tidak perlu benar, selama harga diri terusik apapun akan dilakukan untuk menegakkannya kembali, bahkan jika perlu menyabung nyawa. carok, sebuah pembelaan terhadap harga diri yang mahal. pelaku carok akan membunuh atau dibunuh. harakiri, demi menebus kesalahan yang (katanya) menjatuhkan harga diri, bunuh diri pun dilakukan. entah dengan motif yang benar-benar mengharuskan atau hanya hal yang sepele.
pagi ini harga diri saya terujikan. dengan keinginan untuk sampai di kantor sebelum pukul 06.50, maka sang penjaga harga diri pun (baca; saya) berangkat pukul 05.25 dari rumah. perlu diketahui saya berangkat dari rumah mertua kemayoran menuju tujuan wisata kantor di Pondok Labu. jarak -+ 25 km, kendaraan yang biasa digunakan motor, namun karena terjadi hal-hal yang diinginkan di hari sebelumnya, maka motor tertinggal di kantor dan pagi ini terpaksa menggunakan mobil pribadi angkutan umum. setelah jalan 5 menit dari rumah, naiklah ke metromini p10 yang alhamdulillah sudah menunggu dengan setia di ujung gang.
untung metromini tidak ngetem dan tidak molor, -+15 menit sampai di gunung sahari tepat setelah armabar atau sekolah boedoet. turun di sana ujian pertama sudah menunggu. di seberang jalan akan lewat kopaja p20, yang sepertinya tidak peduli dengah calon penumpang kesayangan yang harus menyeberang ini. memang terlihat beberapa orang menyeberang dengan PD namun saya tidak mau melakukan apa yang mereka lakukan, karena tepat di bawah jembatan penyeberangan mereka menyeberang dengan wajah polos tanpa peduli nyawa mereka dan kenyamanan para pemakai kendaraan. yang penting bisa menyeberang dengan cepat (tipikal orang indonesia banget). dan saya, dengan sedikit membusungkan dada, naik ke jembatan penyeberangan dan menyeberang di sana. konsekuensinya : cape naik turun tangga, ketinggalan kopaja p20 dan jarak yang jadi nambah panjang.
lanjut dengan ujian kedua, setelah sampai di ujung jalan saya harus segera ke halte yang jaraknya lumayan jauh, namun harus dilakukan karena yang benar menunggu angkutan umum adalah di halte. padahal para calon penumpang lainnya dengan santai menunggu di belokan tersebut. padahal lagi hal ini sangat berbahaya sekali karena jika ada mobil atau motor yang berbelok kemungkinan besar akan menabrak kendaraan yang berhenti di sana. apalagi para pengguna kendaraan lainnya maunya main serobot dengan cepat-cepat, tapi seperti biasa inilah indonesian style, berhenti di bawah rambu s coret dengan rasa bangga.
singkat cerita dengan bantuan otcjhek di jalan yang betjchek sampailah di kantor tepat pukul 07.00 tapi alhamdulillah ‘dianggap’ tidak terlambat, karena masih sempat ikut apel pagi, walau hanya ujungnya sajah.
ternyata harga diri sangat mahal, bagaimana harga diri anda ?

Syukurlah gk telat bgd
harga diri, langka dijaman sekarang..kebanyakan orang bhkan menukarnya dgn uang
harga diri saya, saya serahkan pada yang Maha Hidup
biarlah Dia yang menilai harga diri saya
siip…siip…
ternyata harga diri sangat mahal, bagaimana harga diri anda ?
berapa harga diri anda? hehe..
harga diri saya ?
bingung..
yang pasti saya masih punya nurani dan juga etika
Memang harga dir itu muahal re’ . Tapiiiiii ada juga log yg bisa menelan harga dirinya… Apa ga keselek ya?
waaah, kasihan deh yang ga bisa ngikut pesta blogger. hihihi…
kita usulin yuk biar PB diadain sebulan skali.
tetep smangat di dunia per blog-an yupz!!
oh ya, emang ada ya komunitas blogger Bogor??
kok kemaren di PB 08, ga ada?
ga ndaftarin komunitasnya ya?
