awal tahun, sekonyong-konyong mendapat perintah dari pimpinan untuk mengikuti workshop pembuatan materi ajar. tidak sempat minta photo dari seksi dokumentasi, terpaksa postingan kali ini tanpa photo.
ini hasil workshop pembuatan modul yang dibuat dalam waktu singkat. mohon masukkan. postingan ini belum final, karena waktu dan akses terbatas, senin depan akan disunting kembali.
jangan lupa masukkannya
update : 12/01/2009
—————————————————————————————-
MODUL
PENDAHULUAN
Tujuan Pembelajaran
Sesuai adat istiadat pemakai bahasa tiap Negara, maka penggunaan suatu kosa kata yang diucapkan dalam satu situasi dan kondisi tertentu yang sama, antar satu negara dengan negara lainnya menjadi berbeda.
Tujuan pembelajaran dari modul ini adalah untuk menjembatani perbedaan tersebut, dengan mengembangkan kemampuan berbicara peserta didik dalam berbahasa Jepang terutama dalam pergaulan sehari-hari di Jepang.
Indikator
A –> Audience –> Peserta diklat usia dewasa yang belum mengenal sama sekali bahasa Jepang, sudah bekerja di lembaga pemerintahan, memiliki kedudukan dalam pekerjaan, mengikuti diklat karena akan bertugas di Jepang sebagai Atase Pertahanan.
B –> Behavior –> Dapat memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang secara terbatas.
C –> Condition –> Gambar, roleplay
D –> Degree –> kosakata, tata bahasa
Petunjuk Belajar
Baca setiap materi dengan baik dan fahami. Setiap poin selalu disertakan tindak lanjutnya dan selesai satu materi diberikan latihan. Antar materi saling berkaitan maka fahamilah materi sesuai urutan nomor dari yang terkecil sebelum melangkah ke materi selanjutnya.
——————————————————————————————
ISI
Penggalan –> terdiri dari 2 materi
Topik : Percakapan
Sub Topik : memperkenalkan diri
Tingkat Materi : Dasar
Materi 1
OJIGI
1. Pengertian ojigi
Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lainnya/sesuatu dengan cara membungkukkan diri.
Ada dua jenis ojigi :
- ritsurei (立礼) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
- zarei (座礼).adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.
Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:
- saikeirei (最敬礼),adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih
- keirei (敬礼), yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat
- eshaku (会釈), adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat
Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.
Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat
Apakah anda dapat merumuskan ojigi menurut versi negara atau daerah asal anda sendiri ?
2. Tata cara ojigi
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal
Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.
3. Waktu melakukan ojigi
Beberapa kondisi dalam melakukan ojigi :
- Saat memperkenalkan diri
- Saat meminta maaf
- Saat membalas ojigi, dll
Kondisi apalagi yang menurut anda harus melakukan ojigi ?
Tugas latihan :
Perhatikan gambar, bertindaklah seperti yang ditunjukkan oleh gambar. Jika sudah merasa yakin bisa melakukan ojigi, maka anda dapat melanjutkan ke materi 2.
—————————————————————————————–
Materi 2
JIKOSHOKAI
1. Pengertian jikoshokai
jikoshokai adalah tradisi memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang dan tata cara budaya jepang.
Adakah tata cara/rumusan perkenalan menurut versi negara atau daerah asal anda?
2. Tata cara jikoshokai
Berdiri dengan sikap sempurna, lakukan ojigi, ucapkan beberapa hal mengenai diri sendiri.
Apakah jikoshokai di negara/daerah anda sama dengan negara Jepang atau jika beda, bedanya apa ?
3. Kosakata jikoshokai
Watashi à Saya
Namae à Nama
Kara à Asal/dari
Kimashita à Datang
Kosakata apalagi yang biasa digunakan pada saat perkenalan/memperkenalkan diri.
4. Contoh jikoshokai
berdiri tegak, ucapkan salam, lakukan ojigi, ucapkan kalimat perkenalan dengan kosakata yang telah dipelajari.
Contoh kalimat :
Watashi no namae wa ………….. desu.
…………… kara kimashita.
Ucapkanlah berulang-ulang di hadapan peserta diklat lainnya.
Tugas latihan :
lakukan jikoshokai di depan kelas, gunakan kosakata yang telah dipelajari dan kembangkan. tambahkan hal-hal yang anda ingin teman kelas ketahui mengenai diri anda.
———————————————————————————–
REFERENSI
Prawiradilaga, Dewi Salma. “Penulisan modul untuk Pelatihan Peneliti”, modul. PUSBINDIKLAT PENELITI, LIPI, 2006
rinrin
.