju dulu, baju gowesnya dicuci.

lagi enak-enak tidur, abang aji sms. marah-marah. memang abang aji sudah punya nomor sendiri tapi hp tidak boleh dibawa-bawa karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. cukup di rumah saja. karena memang salah, saya terima dimarahi abang aji melalui sms.

berbicara tentang sms. abang aji ini paling tidak suka basa basi. selama seminggu kemarin, abang aji ulangan kenaikan kelas. senin sekitar pukul 10.00, saya sms ke abang aji menanyakan tentang ujiannya hari itu. tapi dasar abang aji, selain dijawab dengan jawaban singkat juga dikasih pesan “janga nanya lagi ya”. lho, dikasih hp karena ingin tahu kegiatan dan hal-hal yang kira-kira bisa kami bantu. ini malah tidak mau ditanya. kemudian, di sms tidak mau jawab. hadeuh, jaman sekarang orang tua diatur anak.

harus blogwalking

In bahasa, Blogroll, sharing, Uncategorized on Juni 5, 2012 at 8:18 am

sekarang kalau ingin menulis, ketika sudah di depan monitor malah tidak ada yang bisa ditulis. padahal ide selalu berseliweran sebelumnya. demikian hal seperti ini berulang-ulang terjadi.

mencoba menelaah apatah terjadi gerangan??

kemudian saya menemukan beberapa kemungkinan. salah satunya adalah jarangnya saya blogwalking. saya tidak mengadakan penyelidikan secara ilmiah tentang hal ini alias hanya pemikiran sekelebat-kelebat saja yang kemudian dikuatkan dengan kosakata “kayaknya..”. tapi saya yakin. sulitnya menulis di blog adalah karena mindset saya dalam menulis terhalang oleh satu hal yaitu “apa yang akan ditulis?”. padahal ketika masih sering blogwalking, ada saja sesuatu yang bisa ditulis. banyak ide dan kosakata berhamburan dari hasil blogwalking yang kemudian ketika dirangkai dan disatukan berdasar pengalaman den pengetahuan saya sendiri, terjalinlah tulisan dalam blog.

oke, memang sekarang masih belum juga menyempatkan diri untuk blogwalking, tapi semoga setelah tulisan ini posted, saya segera beranjak dari peraduan dan walking-walking to ……..

berkesempitan

In bahasa, biker, jalan on Juli 24, 2010 at 5:03 pm

waduh… lama tidak hadir di sini, kangen beud…

langsung saja, kegiatan sekarang :

1. kerja pindah bagian. sekarang di bagian SIMAK BMN –> sistim informasi manajemen akuntansi barang milik negara. kegiatannya mendata semua barang yang dimiliki negara dan digunakan oleh kantor untuk dilaporkan ke instansi yang terkait.

2. kebagian mengelola server jaringan juga. berhasil memblok akses untuk situs porno. banyak yang marah karena tidak bisa lagi akses situs pavoritnya, tapi bodo amat. sekarang sudah tidak pegang jaringan lagi.

3. kelas bahasa Jepang sudah dibuka. sibuk bikin lesson plan. mengajarnya gampang, bikin lesson plannya yang pusing………..

4. setiap hari pulang pergi kerja menggunakan sepeda. bike to work <– kerrrreeennnnn –> jalur tempuh : Parung - pengasinan - sawangan - parung bingung – limo/meruyung – cinere – pondok labu. jarak tempuh : -/+ 20 km

5. kuliah s2 –> sangat melelahkan……

oke dehhhhhhh, see you….

keterlaluan,

In bahasa, jakarta, sharing on Desember 12, 2008 at 8:35 am

keterlaluan, senin adalah hari ‘i don’t like monday’ walau sabtu minggu liburan tetap saja hari senin hari yang boring, masih weekend minded. karena bored maka siang saya putuskan untuk ke ruang fitnes di basement, dimana jarang ada orang lewat dan hampir tidak pernah ada yang pakai selain saya dan siswa. rencana : bobo-bobo siang, setelah sampai di sana, buka seragam biar ga’ lecek terus gelutak-gelutuk malah ga’ bisa tidur, sambil lirik-lirik alat fitnes akhirnya malah fitness.

keterlaluan, selasa adalah hari ‘olah raga lari keliling kompleks (pake s)’ karena nyangkut dengan para wanita yang berlari dengan gerakan yang sayang kalau tidak diikuti, maka berlarilah saya beserta para wanita tersebut -+ 4.5 km keliling kompleks >cool<.

keterlaluan, selasa itu selesai lari, pukul 09.00 tepat telah ditunggu oleh para siswa untuk berangkat menuju “entah kemana”. karena tanggung jawab harus mendampingi, maka saya terpaksa ikut, ternyata menuju BSD, berkeliling di sebuah mall yang cape juga keliling-keliling di dalamnya. selesai keliling, masuk mobil, mutar-muter lagi di mobil, cari apa? ga’ tau, karena ndeso dan ga’ ketemu-ketemu juga akhirnya makan siang dulu ahhhh, abis dua piring mentung.

keterlaluan, selasa selesai makan lanjut muter-muter lagi, setelah sampai di tujuan, ternyata berenang di ocean park, selama -+ 3 jam-an. fuuuih segar (mata). kulit terbakar namun senang.

baru masuk

baru masuk

narsis

narsis

terombang-ambing ombak buatan, kapal karam

terombang-ambing ombak buatan, kapal karam

keterlaluan, selasa ternyata berlanjut. selesai renang, langsung menuju Benhil di sekitaran Jembatan Semanggi, mampir di pasar makan sate padang (slurrrfp), lanjut …..

keterlaluan, selasa malam pas azan maghrib kami sampai di gedung kyoei prince Jl Jendral Sudirman. selesai shalat di basemen langsung menuju lantai 3, masuk ke sebuah restauran Jepang : Goemon. Dijamu oleh seorang Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia, bapak Sugimoto.

keterlaluan, Selasa itu juga makanan yang disajikan berlimpah ruah, kami di sana sampai -+ pukul 10.00, itupun kami paksakan untuk minta diri, kalau tidak kasihan perut, karena makanan tidak berhenti datang. waiternya (baca : geisha) jeli, begitu melihat makanan atau minuman seseorang di sana tinggal sedikit, langsung ditambah atau diganti baru. karena ‘ndeso’ tanpa malu-malu kami minta makanan yang tersisa untuk dibungkus dan dibawa pulang. sampai rumah untung masih pada melek, makanan saya persembahkan dan mereka makan. selesai dimakan baru saya bilang bahwa yang mereka makan adalah ikan mentah.

keterlaluan, dua hari dengan aktifitas yang melelahkan. hari berikutnya masuk kantor dengan badan yang remuk redam. untung mamie seorang fisioteraphist, jadi pulang kantor mampir ke tempat kerjanya, di terapi ooooh enak.

bagaimana dengan keterlaluan anda.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.