komuter

menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik (hanya tetap baik)

In b2w, biker, jakarta, jalan, jurnal, motor, pengendara, seli, sepeda on Februari 10, 2012 at 8:54 am

dalam hidup selalu penuh dengan pilihan. bagi saya, pilihan itu selalu dua : kanan atau kiri. dan dari setiap pilihan akan selalu melahirkan pilihan lagi. dan pilihan lagi. dan pilihan lagi. ketika kedua pilihan adalah pilihan baik, maka pilihlah yang terbaik.

pertanyaannya adalah bagaimana menentukan yang terbaik dari yang baik agar bisa menjadi lebih baik ??

pertanyaan di atas terkait dengan terus adanya perbaikan jalan di daerah saya. jalan-jalan yang selama ini kami gunakan adalah jalan makadam yang penuh dengan kubangan dan berbatu. kemudian diaspal dan menjadi baik. sekarang kemana-mana jadi enak. pinggang tidak pegal lagi. tangan tidak tremor lagi. sepertinya NJOP juga ikutan naik nih.

perbaikan jalan ternyata tidak berhenti di jalan utama saja. tapi masuk ke jalan-jalan kecil atau gang-gang penghubung antar desa dan antar komplek. sekilas ini merupakan satu kemajuan. betulkah demikian ……….

ada pro ada kontra. ada kelemahan ada kelebihan. ada kiri ada kanan. ada jin ada (u) jang. demikian juga dengan program perbaikan jalan-jalan yang menjangkau hingga pelosok desa. benarkah itu merupakan program untuk memajukan desa ??

saya akan menjawab pertanyaan di atas secara saya. dengan sudut pandang saya. sesuai dengan keuntungan dan kerugian yang saya alami. bukan atas kepentingan orang lain, apalagi orang banyak. tapi kepentingan saya sendiri.

melewati jalan utama ketika berangkat atau pulang kerja berarti harus memutar sejauh kurang lebih 2 kilometer. selama ini tidak masalah karena jalan utama sudah diaspal dan bagus. sekitar sebulan lalu jalan kecil antara komplek tempat saya tinggal dan perkampungan penduduk dicor beton. melewati jalan itu untuk berangkat dan pulang kerja menghemat jarak tempuh. lumayanlah selain memutar dua kilo yang terpangkas, akses jalan ini juga mengarah ke rute yang lebih memendekkan jarak lagi. jadi kalau ditotal sekitar lima kilometer terpangkas secara signifikan. wow :matabelo::matabelo:

tapi timbul juga penyesalan dalam diri. kenapa mesti dibetonisasi… kenapa :mewek: padahal jalan-jalan perkampungan penduduk adalah rute favorit saya bersepeda. keluar masuk perkampungan bersepeda merupakan kegiatan rutin sabtu minggu. kegiatan ini dilakukan tidak perlu jauh-jauh, karena perkampungan di sekitar komplek perumahan saya merupakan track terbaik dalam bersepeda. selain persawahan dan perbukitan terdapat juga hutan-hutan kecil yang terkadang menurut saya masih perawan. karena beberapa kali saya buka jalan di sana.

jalan-jalan kecil atau gang-gang yang sudah dibetonisasi membuat lalulintas menjadi ramai. sebenarnya mayoritas penduduk perkampungan bukanlah pekerja kantoran. karena itu mereka lebih banyak berada di sekitar rumah sehari-harinya. ketika jalan belum dicor, penduduk hanya nongkrong-nongkrong saja di depan rumah. ketika jalan sudah dicor dengan beton, penduduk menjadi memiliki mobilitas yang tinggi. berseliweran ke sana kemari menggunakan sepeda motor. tempat tongkrongan menjadi lebih banyak dan lebih jauh, tidak hanya sekedar depan rumah.

bersepeda di jalur yang ramai mengurangi kenyamanan. tapi berangkat-pulang kerja dengan variasi rute yang bisa diubah-ubah juga menjadi keenakan tersendiri.

sebenarnya betonisasi perkampungan penduduk itu adalah sesuatu yang menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik (hanya tetap baik) ????

About these ads
  1. Assalaamu’alaikum wr.wb,

    Memang benar, semakin banyak pilihan semakin sulit kita memilihnya kerana kitalah yang menentukan yang terbaik untuk diikuti.

    Pembaikan pembangunan jalanraya akan memudahkan pengguna untuk melakukan lebih banyak rutin aktivitas dari sebelumnya. Hal ini akan membawa kepada perubahan dalam perkembangan kehidupan seharian.

    Mudahan aktiviti berspeda mas Komuter tetap dapat dilakukan seperti biasa.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  2. tetap bersabar mas, semoga yang terbaik atau lebih baik segera kunjung tiba :)

  3. wah jadi terpaksa ngalah ya mas sama pengguna motor.. :mrgreen: gimanapun jalan beton itu buat kepentingan bersama. ada syarat untuk setiap hal. seperti dua sisi mata koin. semoga masnya segera menemukan jalur bersepeda lain menggantikan jalur yang lama.

  4. ditempat menone udah nich sob….. setiap gang kampung di cor semua ada juga yang pki paving

  5. Sebetulnya fungsi utama jalan adalah untuk memperlancar hubungan, mempercepat mobilitas sosial, ekonomi. Namun yang tak boleh dilupakan peningkatan kualitas jalan jangan sampai membawa dampak kultur yang mendadak yang dapat mengakibatkan rusaknya hubungan sosial.

    Misalnya, dulu di Kalsel budaya lalu lintas adalah di air (sungai) sehingga mempengaruhi budaya sehari-hari. Ketika pemerintah secara tiba-tiba membangun jalan aspal hotmix banyak sekali kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal jauh lebih tinggi daripada ketika lalu lintas masih ada di sungai.

    Masyarakat kaget dari budaya sungai yang relatif pelan ke budaya jalan darat yang jauh lebih cepat. Pengguna jalan di sungai dapat menyusur di kiri atau kanan arus sungai. Sedangkan di jalan darat orang harus berkendara di sebelah kiri. Ini sekadar contoh terjadinya peralihan budaya yang mendadak yang menyebabkan kerugian jiwa dan harta benda, serta berpengaruh terhadap budaya sehari-hari.

  6. Menurut saya… seharusnya gang-gang kecil bukan lah jalur untuk sepeda motor, membuat pejalan kaki menjadi tidak nyaman. Sebenarnya sih salahkan saja para pengendara motor yang tak tahu peraturan jalan. Tapi bagaimana lagi, semrawutnya jalanan ibu kota memaksa para komuter pengendara sepeda motor mengambil jalan2 sempit di perkampungan, apalagi kalau sudah di cor… xixixi

  7. Risiko pembangunan, ada enaknya dan ada nggak nya.
    Jalanan tanah terasa menyejukkan, namun becek di kala hujan. Semua memang ada plus minusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: