IBSN : Konsumsi roda dua

Adalah jamak dalam pergaulan saling memberi. Terutama pada mereka yang sudah berteman lama. Dan sudah menjadi hal yang lumrah pula menerima dari teman walau tidak saling meminta. Karena teman sudah tahu kebutuhan antar teman. Demikian juga dengan komuter. Saat sedang tidak punya bensin, eh ada teman yang kasih. Lain waktu komuter juga memberlakukan hal yang sama.

Kantor tempat komuter bekerja memiliki SPBU sendiri. Namun tidak sembarang pegawai bisa isi bensin di sana. Kalau tidak punya kupon, atau yang biasa disebut ranjen, maka tidak bisa isi bensin di sana.

Keseringan sih.. komuter dapat kupon ranjen dari senior. Terutama dari bapak yang satu ini. Setiap ketemu, kalau tidak traktir makan, pasti memberi ranjen. Cuma pernah hampir kebablasan. Sebagai seorang pejabat bapak ini banyak mendapat ranjen dengan mudah. Saking mudahnya, pernah dapat ranjen berupa solar sekian puluh liter (CMIIW). Beliau bingung, untuk apa….. karena selama ini konsumsi bahan bakar kendaraan yang digunakan adalah premium atau biasa disebut bensin.

Komuter bingung juga waktu mendengar hal ini. Pikir-pikir, akan komuter carikan lawan alias pembeli, tapi belum terlaksana, ternyata sudah diberikan ke teman yang lain. Ya sudah tidak jadi bisnis ranjen.

Selain beliau, komuter terkadang dapat dari atasan terdekat atau teman dekat. Ada satu cerita yang bagus nih. Bulan februari, komuter dapat ranjen sebanyak sepuluh liter. Baru pakai dua liter, kuponnya hilang. Namanya juga nasib, mungkin bukan milik komuter. Minggu kemarin, berarti akhir april, kupon ranjen tersebut terketemukan. Tapi tertera bulan februari. Komuter bingung dan sedih. Masih ada delapan liter premium, padahal sekarang sudah akhir april. Komuter khawatir sudah tidak berlaku.

Beruntung ada lemparan ranjen lagi lima liter untuk bulan berjalan. Eh ada teman yang butuh ranjen dan bermaksud membeli. Komuter kasih kupon yang delapan liter dengan pesan tidak usah bayar yang penting dibagi dua. Tak lama kemudian teman tadi kembali dengan sisa ranjen tiga liter. Bukannya delapan dibagi dua sama dengan empat. Tapi tidak apa-apa. Dengan tambahan ranjen lima liter tadi berarti sekarang ada delapan liter kembali. Memang nasib lagi mujur. Karena sering membantu teman satu ruangan untuk mengetikkan sesuatu dan kebetulan dia adalah orang angkutan, ranjennya ternyata banyak sekali. Komuter kecipratan lagi lima liter.

Cihui……. Selama ini rata-rata penggunaan bahan bakar roda dua milik komuter adalah lima liter perminggu. Berarti sekarang pegang ranjen tiga belas liter, alias cukup untuk dua minggu ke depan………

Ranjen… ranjen… siapa mau beli…..