komuter

Archive for 2012|Yearly archive page

mencoba

In sharing, tabloid on Desember 13, 2012 at 6:58 pm

hari ini mendadak cuti. lumayan dapat cuti empat hari kerja ditambah akhir pekan jadi enam hari berturut-turut. sudah tidak perlu cari kegiatan lagi untuk mengisi waktu luang, karena renovasi rumah belum juga selesai. segala hal yang berkaitan dengan renovasi rumah menjadikan kehidupan satu bulan terakhir ini sedikit tidak nyaman. awalnya saya pikir paling lama renovasi akan menghabiskan waktu kurang lebih dua hingga tiga minggu. tapi sekarang sudah lebih dari satu bulan belum juga selesai. yang menjadikan saya tidak habis pikir adalah, renovasi ini adalah kerja borongan. dalam arti pihak pemborong pasti ingin pekerjaannya cepat selesai. tidak demikian yang terjadi di sini. perkembangannya lambat sekali. untuk pekerjaan standart saja, tapi lamanya itu bikin kesal.

besok cuti hari kedua saya sudah mendaftar di kantor imigrasi jakarta selatan untuk pembuatan passport hijau. rencananya saya dan istri akan membuat passport sebagai persiapan jalan-jalan umrah. berbeda dengan paspor biru tua yang saya  miliki, paspor hijau adalah paspor yang dapat dimiliki oleh umum, dalam arti seluruh warga negara Indonesia dapat memilikinya jika ingin. mudah-mudahan besok berjalan lancar. oh ya.. sedikit informasi, pembuatan paspor akan lebih cepat jika sudah daftar online terlebih dahulu. dapat dilihat di situs resmi milik imigrasi. caranya cukup mudah untuk dimengerti dan dijalankan. tapi berhubung belum mengalami sendiri alias hanya berdasar informasi yang didapat dari internet, maka mudah-mudahan informasi tersebut benar.

sabtu sudah ada rencana untuk berenang. kemana enaknya ??

minggu mengurus renovasi rumah.

senin mengurus renovasi rumah.

selasa mengurus renovasi rumah.

rabu kembali bekerja, InsyaAllah

09-12-2012

In sharing on Desember 9, 2012 at 12:07 pm

berjalan hari meninggalkan segala.

timeline berurutan tapi tidak beraturan.

secangkir kopi anyep.

film horror jepang.

menanti mereka.

mempersiapkan makan siang.

sepedasore-sore (3)

sensei to iu no wa

In sharing on November 22, 2012 at 7:15 pm

disebut sensei tapi kerjanya serabutan.

di kantor tidak ada yang namanya jabatan teknisi komputer. kalau ada kerusakan komputer yang biasanya dipanggil adalah .. saya. sore jelang apel seorang teman dengan wajah melas berkata “mas zenal, komputer saya ga’ bisa dimatikan. setiap kali dishutdown hidup lagi-hidup lagi. akhirnya saya cabut listriknya”.

“oke besok insyaAllah saya periksa”. kemudian pulang.

keesokan hari, setelah apel pagi dilanjut kegiatan rutin –>PBB. kepanjangannya lupa tapi yang pasti itu adalah kegiatan latihan baris-berbaris seperti anak paskibra. bedanya pelakunya kami para lansia tidak seperti paskibra yang gagah dan cekatan.

selesai PBB, lanjut dengan kembali ke ruang kerja dan serta-merta googling menggunakan google (ya iyalah..). yang digugling ?? ya itu ‘shutdown tapi menyala kembali’. dan bermacam keyword yang berkaitan dengan ‘kenapa pc tidak bisa shutdown’.

banyak tips dan saran dalam mengobati pc berkaitan dengan penyakit ini. seperti :

- RAM tidak terpasang, makanya tidak bisa shutdown. (kalau tidak terpasang, kenapa bisa nyala?)

- jumper bios dan seting ulang.

- masuk ke properties my komputer dan hilangkan centang automatically shutdown

- masuk ke registry dan lakukan ini itu

semua tips and tricks serta saran-saran tersebut saya catat dengan pulpen dan kertas bekas, karena tidak ada printer untuk ngeprint.

merasa sudah cukup informasi yang dibutuhkan, segera meluncur ke TKP untuk melakukan perbaikan. tidak lupa bawa obeng serta tang, in case harus bongkar casing PC.

@TKP :

saya : bagaimana ?

teman : ini mas, masa dishutdown hidup lagi.

demo, menghidupkan komputer kemudian dicoba matikan dengan cara : klik start, klik shutdown, kemudian muncul opsi –> log off | restart | shutdown.

saat itu opsi yang terpilih adalah | restart | kemudian klik ok.

sebelum diklik ok, saya sempat bilang “kok restart?”

tapi teman malah bilang “tuh gitu tuh dishutdown nyala lagi”.

>>kemudian saya membatin “ngapain gugling kalau permasalahannya cuma beginian” :tepokjidat:

setelah komputernya menyala kembali, saya tunjukkan cara shutdown yang benar.

teman : terima kasih ya, cuma begitu doang ? :mouth-opened-smile:

saya : iya :mimisan:

sensei to iu no wa

sensei

In sharing on November 17, 2012 at 11:34 am

dua belas tahun dipanggil dengan sebutan ‘sensei’. penyebabnya sepele saja, dapat tugas menjadi tenaga pengajar di kantor. awalnya biasa saja karena saya pikir ‘sensei’ setara dengan panggilan ‘bapak’ ketika di kelas. sensei = pak guru.

ternyata tak sesederhana itu.

setelah beberapa kali cari referensi tentang kosakata ‘sensei’, terbukti bahwa sensei adalah sebutan yang tidak sederhana. bukan hanya digunakan untuk guru bahasa Jepang tapi juga untuk hal-hal lainnya yang sangat hebat yang ketika intropeksi ke dalam saya masih sangat jauh sekali untuk disebut ‘sensei’.

pengertian sensei yang saya dapat dari wikipedia :

Sensei (先生?) is a Japanese word that is literally translated as “person born before another”.[1] In general usage, it means “master” or “teacher”,[2] and the word is used as a title to refer to or address teachers, professors, professionals such as lawyers, CPA and doctors, politicians, clergymen, and other figures of authority.[3] The word is also used to show respect to someone who has achieved a certain level of mastery in an art form or some other skill: accomplished puppeteers, novelists, musicians, and artists for example are addressed in this way.

master ….

ada juga pengertian ‘sensei’ yang saya dapat dari cerita/film Jepang. yaitu panggilan ‘sensei’ tidak harus kepada mereka yang memiliki ilmu akademis. ada seseorang yang dipanggil dengan sebutan ‘sensei’ karena dia adalah tokoh masyarakat.

sekali lagi intropeksi ke dalam.

terima kasih tidak memanggil saya ‘sensei’

renjana

In b2w on September 19, 2012 at 8:58 am

embun pagi sedang berproses ketika kayuhan pedal ini telah seperempat jauhnya dari jarak yang akan ditempuh. terngiang kata dengan gambaran wajah berisi kecil sungging senyumnya “serius nih?”

aku merindukannya.

berbalik arah bukanlah pilihan. sisa jarak harus ku kayuh hingga tuntas. membayang lagi wajahnya. haruskah ku kembali sekarang?

Weekly Photo Chalenge : Free Spirit

In sharing on September 4, 2012 at 12:20 pm

I always love to watch them. they are my spirit.

Everynight, we gather in our living room to do anything. Some time we talk. Some time we just watch TV. At the time we were reading together. We read with a loud noise and made sound like music.

here is another free spirit :

  1. Weekly photo challenge: I am a Free Spirit « Pictures in living color
  2. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | 撮影部
  3. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Form Your Troika
  4. spirit « yi-ching lin photography
  5. Weekly Photo Challenge – Free Spirit « The Urge To Wander
  6. Body in Nature « Broken Light: A Photography Collective
  7. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Autumn in Bruges
  8. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Shooting Venice and Berlin
  9. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Adventures We Seek
  10. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Authentic Photography
  11. Cultivating a Disciplined Free Spirit | The Retiring Sort
  12. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Simply Charming
  13. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | The Daily Post at WordPress … | Scion Players
  14. Photo challenge: Free Spirit | Anotherdayinparadise2′s Blog
  15. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « The Sacred Cave
  16. Weekly photo challenge: free spirit « and also, dogs
  17. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Gain Without Pain’s Training Blog
  18. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | efahmi.info
  19. Weekly Photo Challenge: Free Sprit | Do You See What I See??
  20. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | IsobelandCat’s Blog
  21. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Zain’s Pix & Text
  22. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | TantienHime’s Blog
  23. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « s1ngal
  24. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | snapgrabber
  25. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Pointe au Baril
  26. Luna con MIC para mi Espíritu Libre – Moon with IMC for my Free Spirit. #postaday Weekly Photo Challenge: Free Spirit | The Daily Post at WordPress.com « Dario Alvarez, Fotógrafo 2.0
  27. Photo lucas | Bgpjax
  28. Still She Can See the Sunrise | Lesson Plan of a Comatose Teacher
  29. ruby-throated « yi-ching lin photography
  30. weekly photo challenge: free spirit « Curls n Skirls
  31. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Carltonaut
  32. A Free Spirit To Soar | this man’s journey
  33. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | nirvanatrails
  34. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « jan ellen ferrigan
  35. Images of Hope for Invisible Illness Awareness Week | My Brain Lesion and Me
  36. Free Spirit Post « PLUtonic Life
  37. Weekly Photo Challenge: FREE SPIRIT « iñigo boy
  38. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « ooplalund
  39. Weekly Photo Challenge: Free Spirit «
  40. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Life and Ink
  41. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Ulrike Widmann • Fotografie
  42. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Ulrike Widmann • Fotografie
  43. Weekly Photo Challenge « Photography Period 2 and 3
  44. Weekly Photo Challenge « Photography Period 1
  45. Weekly Photo Challenge « Photography Period 5
  46. Weekly Photo Challenge « Photography Period 6
  47. Queenkv’s Brainpickings » Blog Archive » Weekly Photo Challenge: Free Spirit
  48. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « warmhotchocolate
  49. Weekly Photo Challenge:Free Spirit | Ron Mayhew Photography
  50. Weekly Photo Challenge: Free Spirit « Inside the Mind of Isadora
  51. Weekly photo challenge: Free spirit « The (Urban-Wildlife) Interface
  52. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | Rainbow Bakery
  53. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | the ever-budding bear
  54. Weekly Photo Challenge: Free Spirit | R Shad
  55. Spirit | Illione

di Brunei #12

In Uncategorized on Agustus 30, 2012 at 12:08 pm

Rabu, 22 Agustus 2012. Brunei masih dalam suasana raye. Saya masih dalam suasana bingung dan bored.

Bangun siang. Didn’t know what to do.

Mencuci tidak semangat.

Dijanjikan oleh LO bahwa kami akan dibawa keliling pada pukul 11.00. Kami tidak tahu akan dibawa kemana dan dalam rangka apa. Notice : pakai baju bagus.

As usual, we got delay again.

Rencana berubah menjadi pukul 15.00.

Kesempatan saya gunakan untuk pergi ke pantai.

Alone.

ga’ berani renang karena banyak buaya. :takuts:

Makan siang. Take a nap.

Kaget karena dibangunkan mendadak.

Persiapan berangkat pukul 15.00.

Delayed for a couple of minutes. Lumrah.

Berdesakan dalam bis, kami beranjak menuju Berakas (nama tempat di Brunei).

Kami mendatangi rumah seorang jenderal yang dipanggil Dato. Ternyata kami dibawa ke sana untuk open house. Singkat saja, kunjungan selesai, Kami beranjak ke rumah seorang anggota ABDB berpangkat Sersan yang juga mengadakan open house saat itu.

Jarak antar rumah sangat jauh. Itulah sebabnya mereka punya mobil. Mobil bukanlah barang mewah di sana tapi merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki.

Rumah berikutnya yang kami akan kunjungi adalah rumah Pehin. Letaknya jauh sekali karena kami berputar balik ke arah mes dan melewati mes. Sebuah budaya yang sangat dijunjung tinggi. Open house.

Kunjungan dibatalkan karena mobil bis kehabisan bensin.

Akhirnya kami masuk komplek Penanjung Garison dan mengakhiri kunjungan ke rumah Commander.

Makan malam yang sudah disediakan tidak termakan.

Mubazir.

di Brunei #11

In jurnal on Agustus 23, 2012 at 8:25 pm

Selasa, 21 Agustus 2012. Hari kedua lebaran. As the schedulle, ABDB (angkatan bersenjata diraja brunei) mengunjungi Istana Sultan untuk open house. Dan kami Include di dalamnya.

Terus terang saja akan ada antiklimaks yang akan saya tuliskan di sini. Tapi kembali pada aturan baku, blog saya tulisan saya. Maaf jika ada yang tidak berkenan.

Jauh sebelum kedatangan saya ke Brunei, saya sudah mengangankan untuk berkunjung kekediaman Sultan Brunei seperti yang ada di tulisan tentang Brunei, bahwa beruntunglah jika berkunjung saat lebaran karena bisa open house di istana dan bertemu Sultan.

Dimulai pukul 04.00 waktu setempat. Di Jakarta pukul 03.00. Kami bangun dan mulai berkemas. Untung mandi pakai air hangat, jadi tidak kedinginan. Sarapan dengan pop mie. Pihak katering tidak datang sesuai perjanjian, maka plan B adalah seduh mie dalam gelas.

