Pengendara kendaraan bermotor yang wara-wiri setiap hari dengan kendaraannya pasti kangen dengan yang namanya SPBU. Minimal seminggu 2 kali pasti mampir. Untuk ukuran saya yang sudah kurang lebih 10 tahun berkeliling Jakarta tiap harinya, SPBU adalah tempat yang wajib dikunjungi. Pernah malas berkunjung kemudian malah jadi dorong-dorong motor, ga’ jauh sih cuman dari Bunderan Ratu Plaza s.d. Kolong Semangi di siang bolong berjaket berdasi dalam rangka bertemu relasi.
Apa yang menyebabkan malas berkunjung :
1. pelayanan yang tidak memuaskan
2. takaran yang meragukan
3. …. (dan banyak lagi)
Sebenarnya alasan utama saya malas berkunjung adalah pelayanannya yang sangat-sangat tidak manusiawi. Tentu saja alasan ini saya kemukakan dengan subyektif karena hanya berdasar pada pengalaman pribadi saya dan omong-omongan dari beberapa orang yang sering berkunjung ke SPBU saja dan bukan berdasarkan hasil penelitian seperti para peneliti.
Sekarang, entah kenapa atau mungkin karena sudah masuknya pesaing dan pesaing yang dengan pelayanannya yang baik, pertamina juga sudah mulai berbenah diri. ga’ percaya? coba ke sini. Ada 3 hal atau mereka sebut pas yang menjadi ukuran dalam pelayanan pertamina sekarang; pas takarannya, pas kualitasnya, pas pelayanannya. Tapi, benar atau tidaknya pas pertamina masih saya ragukan. dari beberapa lokasi SPBU pertamina yang saya datangi, timbul keragu-raguan:
1. pas takarannya; saya tidak punya alat ukur, apakah bensin yang saya beli sesuai takaran yang tertera pada mesin SPBU atau tidak.
2. pas kualitasnya; dari beberapa orang yang saya temui mereka lebih memilih beli di SPBU bukan pertamina jika harga tidak berbeda jauh dengan harga bensin SPBU pertamina, alasannya kendaraan jadi enak dipakai dan konsumsi lebih irit (perlu penelitian lebih lanjut).
3. pas pelayanannya; nah, jika kedua poin di atas masih diragukan maka poin ketiga ini sudah tidak perlu diragukan lagi alias sudah pasti pas bohongnya. Coba perhatikan (isi bensin motor), petugasnya cuma duduk doang, ga’ ngasih salam, ngobrol dan bercanda sesama teman, ga’ bilang dimulai dari nol kaya’ iklan di TV, bahkan sering bertindak galak.
Mungkin butuh waktu sekian puluh tahun lagi untuk kita para konsumen bensin mendapatkan pelayanan yang prima dan pas. oh ya fyi header image saya ambil pada waktu pulang kampung di suatu SPBU pertamina, bagus khan.





aku pernah mengisi di tanjakan bogor ke ciawi, setelah itu motor jadi ngeberebet dan tarikannya kurang enak. ada kemungkinan bensinnya tersedot kotorannya, lalu aku sevice dan baik lagi.
Semoga SPBU Pertamina semakin baik pelayanannya, kalau tidak, pasti akan tergeser oleh Petronas atau Shell !
betul pak, bahkan hanya dengan senyum tanpa kata-kata pun pelanggan pasti senang apalagi jika ditambah dengan sikap yang menyenangkan. Sebenarnya saya bangga dengan Pertamina yang mulai berbenah diri, namun saja masih belum maksimal dalam pelaksanaannya, walaupun tetap saya berharap produksi Indonesia selalu menjadi primadona terutama di negerinya sendiri.
Hallo Zaenal,
Woo…….pengalaman bersepeda motor rupanya perlu kita cermati Zaenal karena seperti kita lihat sekarang jumlah sepedah motor tiap tahun selalu meningkat SPBU berarti selalu bertambah semoga PERTAMINA sebagi ujung tombak BBM kita menambahkan keuntungannya dan kesejahteraan akan bertambah bagi bangsa dan negara kita. amin….
best
erko
SIAP!!!
dukung terus produksi Indonesia
kalo pertamina mau bagus harusnya ikut mensponsori F1 atau motogp kaya’ petronass
Nal, itu mah bensin campur dorong yang kamu beli.
PERTAMINA pasti akan lebih maju karena ada pesaingnya, kalau tidak …
selain pertamina, kira-kira apa lagi yang perlu pesaing pak?
biasanya SPBU yang baru semuanya ada salam2nya, kalo yang udah lama memang ada yang ga nyebutin salam, kalo masalah dia duduk doang maah yaaa wajar kali, pengendara motor kan banyak bgt, pegel juga lah kalo berdiri terus.
kalo masalah pas takaran dan kualitas… waah saya no comment, ndak tau soalna..hihihi
bukan masalah pegelnya, tapi komitmennya untuk melayani dengan “pas”. kalau duduk sambil melayani jadi nyusahin pengendara yang katanya raja, karena harus mepetin motor ke jangkauan pelayan spbu yang sedang keenakan duduk.
[...] bahan bakar, isi agar tak kehabisan [...]
aku sich selama ini gak pernah tuh mengalami seperti yang kawan alami, saya selalu mengisi di spbu pertamina dan pelayannya juga sopan-sopan n gak pernah aku dikasarin bahkan selalu mengucapkan terimakasih jika sudah selesai
klo sya yah, sya g’ prnh ngalami apa yg anda alami (yaiyalah.. blm dibolehn naik motor siy… hhee) wktu sya dan mami sya mampir ke SPBU pertamina, pelayananny bagus, ramah lgi. tp g’ tau klo takaranny… tp i2 di jogja lhoo,,, g’ tau klo di kota2 lainn
o ya lupa, nmaq bener kuqz! trimz..
saya oprator spbu knp yah msh pd krg yakin dengan takaran kita padahal kita diawasi trus oleh team audit dan bdn mtrologi
ZHU NI SHENGRI KUAI LE
祝 你 生 日 快 乐!
HAPPY BIRTHDAY YAA…
makan2nya mana???