Saya mau komentarin perjalanan ke kantornya aja ah..
Kayaknya seru banget tuh..
betul banget, mas pengendara. harga diri sangat mahal harganya, sehingga banyak orang yang rela menempuh cara2 apa saja demi menegakkan harga diri. asalkan jangan sampai terjebak ke soal gengsi semata.
Alhamdulillah gak telat….. aw. ko’ mala naik otjek ???? mang keburu yaaa…?
NAmanya juga “pengendara” wajib jadi suri touladan hehe…..
http://padiemas.wordpress.com/
ya kalo sama temen harganya bisa murah dikitlah(tuiiiiing)
untung saya tinggal di kota kecil
kejadian tersebut jarang terjadi
seharusnya kita bisa melihat bgm orang jepang menyikapi harga dirinya. hm…..sangat baik untuk di ikuti. jika semua orang indonesia (yah ga ush semua deh…setengahnya ajah)melakukan seperti yang pengendara lakukan, mungkin negri kita tercinta ini akan sedikit lbh tertib ya…..tul’ ga??????
kalo soal nyebrang di tempatnya, saya masih melakukan… *karena emang suka takut sendiri kalo mo nyebrang* tapi kalo naek angkot/bis, hehehe… saya ngaku deh… masih suka sembarangan…
hmm… *sok2 mikir*
yg pasti sih harga diri gak bisa diukur dgn uang..
so, simpulin sendiri aja kali ya..
ada tool buat ngecek harga diri ga yah ?
ah, P10… saya jadi inget pas malam ke-3 saya di Jakarta… itu p10 yang saya tumpangi tawuran sama p10 lainnya, trus kabur ke rumah bos nya yang punya bus. walhasil kami semua dipaksa turun di tempat yang kam sendiri nggak tauk… dasar orang2 pendek temperamennya
crowded bgt kykna jakarta yah….
salut!
mental spt ini sbetulnya yang diperlukan di tengah masyarakat kita…
terus kampanyekan mas hal-hal sperti ini, minimal ke orang dekat, keluarga, tetangga, teman dll..termasuk ke para blogger yg lain juga
masyarakat jepang terkenal dengan ketertiban dan kerapihannya, krn berkumpulnya orang2 yg bermental spt ini..
Salam
salut.
punya saya entah kemana nyelipnya.
harga diriku?
waaah, kok tanya “harga” diri aku
wong nggak dijual kok
he3… masih bertengger manis bersama hati nurani dan akal
———————————————————–
jika semua orang seperti abang…dijamin Indonesia….TERTIB DAN LANCAR…..
————————————————————–
Harga diri memang harus kita jaga… namun harga diri seperti apa?? nah itu yang jadi masalah karena ada juga orang yang melakukan banyak hal yang bisa jadi merugikan orang lain demi harga dirinya yang terlalu besar…
Sangat sulit sekarang menemukan seseorang yang memiliki harga diri seperti yang sudah mas lakukan…
, Karena diindonesia banyak orang yang menginginkan segala sesuatunya bisa didapat dengan mudah (instan)…, jadi akhirnya mereka mencari jalan pintas yang mereka pikir lebih cepat dan tidak perlu repot…
—————————————-
aaahhh…
harga diri saia habiisssss…
makasih yah udah mendukung diriku ketika menurun…
-NyurianN-
—————————————–
Harga diri saya juga mahal mbak.
Tapi saya belajar untuk tidak terlalu memikirkan harga diri, alias ego saya, melainkan memikirkan ego orang.
Sambil belajar lah. Salam kenal, nice blog mbak.
arga diri….???? tidak terlalu mahal tapi tentu saja tidak juga murah, yach yang wajar-wajar saja. Selamat Tahun baru 2009 Bung!
kalo tiap orang nyebrang di jembatan penyebrangan, ntar jembatan penyebrangannya cepet rusak dunks…