Sebelum pukul 05.00 kami sudah berangkat. Berganti bis di dekat surau dengan bis yang lebih besar. Saya segera memanfaatkan waktu dengan shalat Subuh di surau. Kami menunggu pergantian bis selama kurang lebih 20 menit.

Bis besar seukuran bus transjakarta datang. Bergegas kami naik. Keberangkatan ini adalah keberangkatan untuk ke satu titik kumpul berikutnya yaitu mesjid Jame Asr Hassanil Bolkiah. Menunggu lagi hingga lebih satu jam di sana. Kegiatan menunggu adalah foto-foto depan mesjid. Sampai bosan berpose. Mati gaya.

Berangkat lagi. Kali ini bis langsung masuk ke Istana Nurul Iman. Turun bis, menunggu lagi. Kurang lebih satu jam kami menunggu di luar ketika ada panggilan untuk masuk ke dalam dengan tertib. Kali ini saya senang karena kami mendapat prioritas dan kawalan masuk ke dalam. Petugas di sana menahan antrian lainnya dan mempersilahkan kami lewat. Masuk ke dalam kami harus melewat pintu pendeteksi benda logam seperti yang selalu ada di bandara. Saya lihat alarm selalu berbunyi setiap ada yang lewat. Tidak ada satupun yang digeledah. Tentu saja alarm akan selalu berbunyi karena hari itu jadwal ABDB yang datang berkunjung. Seragam ABDB kebanyakan terbuat dari logam, maka sudah pasti alarm terus saja berbunyi ketika kami lewat. Sayapun mengantongi handphone.

Melewati alat pendeteksi logam, kami diberi sticker kecil yang ditempelkan di baju atau lengan yang bisa terlihat oleh orang lain/penjaga.

Masih tetap dalam barisan, kami mulai masuk ke zona pengambilan makanan. Dimulai dari nasi, lauk pauk dan sayuran diakhiri dengan sendok garpu. Meja makannya bercampur dengan pengunjung lain.

Minuman kami ambil setelah meletakkan makanan di meja yang kami dapatkan dengan sedikit susah payah. Berlanjut dengan makanan kecil yang berupa kue-kue dan puding. Suasananya mirip dengan resepsi pernikahan.

Pengumuman dibunyikan tanda kami dipersilahkan masuk. Okay, Sultan sudah bersedia menerima kami. Berbaris lagi dalam satu baris, masuklah kami ke dalam satu hall atau aula. Tempat duduk panjang telah menanti. Kami didudukkan dalam satu barisan. Tempat duduk pria dan wanita dipisahkan di sayap kiri dan sayap kanan. Kiri untuk pria, kanan untuk wanita. pengaturannya adalah kami pria duduk saling berhadapan dengan wanita. Terpisah di tengah aula dengan dekorasi bernuansa hari raya. setengah jam kami duduk.

Panggilan lagi, kami berdiri bersiap menemui Sultan. Lima menit, duduk lagi. Lima menit kemudian kami berdiri lagi dan berjalan keluar aula. Tepat di pintu keluar aula, berdiri menunggu selama kurang lebih 45 menit.

Dipersilahkan jalan tapi berhenti di tangga turun. Jalan lagi dengan sumringah karena ada banyak kameramen dan fotografer yang mengambil gambar.

jReNg … jReNg …

Memasuki Istana sebenarnya.

Dari jauh sudah terlihat barisan Sultan beserta keluarga yang menanti kami the foreigner yang akan bersalaman dengannya.

Teman kami sudah masuk.

Saya berada di kedua paling belakang dalam barisan.

Approaching the Sultan.

Menjelang shake hand, teman berbisik dari belakang “hormat..!”

Saluting him up.

Salaman.

di Brunei #10

In jurnal on Agustus 23, 2012 at 7:40 pm

Senin, 20 Agustus 2012. Selamat Hari Lebaran. Minal aidin wal faidzin. mari bersalam-salaman.

Lagu yang sering terdengar diawal bulan Syawal. Tidak terdengar di sini.

Iten di hari raya adalah :

- Shalat ied di Surau. Yang dimaksud dengan surau di sini adalah Tempat ibadah yang lebih kecil dari mesjid. pertanyaannya adalah, ‘jika suraunya saja sebesar mesjid bahkan lebih besar, maka sebesar apakah mesjidnya?’ :menunggurumputbergoyang:

- Berkunjung ke rumah Commander. Selesai shalat Ied, saya bersalaman dengan beliau dan diundanglah saya ke rumahnya.

- Berkunjung ke rumah CO. Selesai dari rumah Commander, saya balik ke mes menjemput teman dan langsung berangkat ke rumah CO. Bertemu his wife yang merupakan seorang mantan pramugari Royal Brunei. Saya sempat complain padanya mengenai pramugari yang ada di pesawat kemarin adalah pria, kenapa bukan wanita. Dia tertawa saja.

- Berkunjung ke rumah Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Brunei. Alhamdulillah, driver yang mengantar kami berkeliling perkampungan terlebih dahulu sebelum mencapai kediaman Athan. Saya bisa melihat kegiatan penduduk Brunei dalam menyambut hari raya. Sama seperti Jakarta di hari raya, S.E.P.I.Terus apa yang bisa dilihat ya….

- Kegiatan seperti sediakala. Dan makanan yang datang lambat berlanjut. Bahkan lebih lambat dari kemarin.

Demikianlah iten saya di Hari Raya 1433 h.

So special. I might miss this moment later.

Selamat Hari Lebaran. Minal aidin wal faidzin. mari bersalam-salaman.

di Brunei #9

In jurnal on Agustus 22, 2012 at 8:11 am

Minggu, 19 Agustus 2012. Hari terakhir puasa malah tidak makan sahur karena kesiangan. Mandi dan berkemas, saya segera turun untuk menunggu Liaison Officer yang berjanji untuk mengantar saya ke pusat kota.

Tidak jadi.

Ijin tidak diberikan karena saya akan pergi tanpa kawalan. Sejujurnya setelah empat hari berada di sini saya terfikir bahwa kami adalah prisoners. Bahkan hanya untuk pergi keliling komplek ini sajapun tidak diperbolehkan.

Makan, minum, nonton tv dan online the net saja kegiatan yang kami dapatkan di sini. Beruntunglah kami dari Indonesia karena Atase Pertahanan kami sangat memperhatikan kami.

Diantara peserta, hanya kami berdua yang sering keluar jail, karena diundang beliau

Pagi itu saya membuka netbook dan membiarkannya digunakan oleh teman. Saya sendiri malah tertidur di sofa yang ada di teras dekat lobi.

Fasilitas yang disediakan di sini memang sangat extravaganza menurut saya. Barang yang diinginkan ada di sini. Air, listrik bisa didapat dengan berkelimpahan. AC di kamar yang bisa nyala 24 jam dan sah. Air hangat untuk mandi. Makanan yang tersedia. Jangan-jangan para narapidana yang memiliki harta banyak seperti gayus atau ayin juga memiliki perasaan yang sama seperti kami yaitu hidup di sangkar emas.

Siang hari itu, teman-teman resah dan gelisah. Lunch belum datang hingga pukul 14…. lewat. Baru datang menjelang pukul 16….. Salah satu keuntungan saya yang berpuasa adalah saya sudah terbiasa tidak makan siang. jadi tidak perlu resah dan gelisah lagi.

Makan siang datang terlambat ternyata karena belepotannya jalur komando di penanjong garison ini. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas islam, akhir Ramadhan adalah awal libur panjang. Mungkin agak mirip dengan Bali yaitu banyak libur. Cuti hari raya hanya di atas kertas. Selepas cuti masih juga open house ke senarai tempat, libur yang diijinkan. CI bilang aktifitas open house akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. :melongo:

Malam takbiran

Di mes saja. Nonton tv dan online hingga larut malam. Tidak ada yang lebaran keesokan harinya kecuali saya. sunyi sepi sendiri.

Di sini saya tidak bisa sembarangan mengunjungi seseorang, walau itu teman. Jika tidak diundang, maka tidak bertamu. Open house adalah kata lain dari undangan. Orang Brunei akan menyempatkan diri untuk datang ke rumah seseorang jika orang itu mengadakan open house, karena tidak ada lagi kesempatan untuk saling bertamu kecuali saat open house.

Malam takbiran tidak ada yang open house :redface: untuk saya. Kalaupun ada, belum tentu saya bisa datang. Selain tempat saya ditempatkan jauh dari mana-mana, kemana-mana saya harus dapat kawalan. That’s the rule. And the next question is, siapa yang akan mengantar saya dan mengawal saya? Ini adalah saat-saat kritis bagi masyarakat Brunei. Semua orang sibuk mengurus Hari raya. Tak ada lagi yang namanya profesional mengurusi pekerjaan. Seperti yang terjadi pada kami. Untung saya punya nomor handphone AO dan LO, maka kami bisa menghubungi mereka untuk minta makan siang.

Demikian pula makan malam. Harus minta.

Tapi mereka menjanjikan besok untuk menjemput saya pergi shalat Ied.

okay

Selamat Iedul Fitri. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. :mewek::gulinggulingbambu:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.